Walaupun udah sempat liat-liat reviewnya hotel ini, kita masih belum booking juga, karena masih galau antara jadi berangkat atau tidak ke Semarangnya karena si boluraffa agak kurang enak badan dan selain itu, menginapnya juga masih galau antara menginap di Pekalongan dulu semalam baru lanjut ke Semarang.
Setelah menghabiskan waktu sekitar 4.5 jam di Kota Pekalongan, perjalanan kamipun berlanjut, saat dalam perjalanan menuju Semarang, barulah diputuskan untuk memesan online Louis Kienne Simpang Lima Semarang, sambil memijat Raffa yang tiba-tiba demamnya tinggi sambil booking dan bayar pesanan kita online untuk semalam. Kami pesan satu kamar saja dengan niatan tambah extra bed kalau engga muat karena kaka Fai enggak mau sekamar berdua aja sama mas Jeknya.
Saat memasuki Semarang sempat deg-degan juga karena ada Hotel Louis Kienne yang lain juga, takut salah alamat,ternyata alhamdulillah benar pesanan kita, karena hotel Louis Kienne yang satunya masih belum beroperasi.
Karena ribet check in, dipersilakan welcome drink turun ke bawah dari Lobby Check in kita engga sempat, ditambah setelahnya saat menuju kamar, Raffa menggigil, jadi agak-agak gimana gitu rasanya,ngeri-ngeri gimana gitu, jadilah setelah taruh barang-barang dan istirahat sebentar dan menunggu reaksi obat penurun panas yang mana panasnya tidak turun-turun, malam itu kita pergi ke dokter spesialis anak di dekat RS Telogorejo,jadilah malam itu dihabiskan untuk ke dr dan ke apotik menunggu obat, niat mampir ke Lantai paling atas melihat view Semarang saat malam pun batal.
Kamarnya terbilang luas, dan cuma ada satu tipe yaitu Deluxe untuk kamar hotelnya, dan baru beroperasi bulan Januari 2016 lalu begitu penjelasan Mas Septa yang membantu kita check in dan request kita dapat yang satu tempat tidur besar dan memang tempat tidurnya nyaman dan gede banget, King Size, muat lho kita semuanya. Kamar mandinya minimalis, kecil mungil dengan shower Printilan kamar mandinya juga lengkap, ada Hair Dryer dan Brankas di lemarinya, dan bersih.
TVnya juga banyak channelnya, tapi tetap yang ditonton anak-anak ya Disney Channel kayak dirumah juga, dan WIFInya terbilang cepat dan pemandangan dari Jendela kamar adalah pemandangan Simpang Lima, mantab deh.
![]() |
| Simpang Lima dimalam hari |
![]() |
| Pemandangan Simpang Lima di pagi hari dari Lantai 16 |
Niat awal semalam lagi mau coba hotel lain lagi langsung buyar, baru sebentar aja disini, anak-anak minta semalam lagi disini gak mau pindah hotel lagi, akhirnya booking online lagi, karena ternyata tarif online lebih murah.
Keesokan Paginya baru deh sempat berenang dilantai 23 (lantai paling atas). Tempat parkir yang banyak menjadi keluhan tamu hotel ini, nampaknya tidak menjadi masalah buat kita, untuk breakfast, menunya cukup banyak tetapi rasanya masih tergolong biasa saja, lokasinya strategis banget, ke Simpang Lima tinggal turun aja dan secara keseluruhan sih anak-anak betah banget disini, maunya berenang sama goleran aja di tempat tidurnya sambil nonton TV. Staff hotelnya ramah-ramah,bahkan ada yang kasih tau kita dokter anak terdekat saat kita mau masuk kamar dengan menggandeng Raffa yang jidatnya pake kompresan yang ditempel itu. Pengalaman menginap yang menyenangkan di Louis Kienne Hotel Semarang.
Keesokan Paginya baru deh sempat berenang dilantai 23 (lantai paling atas). Tempat parkir yang banyak menjadi keluhan tamu hotel ini, nampaknya tidak menjadi masalah buat kita, untuk breakfast, menunya cukup banyak tetapi rasanya masih tergolong biasa saja, lokasinya strategis banget, ke Simpang Lima tinggal turun aja dan secara keseluruhan sih anak-anak betah banget disini, maunya berenang sama goleran aja di tempat tidurnya sambil nonton TV. Staff hotelnya ramah-ramah,bahkan ada yang kasih tau kita dokter anak terdekat saat kita mau masuk kamar dengan menggandeng Raffa yang jidatnya pake kompresan yang ditempel itu. Pengalaman menginap yang menyenangkan di Louis Kienne Hotel Semarang.
![]() |
| Anak yang tidak boleh berenang, menghibur diri disini saja |



















