Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Thursday, July 19, 2018

Ke Padang (lagi)

Awal Juli lalu, menjadi kali kedua, mas Jek menginjakkan kaki di Minangkabau Internasional Airport,kali pertama rame-rame sekeluarga untuk pulang kampung ke tempat asalnya nenek, kali kedua bersama-sama teman Wakil dari DKI Jakarta yang akan berangkat di OSN SMA 1-7 Juli 2018 di Padang.

Setelah Pengumuman untuk mengikuti  OSN di Padang 8 Mei 2018, masih ada tahapan pembinaan lagi, dijadwlkan Pembinaan Intensif di Akhir Juni 2018, dan ternyata ada Pelatihan tambahan yang harus diikuti
 INFO PENTING :

Pelatihan tambahan bidang Astronomi akan diselenggarakan pada :

Tanggal : 22,23,24,25,26,30,31 Mei dan 1 juni

Pukul : 08.00 - 14.00

Tempat : SMAN 8 Jakarta

Karena ini pelatihan tambahan di luar jadwal dinas, maka TIDAK ADA pemberitahuan resmi ke sekolah.

Pemberitahuan HANYA di grup ini saja

Mohon kalian ikuti dengan sungguh2 dan serius.

Peralatan wajib yg harus dibawa :

Alat tulis lengkap (termasuk kalkulator, jangka, penggaris,kertas2 dan buku2)

Minum/makan siang bagi yg tdk berpuasa


Jadilah, bulan Puasa itu,si mas lebih banyak puasa dirumah daripada di Asrama, karena ada Pelatihan tambahan, jadi dia ijin tidak masuk sekolah, dan tiap pagi ikut ayah dan Ibu kerja dan diturunin di SMA 8 Jakarta dan pulangnya naik Go jek .
Numpang belajar disini

Jadwal pelatihan juga membuat si mas Jek cuma bisa ikut UAS 1 hari saja di jadwal UASnya, jadilah sebelum libur panjang jelang lebaran, dia UAS Susulan mulai Sabtu,  Minggu dan  selesai di hari Senin 11 Juni 2018  UAS Susulannya .

Libur lebaran ternyata masih banyak juga tugas yang diberikan guru Pembina, jadi tugas harus diselesaikan sebelum mereka memulai Pelatihan Intensif setelah libur lebaran, seperti biasa si mas gak ada ceritanya kenapa dia pas mudik itu bawa bawa tas sekolah dan selalu ngerjain sesuatu sampai di hari Lebaran ke-4 itu nomor handphone Ibu di add masuk ke Grup OTM Astronomi, ternyata Ibu Guru pembinanya bilang dia kasih tugas anak-anak lumayan banyak dan mohon agar otm bisa mensupport,walah tau kayak gitu khan, gak ibu ajak silaturahmi sampai malam sekali ya, biar dia manteng aja di hotel buat kerjain tugasnya, kebetulan lebaran hari ke-3 dan ke-4 kita sedang menginap di Hotel Namira dan kemudian Pindah ke hotel Santika Pekalongan. Jadilah setelah pulang kembali ke Jakarta hari Rabunya, Kamis masuk kerja lagi,tersisa waktu 5 hari buat kerjain tugas yang mana kayaknya begitu pelatihan  intensif hari Senin tugasnya yang segambreng itu masih belum kelar.

Setelahnya disibukkan dengan Pelatihan Intensif yang mana kali ini Pelatihannya menginap dan tempatnya di sekolahnya dia sendiri.



Senang sekali Otm selalu dapat update kegiatan anak-anak mereka di Grup, saling mendoakan dan saling mendukung.

Pelatihan Intensif dimulai sehabis lebaran Senin 25 Juni 2018- Kamis 28 Juni 2018, Mulai Pagi sampai Sore dan dilanjutkan sampai tengah malam dan berakhir di Jumat Sore 29 Juni 2018, setelah acara Pelepasan di SMAN 1 Jakarta, mereka masih lanjut lagi belajar sampai Sore.

Kebetulan Jumat Pagi itu ibu dan ay ke sekolah mas untuk ambil Raport, dan masih sempat ketemu Grup Astronya si mas, kenalan sama 5 orang temannya yang beda beda sekolahnya, ada yang dari SMAN 47,SMAN 8 dan SMAN 81,SMAN 89 akhirnya sebelum mereka berangkat upacara pelepasan kontingen DKI Jakarta, mereka diminta pose dulu deh, sambil pesan nantinya minta foto-foto mereka di Padang nanti.
Di SMANU MH Husni Thamrin
Minggu 1 Juli 2018 sesuai perjanjian, jam 5 subuh kita  sampai di Bandara Soetta, kumpul diterminal 1 C, sehabis check list nama, langsung kita salat subuh, maklum deh kan agak jauh rumah kita dari Bandara Soetta, jadi berangkat lebih kurang 1 jam sebelumnya, ibu dan ay aja yang antar, ramai banget di bandara, diterminal itu semuanya rata-rata antar anak-anak mereka yang mau ke Padang, dan dapat foto-foto mereka selama  di Padang dari  OTM yang ikutan menemani anak-anak kesana dan juga dari Bu Eka, ibu guru  Pembina.

Hasil ngobrol dengan salah satu otm yang antar anaknya juga dan kebetulan satu kelas dan satu sekolahan, dia bilang walaupun sekolahnya sudah misah-misah, mereka sudah saling mengenal karena mereka belajar ditempat yang sama, mereka banyak belajar di KPM Bogor, ada juga yang belajar di Wardaya College atau belajar intensif disekolah mereka masing-mas, baru dengar nama KPM itu pas di bandara itu, langsung googling dan ketemu tentang KPM yang dibilang ibu itu, rata-rata anak-anak itu sudah pengalaman ikutan kompetisi di mana-mana, terutama ikutan kompetisi di Luar Negeri, wah luar biasa banget ya, kalo ibu terus terang baru tahun ini tahu soal Olim ini, sejak mas jek terpilih ikutan mewakili sekolahnya itu, jadi ibu sama terbengong-bengong gitu ya ternyata mereka memupuk kemampuan mereka itu sejak dini, belajar kesana belajar kesini, ruarr biasa banget ya, biasa santai-santai aja, ibu gak mau maksain anak belajar,  dan ini pertama kalinya mas jek ikutan kompetisi tingkat Nasional kayak begini. Dan baru paham kalau "Hasil tidak pernah mengkhianati Usaha".

Peserta yang mendapatkan medali, otomatis akan bersaing di Pelatnas untuk maju ke Kejuaraan Astronomi Internasional tahun depan di Hungaria, menurut si mas Jek kalau yang udah duduk di kelas XII mereka tidak punya pilihan harus ikut Pelatnas kalau dapat medali di OSN sementara yang duduk dikelas XI masih punya pilihan apakah mau ikutan OSN lagi atau mau ikutan pelatnas, tapi yang dapat medali Emas sih gak boleh ikutan lagi tahun depan bidang yang sama harus ganti bidang.

Foto-foto kebanyakan dari WA Grup, dari Bu Eka Ibu Guru pembinanya, terimakasih Bu Eka.





Formasi jemput komplit, adik-adik lengkap dan bahkan nenek ikutan juga

Hasil akhirnya mereka berenam mendapatkan 2 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu, bahagia sekali semuanya ya, semua bawa pulang medali dan juga berhasil membuat DKI Jakarta menjadi Juara Umum lagi. Selamat  ya Tim Winter Hexagon, "very Proud of You All"

Wednesday, December 07, 2016

Soto PAMI Silungkang yang Yummy

Bersih bersih blog kelamaan didiamkan nih...

Secara tak sengaja, waktu pulang kampung Desember lalu (udah setahun ternyata ya), kami tersasar setelah jalan-jalan ke Bukittinggi,lanjut ke Istana Pagaruyung Batusangkar, nyasar pas mau pulang ke Solok.  Mau pake google maps gak bisa karena HP kita gak bisa internet-an, baik yang Pasca bayar maupun yang  Pra bayar, Pak Sopir yang orang lokal aja bisa nyasar, awalnya kita gak curiga kalau nyasar, tapi begitu ditanya kapan nyampenya, jawabnya sejam lagi terus, barulah kita sadar kalau kita lagi nyasar.

Berhubung lagi jalan-jalan, jadi nyasarnya dinikmatin aja, jadi bisa melihat cantiknya kota Sawahlunto pada saat malam hari, dan saat perut sudah minta diisi lagi,saat hari malam,mampirlah tanpa sengaja kita kerumah makan yang ini, Soto Pami  namanya, sengaja cari tempatnya yang lumayan besar dan lumayan rame, khan kalau tempat makan yang ramai itu biasanya khan enak makanannya.  Dan ternyata, nyasar yang membawa berkah, bisa ngecharge hape dan ada wifinya euyyy, senangnya ruarr biasa, karena baru kali ini ketemu tempat yang ada wifinya disini, saat jalan naik turun bukit begini.






Yang menakjubkan, makanannya enak-enak rasanya, itu Mienya Fai yang keliatan merah merah gitu kayak pedas banget itu ternyata tidak pedas dan rasanya enak banget, gak ada yang gake enak, enak-enak semuanya, ih kok bisa ya.

Jadi kangen pengen pulang kampung lagi dan makan soto pami lagi.


Friday, January 29, 2016

Berkunjung ke Pantai Air Manis melihat Batu malin Kundang

Jangan bosan ya, ceritanya masih saja  berkutat di Sumatera Barat, selepas mendarat di Bandara Minangkabau, anak-anak sudah tidak sabaran untuk melihat batu malin kundang,jadi setelah singgah sebentar di Jembatan Siti Nurbaya, tujuan berikutnya adalah ke Pantai Air Manis ini.  Kaka Fai bertanya-tanya apa bisa orang jadi batu, Legenda Malin Kundang ini memang terkenal sekali.

Batu yang menyerupai manusia bersujud ini memang buat penasaran, selepas jembatan siti Nurbaya, langsung deh kita ke Pantai Air Manis tempat Batu Malin Kundang berada.





Ini dia Batu malin Kundangnya

















Ibu yang tidak suka ma Pantai, cukup jauh-jauh saja, takut migren melanda euyyy, tapi kalau ke Sumatera Barat dan tidak suka sama Pantai rugi deh, karena pantai  dan danau terus ketemunya. Saat kita kesana sepi sekali hanya ada beberapa keluarga lainnya selain kita, sarana dan prasana juga masih kurang, untuk beli sandal jepit saja tidak ada yang menjual, hmmm tapi tidak tahu juga sih, mungkin karena masih belum musim libur ya, jadi sepi sekali.

Siapa Sangka setelah kunjungan ke Pantai Air Manis dan dilanjutkan  ke Pantai Carocok Painan  malah jatuh cinta dengan  Pantai Carocok Painan.  Benar juga ya tidak boleh tidak suka yang berlebihan, alih-alih benci nanti malah cinta. Tidak berlama-lama di Pantai ini karena keburu hujan, awalnya cuma gerimis tiba-tiba langsung berubah menjadi deras. Menuju pantai berikutnya, kami mampir di Mart setempat dan membeli beberapa pasang sandal jepit dan camilan yang ternyata sangat berguna selama di perjalanan.

Setiap tanya ke Pak Sopir, dijawabnya dekat kok Pantainya, jaraknya sekitar 75 Km dengan medan berbukit bukit yang luar biasa indahnya, dan nampaknya walaupun di bukit semua mobil itu ngebut, jadi jalannya kayak kita mau  naik ke Tangkuban Perahu, untunglah anak-anak telah terbiasa dengan medan seperti itu.

Perjalanan Pulang lebih menakjubkan lagi, apalagi hari mulai gelap dan hujan turun cukup lebat, perkiraan di Google map meleset sedikit saja, hanya setengah jam, pukul 20.00 Wib akhirnya kami  sampai dengan selamat  ke Kampung halaman di Sumani, Solok, Sumatera Barat.


Tuesday, January 12, 2016

Makan Itiak Lado Mudo Lansano bonus pemandangan Ngarai Sianok

Hari kedua mudik, tujuan kami adalah Kota Bukittinggi, start dari Solok, sampai bukittinggi berasa deh hawa kotanya, udah mulai ketemu sama macet. Jadi selepas dari lubang jepang tujuan pertama kami pas sekali dengan saatnya makan siang, ada yang penasaran dengan itiak lado muda maka bertanyalah kami ke Uda Yudi Guide kami selama di lubang jepang, ada 2 rumah makan itiak lado muda, kami bertanya mana yang tidak pedas, dia bilang yang lansano tidak sepedas rumah makan yang akan kami lewati pertama, tapi justru rumah makan yang pertama yang lebih banyak diminati , karena ada anak-anak jadi kita putuskan yang lansano saja yang jadi pilihan kami.



Ini bintang utamanya, Itiak Lado Muda yang paling terakhir datangnya.

Monday, January 11, 2016

Cantiknya Pantai Carocok Painan

Secara  kita perginya  mendadak, jadi kita gak buat itenerary, kita sebutkan saja , tempat-tempat yang mau kita kunjungi dan kita minta Pak Sopir, namanya Bang Ucok untuk mengatur tempat yang mana dulu yang akan kami kunjungi.

Selepas dijemput di bandara, langsung mampir kerumah om yang tidak terlalu jauh dari bandara untuk sarapan ketupat sayur plus ketan dan duren, tujuan hari pertama itu mampir ke Jembatan Sitti Nurbaya,lanjut  ke Pantai Air Manis Padang  dimana ada batu malin kundang, dan setelah itu mengunjungi Pantai Carocok Painan.

Saat tiba di Pantai Carocok Painan, kesan pertama, kok begini aja ya Pantainya, disini sapi-sapi (jawi) bebas berkeliaran begitu, banyak yang lagi santai-santai dibelakang kita, dan karena jalannya seperti kalau kita ke TSI Cisarua Puncak, Raffa kirain kita sedang ada di Taman Safari karena banyak anjing dan sapi berseliweran di tempat parkirnya ini, saat kita kesana tulisan Carocok Painan sedang dikerjakan. Dia tanya terus, bu kita ke Taman Safari ya..he he he

Setelah membayar Parkir Rp.5 ribu, kita segera berjalan ke arah belakang, dan mesti bayar tiket  masuk Rp. 5 Ribu/orang.

Dari sini langsung kelihatan betapa cantik pantainya, langsung jatuh cinta euyyy, langsung deh ambil foto-foto cantiknya, biasanya ibu tidak terlalu suka pantai, berhubung dari Pantai Air Manis Padang kesini ditempuh sekitar 2 jam perjalanan, disini jadi pengen lama-lama dan memang betah berlama-lama lho, lengkap buat yang suka olahraga air pastinya suka banget, bisa menyebrangi pulau juga, tapi kok ya gak kompak nih  ada yang mau ada yang engga, diajak flying fox, mas dzaky dan kaka fai juga gak mau, jadilah yang flying fox cuma tu aja, dan akhirnya kita duduk-duduk santai aja di tepi pantai sambil makan rambutan dan melihat orang yang mancing.

Monday, January 04, 2016

Berhenti sejenak di Jembatan Siti Nurbaya



Tujuan pertama jalan-jalan kita adalah Jembatan Siti Nurbaya, bagi anak-anak generasi 80-an tentunya tahu dengan cerita sitti nurbaya, anak-anak sekarang tahu enggak ya,  2 anak terbesar ibu baru tau saat diceritain  ....ngetop sekali di TVRI pada jamannya. Jembatan Sitti Nurbaya jadi ikon unik kota Padang saat sekarang ini, Karena lewat, jadilah mampir sebentar untuk berfoto biar ada kenang-kenangannya.


 View dari jembatan

Wednesday, October 07, 2009

Lebaran kami....

Alhamdulillah tahun ini kayaknya kompak nih kalo 1 Syawal jatuh di hari Minggu, 20 September 2009, di lebaran kali ini kami sekeluarga berlebaran di Jakarta saja tepatnya di Pondok Kopi,biasanya kami sekeluarga melewatkan lebaran di tempatnya budenya FaiDzaky di Semarang, puasa hari - hari pertama kami sibuk pindahan lagi nih, kali ini pindahan dari rumah nenek ke rumah kita persis di belakang rumah nenek, setiap sabtu - minggu dicicil beres-beresnya, jadinya gak kemana - mana deh di weekend, kalo keluar pun pastinya urusan rumah yang target beres sebelum lebaran dan alhamdulillah target tercapai.

Kumpul Keluarga di Lembang sebelum ada Omicron

 Sekarang sudah normal lagi ya kayak biasanya, cerita tersisa tahun 2021 lalu. Bulan November 2021 pecah telor, akhirnya kumpul-kumpul  lagi...