Akhirnya bisa pulang kampung juga ke Solok, Sumatera Barat setelah terakhir di tahun 1995 lalu, waktu berlalu begitu cepatnya, 20 tahun sudah berlalu.
Mendadak tetapi yang mendadak itu
justru malahan jadi, awalnya ay mau ajak anak-anak liburan ke Dieng terus tujuan berubah ke Malang
terus berubah lagi ke Bali dan yang terakhir akhirnya malahan beli tiket ke
Padang, kita berlima plus adiknya Ibu si Tu dan mamanya Ibu, total rombongan kita 7 orang, yayyy Ibu sampai gak bisa tidur malamnya karena sudah lama sekali
tidak kesana..jadi rasanya deg degan kayak mau ketemu pacar aja ,,kita berangkat Selasa sampai Jumat, lumayan deh menghabiskan waktu 4 hari 3 malam dikampungnya mamanya Ibu, setelah 20 tahun akhirnya menginjakan kaki lagi ke kampung
halaman orangtuanya ibu yang dua-duanya berasal dari Solok,Sumatera Barat, hmmm kenapa selama itu tidak pulang-pulang, saat dulu ibu dan adik yang dibawah ibu memasuki bangku kuliah, liburnya jadi tidak sama dengan libur anak sekolah, jadi mencocokkan jadwal 5 orang anak cukup sulit juga, setelah satu persatu menikah jadi lebih sulit lagi,ditambah 13 tahun lalu papanya ibu wafat, sejak menikah memang ibu lebih sering mudiknya ke Pekalongan/Semarang ke tempat keluarganya si ay, selalu tidak pas terus waktu dan dananya he he he.
 |
| Rumah di Kampung yang dijadikan tempat kost |
 |
| halaman rumah |
 |
| tempat tinggal selama disana, rumah nenek |
 |
| Jalan Lintas Sumatera |
 |
| ada pohon sawonya (saus bahasa sananya) |
Pohon Serikaya
 |
| 3 rumah yang pemiliknya saudaraan semuanya |
Tentunya banyak yang berubah dan banyak yang tidak berubah selama selang waktu 20 tahun itu, rumah andun Padang (neneknya ibu) yang dulu sudah tidak ada lagi, gempa dahsyat yang melanda Solok Sumatera Barat sudah membuat rumah tua itu menjadi miring dan akhirnya harus dirubuhkan, dan sekarang sudah dibangun lagi rumah yang baru. Andun Padang (nenek) dan adik beliau (Andun angah) serta 2 orang Om sudah wafat, serta kenalan dengan sepupu yang belum pernah ketemu, atau ketemu lagi dengan saudara-saudara yang sempat ketemu sekali atau dua kali saat mereka ke Jakarta dan bertemu beberapa orang tante lagi setelah sekian lama tidak bertemu.
Silaturahmi kerumah tante dan main-main disawah menyenangkan banget buat anak-anak, liat jawi (Sapi), kambing, dan ayam, sekali-kali liat orang bermotor yang bawa keranjang isinya baruak (beruk) yang biasanya kerjanya memetik kelapa atau orang-orang bermotor yang keranjangnya isinya anjing, pemandangan yang biasanya tidak pernah kita saksikan, wah menyenangkan banget deh. Kita juga menyempatkan diri mampir pengen tau jembatan Siti Nurbaya, jalan-jalan ke Pantai Air Manis, jalan-jalan ke Pantai Corocok, ke jam Gadang di Bukittinggi, ke Lubang Jepang, melewati kelok 44 dan mengagumi keindahan teluk bayur, danau maninjau, pantai padang, dan danau singkarak, Istana Baso Pagaruyuang, yang rencananya akan dibuat postingan terpisahnya.
Disana kirain mudah mencari waralaba mini mart yang dijakarta menjamur ternyata tidak ada sama sekali, adanya toko-toko/warung kelontong dan tidak ada gerai roti HB, raffa cari roti terus selama disana, adanya roti homamade yang dijual diwarung-warung, mayoritas isinya adalah kelapa dan rasanya enak sekali, gak kalah deh sama HB.
Kali tempat mamanya ibu belajar berenang sewaktu kecil
 |
| Halaman depan rumah tante |
 |
| Rumah Tante |
Halaman belakang rumah tante
 |
| sawah didekat rumah |
 |
| indah banget pemandangannya |
Kesimpulannya, Sumatera Barat itu indah banget , Kota Bukitingginya cantik banget juga pantai-pantainya, saat sempat nyasar malam-malam melewati kota Sawahluntopun terkagum-kagum dengan cantiknya kotanya, jarak satu tempat ke tempat lainnya memang jauh-jauh banget, serta jalannya yang berbukit-bukit begitu wah pokoknya keren banget deh.
Senang juga akhirnya bisa ketemu
Mba De yang cantik beserta keluarganya yang berombongan 9 orang ke Padang juga dan satu pesawat kita pulangnya, hi hi fotonya sayang blur maklum yang moto dan difoto sudah tepar sekitar jam 21.00 WIB jumat lalu itu.