Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Tuesday, July 27, 2021

Jalan-jalan agak jauhan dikit karena Vaksin

Terlepas dari kondisi Juni bulan lalu dan Juli ini, hoping keadaaan semakin membaik ya, jadi kalau pada periode awal Pandemi tahun lalu yang positif covid masih sedikit, mulai Juni lalu nampaknya sudah banyak sekali yang positif covid dilingkungan kita terutama diwilayah Jakarta Timur sini. 
 
 
Sampai dapat rekor dunia yang ga bagus ini.

jadi dari April, Mei, Juni ibu sudah masuk WFO lagi, 2 minggu berturut2 masuk, 2 minggu lagi libur, mulai akhir Juni sudah mulai ada kecendrungan mulai meningkat  kasus harian dan akhirnya ada pengumuman PPKM  darurat Sejawa Bali 3 - 20 Juli 2021 lalu,yang disambung PPKM Level 4 untuk DKI Jakarta, daripada bingung - bingung ya dipatuhi aja anjuran Pemerintah untuk mengurangi mobilitas, beneran lho kasian sama Nakes sebagai garda terdepan, kita masih bersyukur masih gak kemana-mana dirumah aja, mereka harus tiap hari berhadapan ma keriuhan di Rumah Sakit, saat lagi banyak-banyaknya bahkan ga ada istirahatnya, kerja gak ada libur dan sampai malam pulaks, ini pengalaman pribadi adik ibu si ti yang kerja di RSUD di Jakarta sebagai dr Spesialis Paru, moga sehat  sehat terus ya bu dr dan juga para nakes semuanya.

Balik ke Vaksin ya,dirumah ibu yang pertama vaksin, dari tempat kerja.  Kalau dirumah belakang nenek sudah vaksin karena kan Lansia didahulukan dan TU sudah vaksin karena dia Pegawai Pemerintah. Dan tempat vaksinnya jauh juga nih dari rumah, diluar kota alias di Depok, secara sudah lama gak keluar rumah karena WFH dari Maret tahun lalu dan saat dapat jadwal vaksin di bulan puasa  itu dah setahun ya gak kemana-mana, bener-bener di rumah aja, sempat keluar rumah awal tahun untuk urusan buat Visa di mas Jek, dan keperluan dia untuk persiapan berangkat kuliah, selebihnya di rumah saja.  Dan akhirnya waktu vaksin pertama tiba juga di hari Senin bulan Ramadhan itu, bener-bener jalan - jalan,ternyata di RS UI pas barengan ada beberapa perusahaan yang karyawannya vaksin disitu dan juga untuk lansia jadinya rame sekali, datang jelang jam 09.00 sudah dapat nomor antrian 175 padahal baru dimulai jam 08.00 WIB, hmm pada semangat nih nampaknya.
 
 
Senangnya ketemu teman padahal gak janjian

 
setelah di creening, dikasi pertanyaan-pertanyaan sedang flu apa engga, alergi obat apa dll akhirnya dapat scan suhu tubuh dan lanjut untuk penantian berikutnya.


cukup tertib walaupun rame dan masih berjarak

Setelah itu dipanggil, ditanya KTP dan dapat nomor lagi untuk step selanjutnya yang ternyata diukur tensi


Pas dipanggil nama untuk tensi, tensinya 130/65, terus menunggu lagi  deh  harus konsen ini perhatikan pengumumannya karena setelah tensi ini, saatnya untuk divaksin, lebih kurang jam 11 akhirnya di vaksin juga, semalam deg degan karena ini kan pas lagi puasa ramadhan ya dan takut juga disuntik, eh pas disuntik vaksin gak berasa sakit lho, jarumnya kecil, langsung diminta pindah keruangan selanjutnya dan dapat nomor 260 disini menunggu 30 menit untuk observasi setelah vaksin.
 



Setelah 30 menit ditensi lagi dan jadinya 118/87 dan dapat print selembar kertas untuk jadwal vaksin kedua sebulan lagi, hmmm beda ya, kalau pas teman ibu  pas observasi tensi awal sama ma tensi setelah vaksin, selesai deh 11.30 dah otw rumah kita, kali ini mau langsung masuk tol jadi ke Margonda raya deh sekalian sebelum masuk tol ada yang kepengin roti unyil, sekarang tambah unyil ya rotinya, sekalian deh jadi belanja  macam-macam di pom bensin itu.


Pulang kerumah perjalanan lancar,hati senang sudah beli risol frozen, roti unyil dll he he he dan setelahnya tidak ada efek apa apa selain pegal


Sebulan kemudian, saatnya vaksin kedua, kali ini cepat sekali nih selesainya, pakai yang drive thru, jam 8 mulai jam 9 kita udah meninggalkan tempat parkiran, waktu observasi juga lebih singkat cuma 15 menit saja setelah divaksin dan lupa berapa tensinya pas vaksin dua padahal dicek dua kali juga dan kali ini jajannya cuman diparkiran aja pas observasi ada yang jualan nawarin susu almond dan snack2, hmm akhirnya beli susu almondnya aja.
baju vaksin 1 dan vaksin 2 samaan nih, karena cuma baju itu yang gampang untuk keperluan vaksin

Akhirnya ada foto pas lagi divaksin, yang pertama cuma masuk sendiri dan ruangan sempit sekali cuma muat berdua dokternya, tapi tetap ya  masi harus prokes, kurangi mobilitas dan pake masker, jangan jalan2 dulu deh nunggu kondisi membaik dulu ya

trus gak usah pilih - pilih vaksin, yang ada aja dulu ya, update dirumah kita sudah pada vaksin nih kecuali si bolu raffa yang usianya masih belum 10 tahun, yang lengkap baru ibu aja 2 dosis, ayah dan abangnya serta art pulper kita vaksin di Puskesmas dekat rumah pakai pakai Astra Zeneca, si ay 6 jam setelah vaksin demam tinggi semalaman,perlu 3 hari setelah vaksin baru bisa masuk kerja ke kantor lagi, kk fai dah dapat vaksin pertama juga sama kayak ibu sinovac, ibu dan fai gak berasa apa-apa nih cuma pegal aja setelah di vaksin dan si mas di Korea sana nampaknya belum dapat jadwal vaksin jadi belum tau kapan di vaksinnya.
 
 
Teman-teman gimana, sudah pada vaksin belum?



Jadwal pelaksanaan 4 tahap penerima vaksin Kemenkes juga menetapkan 4 tahapan prioritas penerima vaksin. Untuk tahap 1 dan tahap 2 dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, sedangkan tahap 3 dan tahap 4 dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Alasan dilakukannya vaksinasi dalam 4 tahapan karena mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin. Berikut rincian pelaksanaan vaksinasi Covid-19: Tahap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Tiga kelompok yang akan divaksinasi pertama Diberitakan Kompas.com, Kamis, (7/1/2021), ada tiga kelompok besar yang pertama kali akan mendapat vaksinasi Covid-19. Kelompok pertama, pejabat publik pusat dan daerah, termasuk presiden. Kelompok kedua yakni, pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan, dan pimpinan kunci dari institusi kesehatan di daerah. Terakhir, yakni kelompok tiga yang merupakan tokoh agama di daerah. Mereka yang akan divaksin pada tahap awal diharapkan dapat menjadi panutan baggi masyarakat agar tidak ragu untuk divaksin. Pemerintah menjamin menyediakan vaksin yang aman dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Untuk tahap 1 dan tahap 2 dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, sedangkan tahap 3 dan tahap 4 dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Alasan dilakukannya vaksinasi dalam 4 tahapan karena mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin. Berikut rincian pelaksanaan vaksinasi Covid-19: Tahap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
hap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
hap 1 Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tahap 2 Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal. Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/09/200200965/4-tahapan-vaksinasi-covid-19-dan-jadwal-pelaksanaannya?page=all.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Friday, June 05, 2020

Lebaran yang berbeda - PSBB DKI Jakarta Masa Transisi

Hari ini PSBB DKI Jakarta diperpanjang dan ditambahkan kata masa transisi, diatur secara bertahap dijelaskan panjang lebar kemarin itu, dan diitengah jalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diulang lagi PSBBnya, jadi yang semula boleh buka bisa tutup semuanya lagi, semoga enggak deh, secara bertahap hari ini tempat - tempat ibadah boleh dibuka dengan kapasitas jamaah hanya boleh 50%, ibu di akhir Mei udah keluar duluan pengumuman ditempat kerja kalau diperpanjang WFHnya sampai akhir bulan ini.

Sementara sejak awal Maret rajin nonton TV nungguin Pak Yuri, lama-lama senewen juga deh jadi gak tonton lagi, mantau perkembangan di DKI Jakarta lewat sini saja, di situs Corona.jakarta.go.id, lengkap deh disini info-infonya.

Alhamdulillah Lebaran yang berbeda tapi tetap bahagia, selama hampir 3 bulan ini tidak kemana-mana dan dirumah saja, salat ied dan lebaran pun dirumah saja, seumur-umur baru kali ini salat ied dirumah lho, kalau baju baru sih memang gak wajib ya, ibu doang nih yang punya baju baru, tadinya mau dipake di acara doa bersama mas jek sebelum UN , eh acaranya bubar karena pertengahan maret dah disuruh jemput dari asrama, ujian sekolah aja keputus dan UN akhirnya ditiadakan.

Gak kemana-mana setelahnya, makan hidangan lebaran setelah salat ied dan silaturahmi via WA Video Call ma 3 adik yang gak kumpul, rumah sama-sama Jakarta Timur, yang satu kelurahan sebelahan tapi karena di kelurahannya dia banyak yang positif Covid, mereka patuh banget sama sekali gak keluar keluar rumah, silaturahmi ma saudara2 online aja deh dan kembali ke kegiatan rutin, cuci baju dan bersih-bersih rumah setelahnya. 






Wednesday, April 29, 2020

Panic Buying,Tukang Sayur Keliling dan Ramadhan kali ini

Awal Minggu pertama dirumah saja setelah Pengumuman Bapak Gubernur DKI Jakarta Sabtu 14 Maret 2020 situasi masih kelihatan normal, begitu minggu berikutnya karena ada isu lock down, terjadilah sedikit kepanikan ibu - ibu komplek dimana tukang sayur keliling tidak nongol-nongol, siang sekali jam11 an barulah satu abang sayur lewat, itu dagangannya langsung diborong ibu-ibu, yang udah tinggal sedikit sayurannya langsung kosong melompong lho, ha ha ha ibu aja gak kebagian mau beli kacang panjang, pas ibu pegang eh ada ibu-ibu yang bilang yang itu punya saya he he he., nampaknya panik semua karena isu gak boleh ada tukang sayur keliling lagi itu.

Bulan Maret lalu, di supermarket di dekat tempat kita tinggal sempat kosong stok gula pasir dan minyak goreng, kalaupun ada dibatasi pembeliannya hanya boleh maksimal 2, kebijakan yang cukup baik ya, minggu kemarin belanja groceries  online  di Happy Fresh pembelian minyak goreng sudah tidak dibatasi, kalau gula masih dibatasi gak pa pa lah hitung-hitung mengurangi pemakaian gula ya, mau mengurangi sama sekali masih belum bisa.

Sampai saat  hari ini puasa ramadhan hari ke 6  tukang sayur keliling masih ada seperti biasa dan ibu - ibu  yang awalnya belanja masih santai gak pakai masker, sekarang mulai pakai masker dan jaga jarak, ibu sendiri sudah menemukan 2 tukang sayur langganan yang bisa dibayar transfer,yang satu ibu bayarnya duluan, nanti pesan via WA malamnya, siangnya dia antar taruh belanjaannya di teras, satu lagi mamang sayur langganan, bisa pesan via WA dan bayarnya transfer hari itu juga sehabis belanja, kalau yang ini khusus beli buah dan sayur yang suka  enggak ada di mba sayur langganan.

Efek domino pandemi ini begitu besar ya, banyak orang kehilangan pekerjaannya, belanja di supermarket sudah tidak kita lakukan lagi, karena kelurahan tetangga termasuk yang banyak kasus covidnya, belanja terakhir rasanya horor sekali, supermarket belum buka sudah banyak yang datang menunggu, jadi jam bukanya ternyata di mundurkan dan begitu buka banyak sekali orang masuk, kita belanja secepat dan seefisien mungkin,mau beli daging dan ayam gak jadi karena banyak orang mengerumun disitu.   Itu terakhir belanja ke Supermarket awal April abis itu pilih online aja.

Ramadhan ini juga serasa berbeda sekali, tarawih  kini dirumah saja, tidak ada ngabuburit cari takjil lagi, patuh deh gak jalan-jalan, keluar rumah terpaksa banget ya  pakai masker kain, biasanya ambil paket di Gardu pos Satpam keluarnya bentar aja dan dekat aja. Ramadhan ini jadi banyak merenung gak banyak ternyata yang kita butuhkan hanyalah kebutuhan dasar saja, gak mesti tiap minggu ngemall atau makan diluar atau shopping yang gak perlu dan lain-lainnya,

Hanya hal mendasar yang membuat kita bertahan dan menikmati hidup di situasi seperti sekarang.
Kebutuhan mendasar seperti sehat, aman, selamat, cukup makan, bisa tidur, bisa beribadah dan cukup cinta kasih keluarga itu hal paling penting saat ini.
Kita butuh apalagi selain itu semua?


Pinjam ini dari IGnya Erry, suka banget ma tulisannya diatas.

Berdiam dirumah terus jangan  bilang bosan ya,  jangan, kasian tenaga medis yang mesti berjuang diluar sana, spesial thanks to ti adik ibu dokter spesialis paru  yang sibuk banget di tempat kerjanya di RSUD di Jakarta,  semoga Allah selalu kasih perlindungan dan kesehatan.



Semoga pandemi  ini segera berlalu ya, kehidupan normal kembali tidak ada ketakutan dan juga kekhawatiran lagi, mamang mamang sayur dan mba sayur pada sehat semua, selama masih ada tukang sayur keliling rasanya tenang hati ini dan buat semua orang yang mesti keluar rumah untuk bekerja dan terutama orang-orang garda terdepan yang melawan Covid 19 semoga selalu dalam LindunganNya, Aamiin

Thursday, November 15, 2018

Tahun terakhir di SD dan Pemotretan BT Tema Sports

Sudah diakhir masa sekolah Dasar aja nih, abege ibu yang kedua ini baru aja pemotretan untuk buku tahunannya bulan yang lalu, hasilnya kelasnya kaka Fai dapat tema Sports, dan sportsnya dibagi-bagi lagi dan kaka Fai dan beberapa temannya kebagian yang olehraga bela diri, kaka Fai pakai kostum Taekwondo, alhamdulillah, enak gak ribet secara kita punya kostumnya dirumah dan propertynya lainnya sudah ada yang bawa.

Kalau pas mas jek dulu, pemotretannya di Jugle Land,kalau kaka Fai deket ajah nih di TMII, tepatnya di anjungan Tionghoa, pagi-pagi kaka Fai sudah diantar Ay kesekolah, disepakati jam 6 Pagi sudah harus disekolah, dengan pertimbangan semakin siang semakin panas jadilah berangkat Pagi-pagi, ibu dan ay gak bisa anterin karena hari itu raffa ada Acara ujian kenaikan sabuk taekwondonya.

Raffa selesai, langsung jemput kaka Fai di Taman Mini, senangnya Toll Jorr sangat bersahabat, PP lebih kurang 1 jam saja, saat ibu jemput, pemotretan kaka Fai pas banget sudah kelar.

Begini nih foto-fotonya:


bersama walas, Miss Suci





Buat Formasi Angkatan


dilihat dari atas
Ps. foto-foto didapat di WA Grup


Gak sabar liat hasil Buku tahunannya nanti.



Thursday, November 08, 2018

Tol dan ke Bandung

Sejak setahunan lalu, Tol Jakarta-Cikampek jadi menakutkan sekali untuk kami, kenapanya  karena ini nih, 4 Proyek Mulai Dibangun, Jakarta-Cikampek Makin Macet hingga 2019.  

Ke Bandung 1 Minggu 16 September 2018

Tapi pengalaman sebulan 3 kali bolak balik Bandung ternyata tidak terlalu menakutkan lho, jadi pertama kali kita ke Bandung saat mengantarkan Mas Dzaky untuk Pelatnas I dimana tempatnya di Dago Hills Bandung, saat pertama kali itu  berangkat di hari Minggu Pagi yang cerah, niat berangkat jam setengah 6 pagi kenyataannya  berangkat satu jam lebih lambat dan ternyata tanpa disangka dan diduga jalanan lancar sekali, jalan tol yang artinya jalan bebas hambatan benar-benar bebas hambatan, jam 8 Pagi kita berhenti di Rest Area Km 88 untuk istirahat sejenak,Pak Sopir mau ngopi  dulu kebetulan komplit formasinya, kita berlima ditambah Pak sopir dan ada teteh yang ikutan, nenek pondok kopi sedari Jumat sedang ke Banyuwangi padahal kepengen banget antar mas jek.

Sampai Bandung masih Pagi jadilah diputuskan jalan-jalan dulu, akhirnya dadakan jadilah  mampir ke Rabbit Town , setelahnya melipir ke Geger Kalong, ceritanya pas banget nih, ada Saudara ay dari Pontianak yang ngabari lagi di Bandung dan mau balik ke Jakarta, jadilah kita jemput dulu, selepas itu ternyata sudah berasa perut keroncongan ya padahal baru jam 12.30 lho, walaupun siang itu terik banget di wilayah geger kalong tapi anginnya dingin dan airnya dingin.
Perumahan di Geger Kalong

Jauh jauh ke Bandung makannya di Sate Pak Kumis  999 (Betawi Sate Restaurant), maklum gak tau makanan apa yang enak disekitaran situ.




Maksibar di Sate  Pak Kumis 999

Sehabis Makan siang, antar mas jek ke tempat yang akan dia huni sebulan kedepan, teman sekamarnya dari Gorontalo sudah datang.
Mas Jek dan teman sekamarnya


Sebelum balik Jakarta
Sore jam setengah 3 sudah sampai di Kartika Sari Dago yang penuh itu dan satu jam saja dong untuk masuk ke Tol Pasteur, OMG, gak nyangka banget ternyata lama juga ya dan setengah 9 malam akhirnya tibalah kita dirumah setelah berhenti sebanyak 3 kali di Rest Area.

Jakarta-Bandung 2.5 Jam
Bandung -Jakarta  5 Jam

Ke Bandung ke-2 Sabtu 29 September 2018

Walaupun menyadari kalau tanggal segitu tanggal muda, hari Sabtu pulaks tapi berhubung sudah 2 minggu berlalu dan jadwal mas jek yang padat banget kebetulan ada jadwal Free sekitar 3 jam dari 14.30 sd 18.30, jadilah kita bertekad lagi untuk ke Bandung. Dari Subuh udah cek Waze perkiraan ke Bandung sekitar 3.5 jam.  Berangkat pukul 06.30,  belum sampai Gerbang tol Cikampek saja sudah tersendat, 1 Km aja ditempuh lama sekali, dan pagi itu yang sarapan nasi cuma Ibu saja yang lainnya cuma makan roti, jadinya mulai tersendat sebelum tol Cikampek itu sampai ketemu Rest Area rasanya lama benar, dan akhirnya sampai juga di Rest Area selepas tol Cikampek itu.  Antrian di toilet wanita wauww banget, walaupun banyak pintu toiletnya tetapi orang yang antri jauh lebih banyak jadinya serasa antri toilet di Rest Area kayak mudik lebaran aja deh.  

Selepas itu, ibu gantiin ay yang sedang antri KFC, karena KFCnya kecil, ay gak mau makan disitu, ay langsung ke Mini market gitu beli snack snack, minuman dll.




Setelahnya langsung deh pada makan di mobil, masih di rest area itu, jadi ceritanya orangnya lagi isi bensin juga, karena masih belum lapar hanya ibu yang gak makan, jadi 2 bocahnya ibu dan ay makan, ibu bagian yang buka saus tomat dan fotoin mereka makan.  Setelahnya perjalanan lancar sampai kira kira Km 90-an ada hambatan lagi, jalan yang sebelah kiri entah diapakan di Km 90 an sekian itu sehingga macetnya jadi lama dan panjang, jam 12 baru kita keluar tol Buah Batu,langsung buka Waze menuju tempat Lunch Favorit kita Mie Bakso Akung, yang mana ibu salah pesan biasanya yang pesan emang si ay, karena ay lagi cari tempat parkir, ibu yang pesan, mie yamin jadi mie rebus, untung pesanannya bisa diganti 2 mie rebusnya tetap, 1 dimakan ibu, 1 dibungkus yang akhirnya diberikan ke Ibu yang ada didepan Mie Akung dan 1 diganti Mie Yamin dan satu pesan lagi Mie Yaminnya, wuiihhh kacau banget deh. Ketemu mas Dzaky pas banget jam setengah 3, dan pasnya mas Dzaky perlu buku dan alat-alat tulis lainnya sehingga kita keluar bentar untuk cari keperluannya mas jek, gak lama teman mas jek ikutan bergabung, setelah dapat buku tulis dan alat tulis, mampir sebentar ke Toko Perlengkapan naik Gunung karena teman mas Jek yang sama sama dari Jakarta gak kuat dinginnya Bandung dan mau beli sarung tangan.  Setelahnya kita ngobrol-ngobrol bentar saja dan 16.30 kita sudah pamitan ma mas jek, kali ini mampirnya ke Kartika Sari lagi, tetap yang di Dago sebelum keluar tol Pasteur. Sampai Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB tanpa berhenti sama sekali sepanjang perjalanan.

Sebelum balik Jakarta

Jakarta-Bandung 5.5 Jam
Bandung -Jakarta  3.5 Jam

Ke Bandung 3 Minggu 14 Oktober 2018

Kali ini niatin Pagi juga,04.30 udah bangun semua, cuma pagi-pagi ada sedikit drama nih, nungguin Affa yang mimisan berhenti mimisannya dulu sampai setengah jam bisa berangkat sebelum jam 6 nih, jam 5.45 udah siap kita semua, udah sarapan pulaks, karena si mas udah kelar acaranya Malam minggunya dan udah kepengen pulang nih, jadi pas dia WA Ibu jam 7 Pagi, kita udah mau sampe tujuan, masih di jalan sih tapi udah mau keluar tol Pasteur, jalanan lancar, amat lancar bahkan. Karena ada yang mau ke Toilet kita berhenti lagi di rest area km 88 itu, kali ini personel kita ditambah nenek,jadi kita berempat jadi berlima ma nenek.

Affa dan Nenek

Sepinya
Setengah jam kemudian kita sudah sampai ke tempat mas jek Pelatnas di Dago Hills.  Kalau yang kedua kali kesana kita cuman bentaran aja gak nengok ke kamarnya, kali ini semuanya ke kamar mas Jek dengan tujuan bantuin bawa barang bawaannya dia nih. Kalau Pas datang sebulan lalu kan gak barengan datangnya langsung sigap tuh petugas hotelnya bawain kopernya mas jek, ini karena pas pulang kan waktunya barengan, jadi dibantuin deh rame-rame sama adik-adik, Fai dan mas jek bagian bawa koper naik tangga, iya gak ada liftnya, tangga tangga gitu tempatnya.


Setelahnya mampir ke tempat Saudara di Dian Permai, lanjut lagi ke Mie Akung sampai Mie Akung jam 10.30 dan karena gak mau kesorean abis dari situ langsung cari oleh-oleh di Kartikasari Buah Batu dan jam 12 sudah masuk tol dan perkiraan wazenya pas banget jam 2 siang kita sudah sampai rumah.

 Jakarta-Bandung  lebih kurang 2.5 Jam
Bandung -Jakarta  lebih kurang 2.5 Jam

Tanggal tua dan tanggal muda, ternyata pengaruh juga ya.

Tuesday, July 18, 2017

Silaturahmi Lebaran 2017 Masehi/1438 H

Biasanya setiap lebaran rumah kita didatangi keluarga kakak ipar dari Semarang, karena ibu mertua sudah tidak ada, lebaran kali ini kami memutuskan untuk berlebaran ke rumah kakak ipar, memang tidak pas di hari pertama karena ada mamanya Ibu dibelakang rumah, orangtua kami yang kini tinggal satu-satunya yang kami miliki.

Jadi hari lebaran pertama di Jakarta saja, seperti biasa selepas salat Ied, menyambangi makam Papanya Ibu yang letaknya diseberang masjid, TPU Pondok Kelapa Tanah Merah dan setelahnya ke makam mama mertua yang awal Juni lalu wafat yang bisa di tempuh berjalan kaki setelah dari TPU Pondok Kelapa Tanah Merah.
Makam Papa di TPU Pondok Kelapa Tanah Merah

Makam Mama/Mertua di TPU Pondok Ke[apa

Rumah Ibu Naimir Muluk Perumnas Klender
Setelahnya menyambangi tetangga-tetangga, tetangga adalah saudara kita yang terdekat, jadi penting sekali bersilaturahmi ke tetangga, apalagi di hari Lebaran.  Setelahnya seperti biasanya kita ke rumah tantenya Mamanya Ibu di Nusa Indah, Klender.  Biasanya satu lagi kakanya mamanya Ibu, cuma tahun ini mereka berlebaran di Solok Sumatera Barat, di kampung halaman sana. Hari ke-2 kami kedatangan tamu dari Pontianak, selepas mendarat di bandara Soetta, Tantenya ay dan anak serta cucunya langsung ke rumah kami, dan setelahnya menziarahi makam kakak kandung beliau, waktu mama mertua kami wafat Sabtu 3 Juni lalu, adik kandung beliau tidak sempat datang karena kaki beliau sedang sakit, alhamdulillah setelah sehat akhirnya bisa ke Jakarta, usia tante sekarang 78 tahun. Dan tinggal 2 bersaudara sekarang setelah wafatnya kaka beliau/mama/mama mertua kami.
Keluarga dari Pontianak
Lebaran day 3 perjalanan kita lancar, singgah 8 jam di Pekalongan, bukan singgah sejenak ya, lama juga karena sempatin untuk silaturahmi ke keluarga Pekalongan 8 jam berhenti di Pekalongan ini, dan ketemuan sama teman-teman ay kecil disini, ke om dan tantenya ay, di Semarang juga sempat singgah ke rumah tantenya ay, selepas perjalanan Pekalongan Semarang dimana hari udah malam dan kita belum makan malam, disuguhi tahu bakso hangat rasanya ruarr biasa banget sampe lupa foto-foto di rumah Tante Mien.
Teman-teman di Pekalongan
Keluarga Pekalongan
Lebaran day 4 kami berangkat keYogya, di Yogya memang gak ada saudara sih,yang ada teman-teman ay kuliah yang sudah kayak saudara, karena ay kuliah di Yogya dia selalu suka kesini, silaturahmi dengan Om Dugoeng dan keluarga dan Lebaran Day 5 di Yogyakarta sebelum balik Semarang sempatin ke rumah Om Teguh dan Lebaran Day 6 dan 7 kita habiskan di Semarang bersama keluarga Semarang, Lebaran Day 8 Silaturahmi ke keluarga Pekalongan lagi, kerumah saudara yang belum sempat disinggahi waktu transit 8 jam kemarin di Pekalongan.
Keluarga Om Dugoeng
Om Teguh dan Ibunya

Lebaran Day 8 bersiap kembali ke Jakarta dari Pekalongan dan tidak lupa berziarah ke makan Daddynya ay/papa mertua di Sapuro Pekalongan dan alhamdulillah perjalanan pulang, lancar,   Tol Cikampek yang dikuatirkan cukup bersahabat hari itu,  memang lebaran ini diniatkan tujuan utama silaturahmi, jalan-jalan dianggap sebagai tujuan tambahannya dan semoga selanjutnya bisa terus menyambung  tali silaturahmi.
Makam Eyang 3 boys di Sapuroo Pekalongan

Tante Sri Pekalongan

Keluarga Almh Mba Jeki Pekalongan
Tante Ning Pekalongan
Keluarga Pekalongan versi lebih komplit

Thursday, December 27, 2012

Sebentar tapi seru...

Hari Senin kemarin, kita jalan lagi ke Ancol nih, seperti biasa kalau gak ramai-ramai perginya pastinya kurang seru ya, diajaklah Kayra sepupunya 3 boys dan mbaknya, bundanya Kayra (TA) mau ikutan juga, jadi tambah rame deh. Kita berangkat dah siang, jam 9-an baru berangkat dari Rumahnya Kayra dan sampai disana sudah mulai antri di pintu masuknya, tiket masuk masih sama seperti biasanya 15 Ribu untuk usia 2 tahun keatas dan 20 Ribu untuk mobil. TA usul di pantai yang agak sepi ajah di dekat Segarra, sementara yang di Beach Pool sekitar jam 10.30 an itu suasananya sudah rameee bangettt ...hmmmmm, memang masih sepi, jadilah kita akhirnya main-main air dan pasir aja, kalau pas kesini bulan April lalu, Raffa masih baby banget, cuma tidur dan nenen ajah pas diajak ke Ancol, kali ini Raffa dah bisa ikutan main pasir dan air, Raffa senang banget, gak ada takutnya deh dia....ceria sekali dan main-main pasir dan air sama Kayra, sementara mas Dzaky dan Kak Fai asik main berduaan.

Thursday, July 19, 2012

Lanjutan Tawuran di Buaran

Kemarin sore, lebih kurang pukul 17.30  ibu seperti biasa lewat daerah Buaran ini naik Metro Mini, dari awal naik, ibu sudah terkantuk kantuk gitu dan ambil posisi nomor 2 dari depan dekat kaca disebelah kiri, tiba-tiba ketika berhenti sebentar di lampu merah buaran, terjadi keributan..ada beberapa pelajar yang menaiki bus yang ibu tumpangi dan mulailah hujan batu selama sekian detik yang menegangkan itu., ibu-ibu sudah pada teriak minta supirnya supaya ngebut karena kalo gak ngebut pastilah semakin parah lemparan batunya...suasana sudah heboh dan panik, sampai kenek berbaju merah nongol dan mukanya sudah gak kelihatan karena penuh darah,entah dia kena lemparan batu - batu atau kena pecahan kacanya, ibu sendiri refleks langsung taruh tas biru nyamping kiri dikepala, maksudnya kalo ada batu yang sampai dikaca sebelah ibu, ibu masih bisa melindungi kepala ibu , kaca  didepan depan ibu duduk pecah semuanya dan anak abege perempuan yang didepan ibu kena pecahan kaca, ibunya disampingnya marah-marah ke anak sekolah yang naik itu, jadi menurut dia, karena kalian, semua orang didalam bus jadi kena getahnya, salah satu anak SMP yang menjawabnya agak nyolot tiba-tiba dihujani bogem kenek yang mukanya berlumuran darah itu...kali ini ibu-ibu berperan lagi, ibu-ibu bilang kasian karena tuh anak akhirnya nangis juga memohon - mohon katanya dia anak SMP dan dia juga gak tau salahnya apa sehingga dikejar-kejar oleh anak STM...suasana masih heboh, mba-mba kuliahan yang posisinya relatif lebih aman disebelah kanan ngomong sambil nangis ke ibu" tolong saya bu, tolong saya bu", aduh...ibu juga gak bisa ngapa-ngapain, cuman bilang kedia, sabar ajah mba, gitu doang, trus penumpang yang rata2 ibu-ibu minta turun walau belum sampai tujuan akhir di Pondok Kopi, melihat kemarin, ibu bersyukur gak kenapa-napa tapi ibu masih gak habis pikir, buat apa baru masuk sekolah pake tawuran segala, kenal juga engga dan membahayakan orang-orang yang tidak bersalah, maunya apa coba? sekolah kok cuman buat tawuran, gak kasian sama orangtua yang cari uang biaya sekolah mereka dan gak mikirin orang - orang yang mesti menanggung penderitaan karena ulah mereka.....capeeee deh...., pagi ini ibu buka detik dan ternyata peristiwa yang ibu alami kelanjutan dari berita dibawah ini...Sekalian yah di postingan ini jelang puasa, mohon dimaafkan kalo ada salah, mudah2an kita bisa menjalani ramadhan ini dengan baik.  Amin.

Wednesday, October 07, 2009

Lebaran kami....

Alhamdulillah tahun ini kayaknya kompak nih kalo 1 Syawal jatuh di hari Minggu, 20 September 2009, di lebaran kali ini kami sekeluarga berlebaran di Jakarta saja tepatnya di Pondok Kopi,biasanya kami sekeluarga melewatkan lebaran di tempatnya budenya FaiDzaky di Semarang, puasa hari - hari pertama kami sibuk pindahan lagi nih, kali ini pindahan dari rumah nenek ke rumah kita persis di belakang rumah nenek, setiap sabtu - minggu dicicil beres-beresnya, jadinya gak kemana - mana deh di weekend, kalo keluar pun pastinya urusan rumah yang target beres sebelum lebaran dan alhamdulillah target tercapai.

Kumpul Keluarga di Lembang sebelum ada Omicron

 Sekarang sudah normal lagi ya kayak biasanya, cerita tersisa tahun 2021 lalu. Bulan November 2021 pecah telor, akhirnya kumpul-kumpul  lagi...