Tuesday, September 17, 2019

Hasil Timnas Indonesia di International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2019

Minggu ini sudah mulai pelatnas tahap Nasional 1 untuk peraih medali OSN Menado 2019 Bidang Astronomi, dari sekolah mas jek ada wakilnya yaitu temannya mas jek peraih medali Emas OSN Astronomi 2019, moga lancar dan lanjut terus  ya.

Berikut rangkuman cerita IOAA 2019 Agustus 2019 lalu.

Beritanya dibawah ini  diambil dari web psma kemendikbud, berikut juga foto-fotonya Linknya ini.
12 Agustus 2019

International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2019 yang berlangsung di kota Keszthely, Hungaria telah berakhir. Sekitar 270 siswa yang berasal dari 47 negara telah berpartisipasi pada IOAA kali ini. Ada tiga negara yang baru pertama kali berpartisipasi dalam IOAA yaitu Ecuador, Jerman dan Turki. Sedangkan 8 negara seperti Republik Ceko, Hungaria, Romania, Rusia, Iran, Ukraina, USA dan Vietnam masing-masing mengirimkan dua tim. Selama kegiatan para siswa menginap asrama Pethe Ferenc Dorm di kota Keszthely sedangkan team leader dan observer menginap di hotel Hunguest Hotel Helios di kota Heviz, sekitar 15 menit perjalanan dari kota Keszthely.
Selama sepuluh hari, siswa telah melalui tiga ronde utama yang diperlombakan dalam ajang ini. Ronde analisa data dan ronde teori dilaksanakan di Csokonai Sports Hall pada tanggal 4 dan 6 Agustus 2019, sedangkan ronde pengamatan yang terdiri atas dua bagian yaitu Night Observation dan Planetarium Round dilaksanakan pada tanggal 4 (malam) dan 7 Agustus  lapangan dan aula asrama siswa.  Pengamatan langit malam berhasil dilaksanakan dengan  baik. Langit cerah dan semua siswa berhasil melaksanakan tes dengan baik.


Pada ronde teori, siswa bergelut dengan 5 soal pendek, 7 soal medium dan 2 soal panjang selama 5 jam non-stop. Sedangkan pada ronde analisa data terdapat 2 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 3,5 jam. Kecerdasan dan ketahanan siswa benar-benar diuji dalam ronde-ronde tersebut. Pada tanggal 7 Agustus, siswa memulai ajang kompetisi tim yang satu tim-nya tidak lagi per negara, tetapi dicampur dari berbagai negara. Satu tim terdiri dari 5 siswa. Soal dari kompetisi tim kali ini adalah tiap tim diminta menyelesaikan sebuah puzzle yang tiap komponen puzzle-nya hanya bisa didapatkan jika tim berhasil menjawab soal. Ada 16 soal yang tingkat kesulitannya bervariasi, semakin penting komponen puzzle yang dicari maka semakin sulit soal yang harus dijawab. Tim yang berhasil menyusun semua puzzle pertama kali adalah pemenang. Tetapi tim akan gugur jika salah menjawab salah satu soal. 

Performa siswa dalam ketiga ronde tersebut menentukan prestasi yang diperoleh setiap siswa. Apakah siswa berhak meraih medali emas, perak, perunggu, atau penghargaan lain, ditentukan oleh nilai total yang ia capai. Pada akhirnya, terpilih 17 peraih medali emas, 52 peraih medali perak, 58 peraih medali perunggu dan 33 honorable mentioned. Perolehan medali siswa Indonesia adalah : Akhdan Dzaky Maulana, dari SMAN Unggulan M.H. Thamrin, DKI Jakarta, Perunggu Ananda Hafidh Rifai Kusnanto, dari SMAN 4 Surakarta, Jawa Tengah, Perunggu Hilmi Nuruzzaman, dari MAN Insan Cendekia Serpong, Banten, Perak Vito Ghifari, dari SMAN 81, DKI Jakarta, Honorable Mention 


Dua siswa Indonesia juga berhasil memperoleh medali pada ronde Team Competition, yaitu :
  1. Vito Ghifari memperoleh medali Perak bersama anggota tim dari negara Armenia, Kroasia, Hungaria, Romania dan Turki.
  2. Hilmi Nuruzzaman memperoleh medali Perunggu bersama anggota tim dari negara Republik Ceko, Turki, Uni Emirat arab dan Moldavia.
Perolehan medali dalam Team Competition menunjukan bahwa siswa kita juga mampu bekerjasama secara aktif dengan rekan-rekan tim-nya dari berbagai negara.
Perolehan medali emas didominasi oleh siswa dari Rusia, sedangkan negara asia yang siswanya memperoleh medali emas adalah Cina, India dan Vietnam. Siswa dari Vietnam secara mengejutkan menjadi Absolute Winner dari IOAA ke-13, dan merupakan prestasi yang amat baik dari negara yang baru 4 tahun mengikuti IOAA sejak tahun 2016.

IOAA 2019 telah berakhir dengan suka cita. Bukan saja menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertukarkan budaya dan menjalin persahabatan. Para siswa kita telah berjuang dengan baik dan memperoleh hasil yang cukup baik. Pelajaran dari Vietnam yang meningkat tajam menjadi pelajaran bagi tim pembina untuk memperbaiki strategi pembinaan ke depan. IOAA tahun depan akan dilaksanakan pada tanggal 13-20 September di Bogota, Colombia.  
Budapest, 10 Agustus 2019
M. Ikbal Arifyanto (Team Leader)
Hakim L. Malasan (Team Leader)            
Rina Imayanti (Observer)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Jalan R.S. Fatmawati, Cipete - Kode pos 12410, Jakarta Selatan.

Monday, August 05, 2019

Hari - hari Kemarin, gempa, Nasi Aron dan Jakarta Blackout

Saat Jumat Malam lalu terjadi Gempa di Banten, getaran yang terasa cukup menghebohkan Jakarta dan sekitarnya karena gempanya cukup besar 7.4 SR, kebetulan saat itu dirumah hanya berempat Ibu dan 2 anak terkecil tidak menyadarinya  sejurus kemudian, terjadi kehebohan di lantai bawah, dari rumah belakang adik Ibu bilang ada gempa, masih gak percaya gak langsung turun kebawah, intip dulu dari jendela kamar, apakah tetangga-tetangga pada keluar rumah, hmmm tidak ada yang keluar, sunyi senyap seperti biasanya.

Saat kejadian, ibu dan Raffa sedang dikamar, Ibu sedang membereskan pakaian lagi ngedeprok ( ha ha ha bahasa apa ini ya)  dilantai,Raffa sedang main sambil tiduran dan sambil  dengar murotal di kamar ibu, Ay yang telp dari Bandung keheranan bagaimana serumah cuma Om Dido yang ada di kamar di rumah lantai 1 yang menyadari ada gempa, ibu bilang memang ibu pusing tapi karena biasa selalu pusing kalau baru hari pertama puasa  jadi gak menyadari kalau pusing kali ini karena gempa, walau gak menyadari adanya gempa, tapi 2 bocah ibu dan ibu juga mengalami pusing2.  Gak kebayang bagaimana gempa  Lombok dan Palu  yang menimpa saudara-saudara kita.

Kemarin, adalah hari minggu yang berjalan seperti biasanya, paginya anak ibu si bolu ada kegiatan Taekwondo dan rencana siang itu adalah menonton, tiket sudah dibeli via MTix, ay dan ibu berencana menonton Fast & Furios Hobbs & Shaw, sementara 2 bocah terkecil dan sepupu mereka ditemani TU adik ibu menonton Lion King, sebelum sampai GMM masih mampir barbershop karena kaka fai minta potong rambut dan mampir mini market. Selesai bayar dan tinggal tunggu makanan, mati lampu sebentar, hanya sebentar saja karena gak lama langsung menyala lagi, (baru tahu kemudian kalau itu genset yang nyala) mau print tiket harus menunggu dulu sebagai imbas padamnya listrik sebelumnya.  Sempat blank sebentar layar bioskopnya dan kemudian lancar sampai Filmnya selesai dan sore hari sudah kembali kerumah, kebetulan sejak siang setelah mati listrik itu Handphone ibu tidak bisa dipakai sama sekali, Ay yang satu provider dan pakai yang pasca pun tidak bisa dipakai Handphonenya, tidak bisa ngapa-ngapain, untungnya masih ada yang pakai Provider lainnya jadi kita bisa tahu kalau ada kehebohan kalau listrik akan mati sampai lebih kurang 6 jam kedepan. Perjalanan menuju rumah tanpa Traffic Light, dan begitu mau mau masuk komplek rumah, heran juga kok In** dan Al*** pada tutup, wah serius ini mati lampunya...sejak bertahun-tahun lalu memang tidak pernah lama kalau listrik  padam,  kalau padam sebentar saja biasanya kita sudah telp PLN, gak lama menyala lagi, nah kemarin telp rumah pun tidak berfungsi, waw banget deh.

Karena tidak tahu prediksinya kapan Listrik  akan menyala lagi, jadilah diputuskan masak nasi dengan cara jaman dulu sebelum ada rice cooker, jadi didapur rumah nenek yang masak nasi pakai panci (istilah jaman dulu ngaron) dan setelahnya dipindahkan ke kukusan, alhamdulillah sukses masaknya, jam 17 sudah matang nasinya , kalau yang belum tahu cara masak dengan nasi aron, masaknya mudah saja jadi beras dan air di masak di panci yang agak tebal dan diaduk aduk sampai airnya tiris dan setelahnya dipindahkan ke dandang/kukusan, dimasak lagi kira-kira 20 menitan. 30 Menit setelah nasi matang listrik  sudah menyala listrik dirumah, semua kembali normal, wifi juga lancar jaya, dari situ baru tahu kalau kali ini cakupan mati listriknya luas sekali, kalau dirumah ibu kemarin 5.5 jam, teman-teman lainnya ada yang mengalami sampai 12 jam,. bahkan 16 jam lho, hari ini pun bahkan masih ada yang listriknya padam kembali, bahkan barusan FB teman Ibu statusnya listrik padam sudah lebih dari 24 jam, masih sekecamatan yang sama nih rumahnya.
Gambar dari FB teman
Merasakan 1.5 jam (dari pukul 16.00 sd 17.30 ) tanpa listrik aja rasanya gimana gitu ya...rasanya mood jadi berantakan, kebayang nanti tidur malam bakalan gerah, dan banyak nyamuk.. belum yang punya stock ASIP ya, pasti  bingung jadinya , untuk beritanya bisa lihat disini, semoga semua masalah yang dihadapi PLN segera selesai ya, gak kebayang kalau lama begitu padamnya, dan berasa banget ketergantungan kita terhadap listrik dan semua yang menyertainya, gak bisa ngapa-ngapain, benar-benar terasa terasing banget jadinya, padahal pernah ngalamin saat kecil dulu dirumah belum masuk  listrik (padahal Jakarta ...) dan masih pake lampu templok/teplok/lampu minyak  dan Petromaks, gimana generasi masa kini ya...yang tidak kenal memasak nasi pake dandang, yang tidak tau lampu petromaks, lampu teploks, pompa air manual dl

Banyak tips-tips dari temn-teman  yang berseliweran di media sosial sehubungan Jakarta Blackout ini, bagus-bagus juga nih tipsnya, ibu coba rangkum disini ya:
  • Jangan lupa bersyukur ketika diberikan kemudahan, rumah terang, ac dingin,  sinyal inet ok, gak ada itu semua kita kebingungan
  • Milikilah  emergency lamp dan jangan lupa di charge, kan gak lucu kalau ada emergency lamp tapi gak bisa nyala juga saat listrik padam (yang ini pengalaman pribadi nih..)
  •  Segala yang online online tidak bisa diandalkan, tidak bisa bayar pakai ovo, go pay, Dana, jadi milikilah uang tunai juga .
  • Jangan tunda-tunda belajar atau kerjakan tugas
  • Masak nasi harus bisa selain pake rice cooker.
  • Laptop, power bank sehabis dipakai diisi lagi
  • Punya cadangan air, misalnya isi bank mandi, ember, Tandon Air
  • Hemat menggunakaan listrik dan air saat listrik nyala ataupun padam...
apa lagi ya, segitu dulu deh ya.

Thursday, July 04, 2019

Akhirussanah dan Rihlah Angkatan 16

Tidak terasa tiba juga saatnya kaka Fai melanjutkan pendidikan ke jenjang yang selanjutnya, kaka Fai yang 6 tahun lalu masuk SD, kecil mungil sekarang sudah besar, pas main ke sekolahnya mas jeknya disangkain udah mau masuk SMA, memang sekarang tinginya gak beda jauh sama mas jeknya. acara Haflah Akhirussanah angkatan ke-16 kali ini bertempat di Hotel Harris Summarecon Mall Bekasi,Sabtu 22 Juni 2019 secara ya sekolahnya di Jakarta Timur yang sudah perbatasan Bekasi, kaka Fai takut banget terlambat jadi minta berangkatnya jam 6 pagi sudah berangkat, bangun dari subuh, sarapan akhirnya kita bisa berangkat jam 6 an juga karena kk fai heboh banget gak mau terlambat, yang gak hadir mas jek aja nih karena baru minggu depannya pulang dari asrama.

Datang langsung foto dulu, acara di jadwalkan mulai jam 07 Pagi dan jam 12 selesai, dan alhamdulillah on time acaranya.

kaka Fai dkk

Foto dr mama Izyan
Karena lokasi seat tidak strategis maka agak susah untuk mengambil foto dipanggung, kali ini ada penghargaan nilai tertinggi untuk Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia serta penghargaan nilai tertinggi untuk PAI, penghargaan juara kelas 1-3, best UN, Best Angkatan dan lain-lain, alhamdulillah tahun ini anak-anak lulus dengan nilai yang lebih baik dari tahun lalu, nilai rata-ratanya meningkat begitu kata Pak Agus kepala Sekolah.  Kelar acara, kita mampir bentar ke Summarecon Mall Bekasi dimana ketemu sama banyak teman-teman Kaka Fai dan juga orangtuanya yang sama mampir sekalian kesini setelah acara Akhirussanah.

karena anak-anak gak bisa duduk diam, jadilah affa cari teman, anak-anak ini 5 tahun lagi insya allah wisuda juga angkatan XXI

Keesokan harinya ada acara perpisahan lagi, kali ini mengambil tempat di Sentul, lokasinya di The Highland Park Resort & Hotel, pagi-pagi sudah diantarkan kesekolah karena janjiannya jam 06.30 sudah berangkat, ibu-ibu otm banyak juga nih yang ikutan.

ada yang ikutan rombongan bus,ada yang nyusul naik mobil sendiri, ada yang cuma antar aja tapi pakai Kaos seragamnya,,,foto by mama Izyan







Foto-foto Rihlah  dari Grup WA

Untuk anak-anak semua semoga sukses  di tempat yang baru dan semoga silaturahmi kalian terus terjaga.

Tuesday, June 18, 2019

Bandung dan Pelatnas

Selepas OSN 2018 di Padang tahun lalu dan mendapatkan medali perunggu,  walaupun masih penasaran sama medali emas dan karena masih kelas XI jadi masih bisa milih mau OSN lagi atau mau lanjut ke Pelatnas, sempat bingung dan akhirnya mas Jek memutuskan untuk lanjut ke Pelatnas, ibu dan ay memberikan saran-saran dan pertimbangan, keputusan ada ditangan mas jek, karena kan dia yang akan menjalani. Bismillah.

Pelatnas 1
diselenggarakan tanggal 16 September-15 Oktober 2018
Selama 4 minggu dan diikuti oleh 33 siswa .
Saat jemput pulang ketemu sama mba Nita dan keluarga  yang mau jemput anandan Lukman yang sama - sama  wakil dari  Jakarta

bertempat di Dago Hills Bandung, jadwal yang panjang dan padat, selama sebulan itu.  Kita antar tanggal 16 September beramai-ramai, 2 minggu kemudian kita tengokin dan selesainya kita ke Bandung lagi untuk jemput si mas jek, kelar dari sini langsung tepar deh si mas jek, sakit, nampaknya kecapaian ya.  Menunggu hasilnya sungguh buat deg-degan, teman si mas yang bidang lain ada yang langsung diumumkan hari itu juga sementara hasil bidang Astronomi belum.

Disela-sela menanti pengumuman, mari kita mencocokkan jadwal, berdasarkan informasi kakel diperkirakan :

P1 september-oktober
P2 februari-maret 2019
P3 juli-agustus 2019
P4 oktober-november 2019

So far jadwal Pelatnas 1 sudah terbukti kebenarannya, sesuai perkiraan.
Dan pengumuman hasil Pelatnas 1 didapat  tanggal 5 Januari 2019, lama juga ya, walau di suratnya sih termyata hasilnya sudah diputuskan sejak 27 Oktober 2018 dan dari semula 33 peserta, jumlahnya untuk pelatnas 2 nanti menjadi 17 Peserta dan alhamdulillah mas jek termasuk salah satunya.

Pelatnas 2
Perkiraan P 2 Februari - Maret 2019
Tanggal 12 Februari 2019 dapat surat pembinaan untuk Pelatnas 2
pelatnas 2 diselenggarakan tanggal 24 Februari -10 Maret 2019 (cocok perkiraannya)
Kali ini lamanya 2 minggu dan diikuti oleh 17 siswa, bertempat di Wisma Balai Perguruan Kartini Bandung

Berangkat naik argo parahyangan sehari sebelumnya berdua mas jek,kebetulan ay ada acara kantor yang udah direncanakan lama, pertama kalinya ibu pergi ke Bandung naik kereta ini, hi hi senang banget deh, kalau anak yang nginap di Wismanya sih free of charge karena ini ada emaknya jadi musti bayar, 2 minggu sebelumnya ibu telp kesana untuk booking satu malam saja.

Menunggu Argo Parahyangan di Stasiun Bekasi

Karena berangkatnya sore, tanggung deh pesan makan aja sekalian di kereta, ibu nasgor, mas jek Hokben

Nasi gorengnya, waktu jaman bolak balik ke Semarang tahun 2002 naik kereta bisnis, pake piring disajikannya dan kayaknya rasanya lebih enak yang dulu deh
Besok paginya ibu pulang dari wisma naik gojek ke stasiun Bandung, dekat kok dan turun di stasiun bekasi, siangnya udah dirumah lagi sama  bocah yang dua.

Pulang Pelatnas 2, seperti biasanya jemput rame-rame, kita nginap di Aston Braga Bandung dan begitu sampe sebelum masuk ke Hotel tengokin mas jek dulu dong.



dan ini pas keesokan harinya saat mas jek break kelas Pelatnas 2
Saatnya pulang

Di Pelatnas 2 ini ada kisah sepatu yang hilang, ternyata sepatu hitam yang dipakai mas jek saat dijemput adalah sepatu baru, baru dibeli beberapa hari sebelumnya, jadi beberapa hari sebelumnya, 3 orang peserta termasuk mas jek, selepas salat di Masjid masi dilingkungan wismanya, sepatunya hilang dan karena mereka harus pakai sepatu saat pergi ke Observarium Bosscha jadi mas jek dan 2 temannya  beli sepatu lagi .

Pelatnas 3
Peserta 8 siswa dan yang akan menjadi Timnas 5 siswa,3 siswa tereleminasi, tempat wisma Balai Perguruan Kartini Bandung

Perkiraan P3 juli-agustus 2019 meleset nih, ternyata  tanggal 8 April 2019 lalu dapat surat pembinaan 3 dimana mas jek lanjut dan pelatnasnya ternyata tanggal 19 Mei - 25 Mei 2019 (seminggu dan pas bulan puasa), mungkin karena IOAA nya awal Agustus jadi tanggal pembinaannya juga menyesuaikan jadwalnya nih. OMG bulan puasa,secara Ibu pernah  nginap disana dan waktu itu sampai hampir tengah malam masih ada kegiatan. Pelatnas 3 ini adalah pelatnas penentuan karena di Pelatnas 3 ini akan ada pengumuman siapa yang berangkat untuk Olimpiade Astronomi Internasional di Hungaria awal Agustus 2019 nanti.

Karena mulai acaranya sore jadilah Minggu 19 Mei 2019 itu pas banget ayah ulang tahun, kita antar mas jek ke Bandung,karena pertimbangan bulan puasa dan ngeri macet Cikampek, akhirnya kita naik kereta bertiga, mas jek diantar ibu dan ayah, adik-adik gak ikut biar dirumah aja lagian ibu dan ay langsung balik sore harinya.


Ada kisah kacamata ini dan juga paket yang bikin gemes pas P3 ini nih, jadi ceritanya mas Jek merasa kacamata yang dia pakai gak nyaman buat dia pusing, kacamata ini baru aja diganti lensanya menyesuaikan dengan hasil periksa mata terakhir dan baru dia pakai, ndilalah kacamata cadangan gak dibawa, jadilah sepanjang jalan dari Bekasi menuju Bandung, ibu menginstruksikan orang rumah untuk kirim kacamatanya pake paket yang sehari sampe.  Hari Sabtu itu langsung deh kacamatanya di paketin ke wisma tepat mas jek nginap di Bandung. Katanya besok Minggu baru sampai karena datang kirim paketnya jam 11.00 WIB.

Tapi untuk jaga-jaga selepas kita taruh barang di Wisma, kita ngemall dulu di Cihampelas, dan cari Optik Seis dan kacamatanya ternyata terlalu kencang  jadilah dilonggarin sampe rasanya nyaman dipakainya.  Setelah itu  baru deh kita balik ke wisma lagi (alhamdulillah banget ambil opsi ini karena kacamatanya ternyata baru sampai hari Rabunya).   Karena jadwal kereta ibu dan ay masih lama jadinya numpang istirahat dulu di masjid di wismanya, kebetulan ay juga ada janjian ma temannya di Bandung yang nyamperin kita.

Ternyata ada info bawa paspor yang terlewatkan, jadi walaupun belum jelas siapa nanti yang akan berangkat tapi tetap harus siap-siap semuanya harus mengumpulan paspor. Atas saran teman ay, paspor akan kita kirim pake X-Trans besok Pagi (senin Pagi), jadi senin paginya jam 6 pagi ibu ma ay ke X-Trans Sudirman dan disana minta tolong teman ay yang akan ambil di Pasteur dan yang akan serahin ke mas jek, siangnya sudah dapat kabar paket Paspor  sudah sampai dan ternyata paket kacamatanya belum sampai  juga senin itu dan baru sampai hari Rabunya tanggal 22 Mei 2019, hmmm apa kabarnya ya katanya sehari sampai..., kalau tau Sabtu baru sampe rabu, mungkin pilih yang reguler aja ya gak yang paling cepat ..hadeeuh senewen banget dari Senin sampe Rabu itu.

Dihari Jumat, ibu ma ay bergantian telp mas jek kasih semangat, jadi apapun hasilnya nanti, intinya jangan berkecil hati karena sudah sampai sejauh ini aja sudah luar biasa banget, jadi harus siap mental kalau kepilih alhamdulillah kalau engga tidak boleh down .

Hari Sabtu yang menegangkan akhirnya tiba, siang-siang ay ditelp mas jek, ibu dengar sayup-sayup karena baru bangun tidur dikamar, karena ibu dengar ay bilang ya udah gak pa pa mas, ibu pikir gak masuk nih.

Gak lama ay masuk kamar dan bilang kalau mas jek masuk ke Timnas, alhamdulillah banget ya, gak lama banyak WA yang kasih selamat, ternyata saat pengumuman ditayangkan LIVE di IG TOASTI Official.

Tuesday, June 11, 2019

Puasa Anak tahun ini

Selamat Iedul Fitri 1 Syawal 1440 H buat teman-teman semua yang merayakannya, belum seminggu ya lebarannya, kebetulan tahun ini sama semua lebarannya di hari Rabu 5 Juni 2019. Alhamdulilllah.

Kali ini mau update cerita puasanya Raffa nih, si kecil Ibu yang sekarang udah besar,awal Mei 2019 si bolu ini sakit,muntah - muntah terus jadilah kita antri di dr Idham RS Hermina Jatinegara di Hari Sabtu 4 Mei 2019 dari pagi sudah mau kesana, tapi melihat perkembangan bolu dulu deh, karena gak bisa makan ataupun minum karena dikeluarkan terus akhirnya sehabis Isya diputuskan berangkat ke RS.  

Puasa Ramadhan jatuh pada hari Senin 6 Mei 2019, hari itu si bolu masih pucat mukanya, sahur pertama malam senin itu dibangunkan tapi nampaknya masih tidak kuasa makan, jadilah off dulu puasanya, hari berikutnya sudah semakin membaik kesehatannya dan hari ketiga puasa ramadhan di hari Rabu 8 Mei 2019 pertama kalinya dia berpuasa, agak dramatis deh karena nenek dan tetehnya dirumah tidak tega dan heboh agar dia diijinkan tidak berpuasa lagi, bahkan sampai kirim foto ini segala. Saat ibu pulang kerja jam 4 sore, dia memang keliatan lemas sekali, tiduran aja dan kalau ditanya cuma mengangguk lemah. 



Banyak yang semangatin nih, jelang buka puasa lemas banget deh si bolu ini..

jelang bukpus

Alhamdulillah hari-hari selanjutnya sudah mulai terbiasa, gak ada acara lemas-lemas lagi, apalagi pas sepupunya datang dan main barengan, teriak-teriak naik turun tangga, lari-larian, wah sudah gak masalah lagi deh, bisa karena terbiasa ya.., tahun ini ada kemajuan dibandingkan puasa tahun lalu, makan dan minumnya jauh lebih pintar, biasanya semuanya cuma sedikit sekali, tahun ini minumnya lumayan dan makannya juga lumayan, satu lagi yang juara dari bocah ini adalah dia selalu mudah dibangunkan untuk sahur, dan kalau bangun sahur pasti langsung tersenyum manis sekali, gak ada deh ceritanya susah bangun sahur dan kebiasannya adalah tidak tidur lagi setelah sahur dan bahkan gak mau tidur siang, jadi biasanya adzan isya sudah mengantuk, jadi sukanya gak salat tarawih, tapi gak pa pa deh, insya allah semakin besar nanti semakin soleh dan pintar, puasa Ramadhan oke,salat juga Oke dan sampai puasa ke 30, bocah kecil ini sukses puasanya,kalah 2 hari puasanya diawal karena sakit.   Seperti tahun yang lalu bocah kecil ini minta hadiah puasa, mainan mobil remote dan mainan super wings untuk puasa tahun ini.  

Monday, March 11, 2019

Hotel & Transformer Center Batu

Bagaimana kalau anak SMA yang masak, dan beresin kamar serta jadi reseptionistnya yaa? jujur pas tau kalau yang beresin kamar kita anak-anak SMA seumurannya mas jek, dan alumni mereka yang supervisi hotelnya, jadinya salut dan maklum saat kita datang udah waktunya Check in, tapi masih belum bisa check in karena kamarnya belum siap, pas malam datang lagi dan disambut ucapan selamat pagi, langsung deh ibu jawab, gak salah dek, ini kan udah malam, yang dijawab sama anak abege itu kalau disini ucapannya selamat Pagi terus Bu..hahh....mamak mamak ini kaget sejenak, kok???

Kamar pilihan kita adalahan yang Deluxe Triple Room karena kita berenam jadi ambil 2 kamar, kesan pertama agak bingung kok receptionistnya masih kayak anak-anak begitu, kamarnya juga luas dan kita dapat connecting room jadi enak deh, si bolu excited selalu kalau nginap di hotel, langsung loncat-loncat dikasur, walaupun gak ada ACnya tapi  gak panas, ya iyalah ya, kan di Batu.

Uniknya kalau mau breakfast kita harus keluar hotelnya, turun dulu naik mobil ini, yang mana yang nyopirin anak kelas XIdan didekat tempat makan ada kayak panggung gitu, jadi ada jadwal acara untuk pengunjung hotel, tapi karena agenda kita padat selama di Batu jadi tidak sempat menyaksikannya.


Selesai makan, liat-liat tempat oleh-oleh dan akhirnya ngobrol-ngobrol sama Mba   yang ramah ini yang pas lagi menjaga toko tempat oleh-oleh, akhirnya kita tour sekeliling hotel tempat kita menginap, asrama dan sekolah mereka juga ada di lingkungan ini, bahkan sedang dibangun juga perguruan tinggi didekat tempat toko oleh-oleh dilingkungan yang sama.

Peternakan ayam, lele, kelinci, hidroponik, semuanya disana  itu yang  handle anak-anak abege itu lho.













Baru ini liat pohon terung ungu * norak dikit ya






Saat breakfast kali kedua, breakfastnya memang sangat sederhana sekali, breakfast pertama, chicken katsu dan  kentang goreng, cuma memotongnya agak sulit karena agak keras, menu hari kedua ini juga sederhana, jadi Breakfast with rawon, ada telur asin dan tumis kacang, rasanya enak.  Anak-anak juga menawarkan minuman Green Thea, Thai tea yang mereka buat sendiri, serta kaos-kaos sablon hasil karya mereka sendiri.

Sekolah Selamat Pagi Indonesia merupakan sekolah gratis dan berasrama untuk anak-anak bangsa dari sabang sampai merauke yang membutuhkan (yatim piatu & kurang mampu) yang sulit utuk melanjutkan pendidikan di bangku SMA.  Berikut Profil-Profil mereka.






 Kalau anak-anak lain masih sekolah, mereka praktek kerja langsung  sambil sekolah di bagi tugas siapa yang lagi tugas dan siapa yang sekolah, terbiasa kerja keras diusia muda begitu, sungguh luar biasa.

Saat pagi hari, dari balkon kita menginap, pagi-pagi anak-anak abege itu  ramai-ramai menyapu halaman belakang yang luas banget itu.   Overall, walau awalnya kaget karena tempat receptionistnya kok seperti ini, nampaknya harus dibuat yang lebih representatif lagi, overall menginap di Transformer Hotel menyenangkan. 

Hasil Timnas Indonesia di International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2019

Minggu ini sudah mulai pelatnas tahap Nasional 1 untuk peraih medali OSN Menado 2019 Bidang Astronomi, dari sekolah mas jek ada wakilnya y...