Tuesday, July 27, 2021

Jalan-jalan agak jauhan dikit karena Vaksin

Terlepas dari kondisi Juni bulan lalu dan Juli ini, hoping keadaaan semakin membaik ya, jadi kalau pada periode awal Pandemi tahun lalu yang positif covid masih sedikit, mulai Juni lalu nampaknya sudah banyak sekali yang positif covid dilingkungan kita terutama diwilayah Jakarta Timur sini. 
 
 
Sampai dapat rekor dunia yang ga bagus ini.

jadi dari April, Mei, Juni ibu sudah masuk WFO lagi, 2 minggu berturut2 masuk, 2 minggu lagi libur, mulai akhir Juni sudah mulai ada kecendrungan mulai meningkat  kasus harian dan akhirnya ada pengumuman PPKM  darurat Sejawa Bali 3 - 20 Juli 2021 lalu,yang disambung PPKM Level 4 untuk DKI Jakarta, daripada bingung - bingung ya dipatuhi aja anjuran Pemerintah untuk mengurangi mobilitas, beneran lho kasian sama Nakes sebagai garda terdepan, kita masih bersyukur masih gak kemana-mana dirumah aja, mereka harus tiap hari berhadapan ma keriuhan di Rumah Sakit, saat lagi banyak-banyaknya bahkan ga ada istirahatnya, kerja gak ada libur dan sampai malam pulaks, ini pengalaman pribadi adik ibu si ti yang kerja di RSUD di Jakarta sebagai dr Spesialis Paru, moga sehat  sehat terus ya bu dr dan juga para nakes semuanya.

Balik ke Vaksin ya,dirumah ibu yang pertama vaksin, dari tempat kerja.  Kalau dirumah belakang nenek sudah vaksin karena kan Lansia didahulukan dan TU sudah vaksin karena dia Pegawai Pemerintah. Dan tempat vaksinnya jauh juga nih dari rumah, diluar kota alias di Depok, secara sudah lama gak keluar rumah karena WFH dari Maret tahun lalu dan saat dapat jadwal vaksin di bulan puasa  itu dah setahun ya gak kemana-mana, bener-bener di rumah aja, sempat keluar rumah awal tahun untuk urusan buat Visa di mas Jek, dan keperluan dia untuk persiapan berangkat kuliah, selebihnya di rumah saja.  Dan akhirnya waktu vaksin pertama tiba juga di hari Senin bulan Ramadhan itu, bener-bener jalan - jalan,ternyata di RS UI pas barengan ada beberapa perusahaan yang karyawannya vaksin disitu dan juga untuk lansia jadinya rame sekali, datang jelang jam 09.00 sudah dapat nomor antrian 175 padahal baru dimulai jam 08.00 WIB, hmm pada semangat nih nampaknya.
 
 
Senangnya ketemu teman padahal gak janjian

 
setelah di creening, dikasi pertanyaan-pertanyaan sedang flu apa engga, alergi obat apa dll akhirnya dapat scan suhu tubuh dan lanjut untuk penantian berikutnya.


cukup tertib walaupun rame dan masih berjarak

Setelah itu dipanggil, ditanya KTP dan dapat nomor lagi untuk step selanjutnya yang ternyata diukur tensi


Pas dipanggil nama untuk tensi, tensinya 130/65, terus menunggu lagi  deh  harus konsen ini perhatikan pengumumannya karena setelah tensi ini, saatnya untuk divaksin, lebih kurang jam 11 akhirnya di vaksin juga, semalam deg degan karena ini kan pas lagi puasa ramadhan ya dan takut juga disuntik, eh pas disuntik vaksin gak berasa sakit lho, jarumnya kecil, langsung diminta pindah keruangan selanjutnya dan dapat nomor 260 disini menunggu 30 menit untuk observasi setelah vaksin.
 



Setelah 30 menit ditensi lagi dan jadinya 118/87 dan dapat print selembar kertas untuk jadwal vaksin kedua sebulan lagi, hmmm beda ya, kalau pas teman ibu  pas observasi tensi awal sama ma tensi setelah vaksin, selesai deh 11.30 dah otw rumah kita, kali ini mau langsung masuk tol jadi ke Margonda raya deh sekalian sebelum masuk tol ada yang kepengin roti unyil, sekarang tambah unyil ya rotinya, sekalian deh jadi belanja  macam-macam di pom bensin itu.


Pulang kerumah perjalanan lancar,hati senang sudah beli risol frozen, roti unyil dll he he he dan setelahnya tidak ada efek apa apa selain pegal


Sebulan kemudian, saatnya vaksin kedua, kali ini cepat sekali nih selesainya, pakai yang drive thru, jam 8 mulai jam 9 kita udah meninggalkan tempat parkiran, waktu observasi juga lebih singkat cuma 15 menit saja setelah divaksin dan lupa berapa tensinya pas vaksin dua padahal dicek dua kali juga dan kali ini jajannya cuman diparkiran aja pas observasi ada yang jualan nawarin susu almond dan snack2, hmm akhirnya beli susu almondnya aja.
baju vaksin 1 dan vaksin 2 samaan nih, karena cuma baju itu yang gampang untuk keperluan vaksin

Akhirnya ada foto pas lagi divaksin, yang pertama cuma masuk sendiri dan ruangan sempit sekali cuma muat berdua dokternya, tapi tetap ya  masi harus prokes, kurangi mobilitas dan pake masker, jangan jalan2 dulu deh nunggu kondisi membaik dulu ya

trus gak usah pilih - pilih vaksin, yang ada aja dulu ya, update dirumah kita sudah pada vaksin nih kecuali si bolu raffa yang usianya masih belum 10 tahun, yang lengkap baru ibu aja 2 dosis, ayah dan abangnya serta art pulper kita vaksin di Puskesmas dekat rumah pakai pakai Astra Zeneca, si ay 6 jam setelah vaksin demam tinggi semalaman,perlu 3 hari setelah vaksin baru bisa masuk kerja ke kantor lagi, kk fai dah dapat vaksin pertama juga sama kayak ibu sinovac, ibu dan fai gak berasa apa-apa nih cuma pegal aja setelah di vaksin dan si mas di Korea sana nampaknya belum dapat jadwal vaksin jadi belum tau kapan di vaksinnya.
 
 
Teman-teman gimana, sudah pada vaksin belum?



Jadwal pelaksanaan 4 tahap penerima vaksin Kemenkes juga menetapkan 4 tahapan prioritas penerima vaksin. Untuk tahap 1 dan tahap 2 dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, sedangkan tahap 3 dan tahap 4 dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Alasan dilakukannya vaksinasi dalam 4 tahapan karena mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin. Berikut rincian pelaksanaan vaksinasi Covid-19: Tahap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Tiga kelompok yang akan divaksinasi pertama Diberitakan Kompas.com, Kamis, (7/1/2021), ada tiga kelompok besar yang pertama kali akan mendapat vaksinasi Covid-19. Kelompok pertama, pejabat publik pusat dan daerah, termasuk presiden. Kelompok kedua yakni, pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan, dan pimpinan kunci dari institusi kesehatan di daerah. Terakhir, yakni kelompok tiga yang merupakan tokoh agama di daerah. Mereka yang akan divaksin pada tahap awal diharapkan dapat menjadi panutan baggi masyarakat agar tidak ragu untuk divaksin. Pemerintah menjamin menyediakan vaksin yang aman dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Untuk tahap 1 dan tahap 2 dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, sedangkan tahap 3 dan tahap 4 dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Alasan dilakukannya vaksinasi dalam 4 tahapan karena mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin. Berikut rincian pelaksanaan vaksinasi Covid-19: Tahap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
hap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
hap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Friday, December 11, 2020

Trip Road yang lalu

 Update pandemi hari ini di Google News
 
Stay safe dan jangan lupa pakai masker dan jaga jarak
 
Gak terasa ya sudah hampir setahun lalu waktu kita trip road sampai Bali sana, tahun ini tanpa pernah terduga terjadi pandemi Covid 19 yang merubah semuanya, tahun ini nampaknya kita  dirumah saja, aktivitas anak-anak masih kuliah dan sekolah dirumah saja, untuk sekolah dan kuliah tahun depan masih belum tahu apakah masih tetap online ataukah sudah tatap muka.
 
Tahun lalu karena liburannya lama jadi diputuskan yang jauh sekalian biar puas dan pertimbangan tahun ini si mas jek sudah kuliah jadi takutnya jadwalnya beda dengan adik-adiknya. Kalau biasanya dadakan banget, kali ini lumayanlah rencananya sudah ada 3 minggu sebelumnya, tapi tetap ya booking hotelnya dadakan, hanya yang di Banyuwangi dan Bali saja kita booking sebelum berangkat, di Banyuwangi kita menginap semalam di Hotel Aston dan 4 malam di Hotel San Quest, sisanya pesan dadakan jelang sampai ditempat tujuan, awalnya saat berangkat subuh, perkiraan di Waze jakarta - Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 8,5 jam tetapi ternyata tidak sesuai dengan perkiraan. 5 jam aja baru sampai Pekalongan euyy, jadilah istirahat sekalian melepas rindu sama Tauto/Soto Pekalongan. Selesai makan soto, ketemuan bentar sama Sepupunya 3 boys, benar-benar bentar, nungguin mereka dari Comal sampe Pekalongan lumayan lama juga karena macet. 
 
Day 1 First Stop
Jelang sampai Surabaya baru pesan hotel buat istirahat sebelum  lanjut perjalanan, Surabaya lumayan macet sekitar jam 18 baru sampai hotel, dari jam 5 subuh berangkat perjalanan sampai Surabaya ditempuh selama 13 jam dah plus berhenti-berhentinya, kita pesan hotel di seberang Tunjungan Plaza, hotel 88 namanya, lokasi strategis dan nyaman dan bersih dan ada wifinya.
 
si bolu

Jam 9 pagi dari Surabaya baru jam 18 sampai di Banyuwangi lewatnya kawah Ijen, pemandangannya seru banget tapi deg deg an kok gak sampe-sampe ya, setelah 9 jam akhirnya bisa istirahat lagi.
 

saking lebatnya hutannya dan lama-lama jalannya semakin kecil, jadi takut ketemu Dinosaurus deh

 
 
 Nyaman sekali di Aston Banyuwangi, sayangnya cuma menginap semalam.
 
langsung nonton TV
 
Baru jam 11 WIB siang kita meneruskan perjalanan, pertama kali anak-anak naik kapal gede begitu nyebrang ke pelabuhan Gilimanuk, dan akhirnya jam 21 waktu Bali baru sampai hotel kita, 11 jam saja lumayan sekali tersendat2 jalannya setelah menyebrang, waw banget deh diperjalanan.
 
Nyebrangnya berasa sebentar banget, karena pas bagian buntut terus begitu kita masuk, gak lama kapalnya jalan, jaman dulu naik kapal feri nyebrang Merak Bakauheni lama banget rasanya.
 


 
 
Anak-anak pertama kalinya naik kapal laut gini



Kapal saat nyebrang ke Ketapang

Pemandangan kayak gini bikin seger

Banyuwangi cakep banget


 

Disini sampai 4 malam kedepan

Makan di Jimbaran,nampaknya semua orang  ingin makan malam dan menikmati sunset


iseng iseng foto orang yang lagi pose dari tempat duduk

 
Suara Ambulance masih aja sering terdengar dari rumah, dan tetangga terdekat sudah ada yang  positif Covid-19, rata-rata kepala keluarga terkena dari cluster kantor,semoga tahun depan keadaan semakin membaik buat kita semua, tahun ini adalah tahun yang berat, begitu banyak kehilangan di tahun ini,  dan bagaimana pandemi membuat semuanya berubah, semoga tahun depan keadaan semakin membaik dan semua teman-teman tetap diberikan kesehatan dan kebahagiaan, Aamiin.

Monday, October 05, 2020

Roti di Bulan ke 6 WFH

Di awal bulan Oktober tetiba pengen ngeroti nih, karena seringnya bantet saat buat roti, jadi malas deh buat Roti disamping itu kita ada langganan Bapak yang keliling jual Roti Tan Ek Tjoan yang rotinya enak-enak, biasa beli roti tawar yang harganya  Rp 13 Ribu, roti sobek isi keju dan coklat  harga 15 Ribu  dan coklat serta donatnya yang harganya Rp 7 ribuan, benaran enak deh donatnya gak kalah sama donat Monami Bakery  yang biasanya kita absen kalau kita mampir kokas jaman sebelum pandemi dulu,kadang kadang juga beli Roti Gambang juga atau Roti Bim Bam yang montok itu harganya Rp 20 Ribu, biar gak ada isinya, rotinya enak dan lembut.

Biasanya di weekend si Bapak Libur jualan, dan kebetulan juga sempat mampir sebelumnya ke blognya mba Denny liat roti-rotinya yang pakai ragi alami, waw kagum banget ...jadi nampaknya  saat yang tepat nih nyoba buat Roti sendiri,langsung tambah kepingin nyobain buat roti pas liat bisa buat roti pakai Chopper Mitochiba, kebetulan ibu punya  choppernya, karena biasanya kalau  pakai mixer biasa kan lama kalisnya, sampe mixernya bau kebakar belum kalis juga adonanya he he he he, mau pakai tangan duh engga sabar deh nguleninnya.

Dicek semua kelengkapan bahannya ada semuanya, langsung tancep deh, buatnya gampang bahan kering semuanya dicampur dan diaduk2 begitu juga bahan basahnya, terus dicampur ma adonan Tangzhong(water rouxnya), sebentaran banget cuma beberapa menit aja  udah kalis adonannya lho. Yang lama memang saatnya mengistirahatkannya ya, yang pertama kali satu jam, terus dibulatin istirahat lagi adonannya 15 menit, baru dibentuk akhir, istirahat lagi 1 jam, manggangnya juga cepat dan lagi lagi ovennya beli merk yang sama, gini deh kalau dirumah saja kerjaannya suka liat IG Toko yeye yang suka buka PO, karena dekat rumah he he he ikutan juga deh beli oven dan kebetulan oven yang lama udah mulai agak agak erorr.  Resepnyaliat resep di youtube Diana Rahma yang  judulnya ini :

 
Resep Roti Tangzhong
Bahan-bahannya : 
Terigu (cakra) 290 gram 
Susu bubuk 5 gram 
Gula 30 gram 
Garam 6 gram 
Ragi 5 gram 
Susu cair 130 gram
Telur ½ butir
Margarin 25 gram 
 
Tangzhong ➡RESEP TANGZHONG Terigu 20 gram Air 100 gram
dicampur dimasak sebentar sampai jadi adonan pasta.

Langsung sold out rotinya euyyy.

Bentuknya masih belum bagus....yang penting enak ya

Besoknya nyoba lagi, hmm tetap laris.....asik juga ya ternyata buat roti itu.

 

Alhamdulillah senang ya kalau laris, anak-anak lebih suka roti daripada Cake nih, padahal ibunya suka banget buat Chiffon cake.

 

 


Wednesday, August 26, 2020

Cerita Asrama

Pertama kali jadi anak Asrama, beli kasur dan meja serta kursi dari otm yang anaknya udah lulus, pas rumahnya dekat dari sekolahan.
 
Tahun ke dua tetap di lantai 3, pindahan kamarnya dekat aja, tahun ketiga pindah ke kamar di lantai 1, sejak tahun kedua dan ketiga sudah jarang deh ikutan masuk ke kamarnya,.


Tahun ini sudah jadi anak kuliahan saja, tahun ini disebut angkatan 2020 Angkatan Corona karena tidak ada UN disemua jenjang dari SD sampai SMA, cepatnya waktu berlalu ya. 
 
Waktu awal-awal kita datang ke Kamar 302, 2 penghuni lainnya belum datang, dan barang-barang penghuni sebelumnya pun belum semuanya terangkut, jadinya agak berantakan gitu, pas kenalan sama OTM kakel, eh ditawarin beli kasur dan meja belajar serta kursinya dengan harga yang bersahabat, diajakin ke rumahnya dan lihat barangnya masih dalam kondisi yang bagus, cus langsung diangkut. Hi hi bayar aja belum lho....sebenarnya kalau gak mau beli itu semua juga gak masalah sih, ada kasur dan meja belajar serta kursi yang masih bisa dipakai.

Akhirnya menjadi seperti ini.



Monday, August 24, 2020

Chicken Steak Ala Resep IG inggri_ys

Selama dirumah saja biasanya buatnya cuma Chicken Katsu ala Dapur Abi.  

Akhirnya terlaksana  juga nyobain buat resep Chicken Steak, sengaja pilih yang step by step paling sederhana, akhirnya terpilih resep resep Chicken Katsu inggri_ys, makasi ya resepnya mantab, simpe, mudah, jelas dan enak.

 CHICKEN STEAK ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Bahan :⁣⁣⁣Fillet bagian dada ayam besar ( hasil 7 bagian)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Bumbu marinet ayam :⁣⁣⁣

2 siung baput, haluskan.

⁣⁣⁣1 jeruk nipis, peras.

⁣⁣⁣1 sdm garam.⁣⁣⁣

1 sdt lada bubuk.⁣⁣⁣


*campurkan semua bahan, lumuri ayam dengan bumbu hingga rata. Simpan dalam kulkas kira2 1 jam agar bumbu meresap.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Pelapis tepung basah :⁣⁣⁣1 butir telur + garam lalu kocok lepas.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Pelapis tepung kering :⁣⁣⁣Tepung terigu secukupnya.⁣⁣⁣ Sedikit bubuk kaldu ayam + lada bubuk kemudian aduk rata.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Cara :⁣⁣⁣Keluarkan marinet ayam dr kulkas, tunggu sampai suhu ruang.⁣⁣⁣Satu persatu guling2kan ayam kedalam campuran tepung kering, asal saja.⁣⁣⁣Lalu masukan kedalam kocokan telur.⁣⁣⁣Guling2kan lagi ke campuran tepung kering sambil dintekan2.⁣⁣⁣Goreng ayam pada minyak panas dan api kecil supaya tidak gosong. Tunggu hingga warna kecoklatan, angkat.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣ Pelengkap : Kentang goreng, buncis dan wortel rebus.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
SAUS STEAK ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Bahan :⁣⁣⁣

2 sdm mentega.⁣⁣⁣

1 bawang bombay, iris.

⁣⁣⁣2 siung baput, cincang.

⁣⁣⁣5 sdm saos sambal.

⁣⁣⁣1 sdm saos tomat.

⁣⁣⁣2 sdm saus tiram.

⁣⁣⁣2 sdm kecap manis.⁣⁣⁣

Garam, penyedap & gula pasir (sesuaikan)⁣⁣⁣

1 sdt lada hitam.

⁣⁣⁣larutan maizena.⁣⁣⁣300 ml air.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Cara :⁣⁣⁣Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan baput hingga harum.⁣⁣⁣Masukan semua saus dan semua bumbu, aduk rata, lalu masuka air, aduk.⁣⁣⁣Tambahkan larutan maizena, atur kekentalan nya lalu koreksi rasa.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Sajikan, tata steak ayam dipiring dengan saus serta pelengkapnya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Selamat mencoba. Semoga bermanfaat .⁣⁣⁣

Nah, begini hasilnya, memang tidak secantik foto-foto di IG, yang penting anak-anak doyan ya.

 

 

 

Wednesday, August 05, 2020

Bulan ke 5 dirumah saja

Karena Switch account terus,  hampir lupa password masuk di sini, hi hi hi..kelamaan gak ditengok nih blognya, jaman sekarang Youtube yang lagi hits ya, tapi tetap menulis disini menyenangkan kok.
Lama-lama dirumah terus malahan berasa nyaman yah, sudah beradaptasi nampaknya, pergi kekantor ada beberapa kali setelah PSBB masa Transisi ini tapi masih diantar jemput belum berani naik Angkutan Umum, padahal sebelum Pandemi ini lagi nyaman-nyamannya naik Angkutan Umum kalau pulang kerja dan sudah punya teman-teman yang selalu ketemu di jam jam pulang kerja.  Kalau sebelum Pandemi, tiap weeekend kita absen Mall Kokas, GMM dan Summarecon Mall Bekasi, ataupun MKG, kita anteng aja di rumah sekarang,  belanja sekarang kan bisa online, anak-anak gak pernah diajak lagi keluar-keluar tapi mereka memang betah dirumah sih, gak minta jalan juga diluar, ditanya senang atau engga sekolah dirumah, si nomor 2 dan 3 bilang senang, alhamdulillah, ibu dirumah jadi mantau si bungsu BDR (Belajar di Rumah), suka dukanya banyak banget ya kalau menemani anak belajar dirumah terutama yang masih kecil kecil, kalau yang tengah udah SMP, yang sulung dah tamat SMA , gak pusing ibunya ini, sudah bisa atur dan kommit dengan jadwal belajar dan tugas-tugas mereka.

Jadi apa suka dukanya ya menemani anak kicik belajar dirumah, kalau pengalaman pribadi sih ini nih :
- anaknya gak bisa diam, pecicilan
-anaknya sulit konsentrasi
-anaknya aji mumpung, ibunga lengah sedikit tau-taunya dah buka youtube2
-Ibunya teriak-teriak terus deh moga-moga gak jadi tensi tinggi ya
-Jam belajarnya lebih singkat
-Hape ibu cepat penuhnya nih memorynya

So far, selama wifi lancar jaya, sekolah dan kerja dirumah menyenangkan sih, mengingat untuk anak-anak kita masih sangat kuatir karena nampaknya angka positif Civid dan juga korbannya di Indonesia terutama di Jakarta ini masih terus bertambah, untuk keamanan anak-anak kita putuskan untuk salat iedul adha dirumah saja walaupun masjid dekat rumah boleh menyelenggaran salat, beda-beda ya ada yang melarang anak-anak dan oragtua untuk datang salat Ied ada yang membolehkan. 

Waktu awal-awal PSBB masa transisi akhirnya keluar rumah juga untuk berbelanja biasanya kan belanja keperluan bulanan online juga, senang banget deh bisa keluar rumah lagi, tapi di akhir bulan Juli ini, diputuskan belanja online aja lagi deh, kalau kepepet aja pergi ke Supermarket.

Pertengahan bulan Juli 2020 dimulai Tahun ajaran baru, anak-anak tetap pakai seragam walaupun sekolahnya online, biar mereka tetap mandi dan aura sekolahnya berasa ya, setuju banget deh pakai seragam sekolah. Yang satu diruangan tengah,, yang satu dikamar biar tenang.




Selama masa ini jadinya bisa bersih-bersih dirumah, beresin rak buku dan menyingkirkan buku-buku pelajaran ataupun buku tulis yang sudah tidak terpakai, ataupun sortir-sortir pakaian, ternyata baru disadari banyak lho pakaian yang gak dipakai, bisa bebersih yang detail-detail yang selama ini gak dibersihkan ma asisten pulang pergi kita, bisa belajar masak dari mama yang tinggal dibelakang rumah,biasanya yang masak khusus masakan spesial kayak dendeng dan rendang , sementara masakan sehari-hari mba asisten kita dan bisa buat camilan- camilan buat anak-anak,anak anak abege itu lapar melulu, apalagi setelah belajar dan bisa menanam lho, ya hobi baru dimasa pandemi ini selain bersepeda adalah berkebun, pas beli media taman, Bapak yang jual bilang omsetnya naik dua kali lipat selama masa pandemi ini, udah tanam apa aja nih, udah mencoba hidroponik dari tahun lalu sekarang coba organik saja, belum banyak sih tanamannya , sekarang dirutinkan siram tanaman aja dulu biar tanamannya tumbuh subur.


Hidup berasa jadi lebih santai ya, jadinya gak terlalu buru-buru gitu, biasanya jam 6 kurang dipagi hari dah berangkat kerja, sekarang gak usah berangkat, biasanya mba pulper sore pas ibu pulang kerja baru pulang, sekarang sebelum Dzuhur dia sudah bisa pulang, dan berasa juga anak-anak jadi jarang sakit, biasanya bolak balik nengokin klinik ma Rumah sakit, Alhamdulillah ya, banyak hal-hal yang bisa disyukuri sejak adanya Pandemi ini, intinya kita bersyukur ya bersyukur atas semua yang kita punya dalam hidup ini, so tetap sehat ya teman teman semua dan jangan lupa pake masker kalau keluar rumah dan patuhi protokol kesehatan.







Friday, June 05, 2020

Lebaran yang berbeda - PSBB DKI Jakarta Masa Transisi

Hari ini PSBB DKI Jakarta diperpanjang dan ditambahkan kata masa transisi, diatur secara bertahap dijelaskan panjang lebar kemarin itu, dan diitengah jalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diulang lagi PSBBnya, jadi yang semula boleh buka bisa tutup semuanya lagi, semoga enggak deh, secara bertahap hari ini tempat - tempat ibadah boleh dibuka dengan kapasitas jamaah hanya boleh 50%, ibu di akhir Mei udah keluar duluan pengumuman ditempat kerja kalau diperpanjang WFHnya sampai akhir bulan ini.

Sementara sejak awal Maret rajin nonton TV nungguin Pak Yuri, lama-lama senewen juga deh jadi gak tonton lagi, mantau perkembangan di DKI Jakarta lewat sini saja, di situs Corona.jakarta.go.id, lengkap deh disini info-infonya.

Alhamdulillah Lebaran yang berbeda tapi tetap bahagia, selama hampir 3 bulan ini tidak kemana-mana dan dirumah saja, salat ied dan lebaran pun dirumah saja, seumur-umur baru kali ini salat ied dirumah lho, kalau baju baru sih memang gak wajib ya, ibu doang nih yang punya baju baru, tadinya mau dipake di acara doa bersama mas jek sebelum UN , eh acaranya bubar karena pertengahan maret dah disuruh jemput dari asrama, ujian sekolah aja keputus dan UN akhirnya ditiadakan.

Gak kemana-mana setelahnya, makan hidangan lebaran setelah salat ied dan silaturahmi via WA Video Call ma 3 adik yang gak kumpul, rumah sama-sama Jakarta Timur, yang satu kelurahan sebelahan tapi karena di kelurahannya dia banyak yang positif Covid, mereka patuh banget sama sekali gak keluar keluar rumah, silaturahmi ma saudara2 online aja deh dan kembali ke kegiatan rutin, cuci baju dan bersih-bersih rumah setelahnya. 






Jalan-jalan agak jauhan dikit karena Vaksin

Terlepas dari kondisi Juni bulan lalu dan Juli ini, hoping keadaaan semakin membaik ya, jadi kalau pada periode awal Pandemi tahun lalu yang...