Showing posts with label sakit. Show all posts
Showing posts with label sakit. Show all posts

Friday, October 02, 2015

Sakit hati, sakit jantung dan kanker

Minggu lalu adalah Minggu 'tidak fit", sampai 3 kali di Minggu itu bolak balik ke dokter, hari Selasa terbangun dengan kepala yang pusing sangat karena tidak bisa tidur dimalam harinya, agak sesak rasanya,  akhirnya diputuskan tidak usah berangkat kerja, jelang siang disempatkan diri ke ke klinik dekat rumah dan ternyata pusingnya karena tekanan darah yang saat diperiksa dibilang tinggi.

Hari Rabu ditempat kerjaan, sudah lumayan baik walaupun masih sedikit pusing, disempatkan pergi ke RS Hermina ketemu dokter THT periksain telinga yang rasanya agak agak gimana, hasilnya ada sedikit luka ditelinga kanan dalam dekat gendang telinga dan langsung diobati diberikan salep, ini akibat terlalu dalam kalau membersihkan telinga.  

Hari Kamisnya adalah hari lebaran Iedul Adha, salat ied didepan rumah nenek 3 boys saja, sekalian menemani mas Dzaky yang memang di wajibkan salat Ied disekolahnya.  Semalam sudah berasa flu, jadilah sebelum tidur karena sudah kelewat berat dikepala sehingga menenggak obat bebas sebelum tidur.  Siangnya rasa yang tidak enak terus bertahan, akhirnya kembali lagi berobat ke klinik.  Hmm, jadi teringat saat melahirkan Fai, saat itu dr anestasi bilang, ambang batas sakit ibu sangat rendah, jadi kalau rasa sakit level 4, diibu jatuh levelnya jadi level 6, tidak kuat menahan sakit berarti ya.


Jumat diharpitnas masuk kerja lagi, disangkaian teman-teman sakit jantung, aduh  jangan dunk ya.. yang jelas, ibu gak sakit hati dibilang sakit jantung he he he, memang sejak 4 tahun lalu baru ketahuan ada sedikit bocor jantung, nampaknya sudah bawaan dari lahir, insya allah tidak apa-apa, tidak diberikan obat juga oleh dokter.  Kali pertama  tekanan darah agak tinggi jadi periksa macam-macam, mulai ekg, periksa darah lengkap, ibu yang takut disuntik akhirnya menberanikan diri periksa darah lagi dan sampai treadmill, kala itu dikhawatirkan dokter malahan Penyakit Jantung Koroner, jadi mulai mengevaluasi diri, apa sesak karena badan yang semakin menggemuk, dengan tinggi  yang sama kayak si mas Dzaky, berat badan kita sangatlah jauh perbedaannya, si mas 35 kg, ibunya ini sampai 53 kg kebalik angkanya ya...,sekarang mulai deh menyingkarkan rasa malas dan mulai olahraga, yang paling gampang dijalanin jalan kaki, jadi setiap pagi mulai rutin jalan kaki, biasanya 10 menit, sedikit demi sedikit mulai ditambah.

deg-deg an saat mau treadmill

Jadi teringat teman sedari kecil yang tinggal dekat rumah, Juni lalu, mesti menjalani pengangkatan rahim dan  ovarium, saat diberitahu berharap beritanya tidak benar, teman ibu itu masih single, membayangkannya saja sudah sedih sekali, saat mengunjungi beliau selepas operasi, tubuh kurus dan lemahnya sangatlah membuat iba, tapi salut sekali dengan ketabahannya, sabar dan ikhlas dan tetap berjuang melaluinya.

Kali kedua datang, beliau memberitahu kankernya sudah stadium IV B dan sudah dua kali menjalani kemoterapi, rambut sudah rontok dan akhirnya dibotak sekalian,sebenarnya dari Juni saat mesti dioperasi keluarganya sudah diberitahu  kalau sudah kanker, tapi beliau tahunya tumor, untuk pasang alat kemonya ditubuh mesti dioperasi lagi setelahnya, masih bisa bercanda, tersenyum, bilangnya tidak sakit cuma mual-mual sedikit...tidak mengeluh, tetap sabar dan ikhlas.. Sepulangnya dari sana, ibu yang sedih dan mellow.

Kali ketiga datang, kalau biasanya ibu datang sendirian, kali ini mamanya ibu ikutan juga, mau besuk juga katanya, alhamdulillah baru saja menjalani kemo yang ke-3, wajah terlihat lebih segar dan cerah.  Tetap tanpa keluhan, sabar dan ikhlas mesti sudah tidak bisa bekerja lagi, tidak bisa kemana-mana karena beliau mudah sekali lelah.  So Proud of you my friend,,,,jadi malu banget deh, ibu kadang kala Migren ataupun pusing  aja udah banyak dan panjang keluhannya, mudah-mudahan teman ibu itu bisa diberikan Allah kesembuhan yang sempurna , dan ibu bisa terus rutin menengok, kebayang ya, sepi sendiri, sakit, gak bisa kemana-mana, pastinya sepi sekali....salut juga sama ibunya yang sabar mengurusi anak perempuannya itu, kelihatan sekali kasih ibu yang tanpa batas itu.

Wednesday, July 08, 2015

Ada sakit dan disengat lebah saat Puasa

Hari ini Puasa Ramadhan sudah masuk ke hari ke-21, alhamdulillah, mas Dzaky dan kaka Fai puasanya masih penuh  dan insya allah bisa diberikan kelancaran dan kesehatan terus .

Hari ke-6 Puasa, ibu dikagetkan dengan laporan sakitnya mas Dzaky, demam, anaknya juga mengeluh kakinya sakit serta perut sebelah kanan sakit, pas kaki kanan diangkat perutnya sakit juga, puasanya alhamdulillah masih kuat, akhirnya besok paginya, ibu dan ay bawa ke RSIA Hermina Jatinegara, subuh sempat sms dsa langganan dr Idham Amir untuk tanya jam praktek, ternyata pas diperjalanan dapat telp dari dokternya, bisa ketemuan di IGD sebelum jam 07.30 WIB, tidak lama menunggu, Pak dokter datang dan si mas diperiksa, perutnya di tes ditekan-tekan dan ditanya-tanya, ibu dan ay kan takutnya usus buntu, bahkan si ay udah pesan ibu suruh mintain USG segala, dengan penjelasan beliau yang panjang lebar dan kayaknya dia hapal sama kita, sebelum ngomong minta USG, pak dokternya udah bilang tidak perlu, dan dilihat dulu sampai 3 hari kedepan bagaimana kecendrungan sakitnya, bertambahkah atau berkurang,resepnya cuma obat demam aja yang diracik,alhamdulillah keesokan harinya semakin membaik dan membaik.

Nunggu dr Idham datang
Setelah itu gantian deh Fai yang flu, sehari sembuh, langsung tongkat estafetnya dilanjutkan ke ay, ay sembuh, flunya dikirim ke Ibu, kalau ay dan kaka fai flunya satu hari aja, ibu dapat  flu 3 hari saja, rasanya mantab sekali.

Saat minggu kemarin, pagi pagi, kaka fai tidak sengaja menginjak lebah, tidak berapa lama, kehebohan pun terjadi, dia nangis teriak-teriak kesakitan, sama ay ada bekas hitam ditelapak kaki langsung diambil, sementara fai masih tetap menangis berteriak-teriak dan bekas sengatannya jadi agak bengkak, akhirnya teteh buat obat seperti ini gula merah diiris dan bawang putih digeprek ditempelkan ke bekas sengatan tawon di telapak kaki kaka fai, tidak berapa lama, tangisannya pun berhenti, sudah mulai hilang sakitnya kata kaka Fai.



Sudah tenang, sudah bisa ketawa lagi, eh siang-siangnya, kaka fai nangis lagi, seperti biasanya nangisnya menyayat hati banget, sakit lagi katanya, dan akhirnya ibu buatin obat yang kayak dibuatin teteh tadi paginya, tidak lama dia bisa tenang dan bisa istirahat tidur siang dan sore terbangun sudah tidak sakit-sakit lagi.


Setelah tenang barulah bisa tanya mbah google obat disengat lebah, beda sama yang dibuat untuk Fai, cara mengobati sengatan lebah lainnya bisa diliat di  http://id.wikihow.com/Mengobati-Sengatan-Lebah.

Demikian nih sekelumit cerita Ramadhan kita , mudah-mudahan teman-teman semua diberikan kesehatan dan kelancaran ya puasa Ramadhannya, amin.

Wednesday, June 18, 2014

Bulan Juni ini, Nyeri Seluruh Sendi, punggung dan Typhus

Apa kabarnya kita di bulan ini, bulan ini cukup banyak agenda ke dokter.

Diawali dengan  Ibu yang didera nyeri sendi selama 2 mingguan sebelumnya dan rasa sakit di tulang belakang dan disekitaran pinggang, dan juga rasa lemah dilutut sebelah kanan akhirnya Ibu memberanikan diri untuk mendatangi dr spesialis penyakit dalam, carinya yang deket-deket aja, didekat kantor.

Menunggu cukup lama karena drnya sedang ada tindakan, akhirnya dipanggil juga dengan nomor urut 4, diperiksa sebentar, diminta gerak-gerakin lutut dan kemudian diminta untuk rontgen.  Setelah hasilnya keluar, barulah dibawa ke dr lagi, Ibu takutnya keropos tulang, ternyata bukan keropos tulang, untuk lutut, ternyata lutut kanan Ibu sudah aus (alias tidak berpelumas lagi), penyebabnya?? jawaban drnya biasanya hal seperti ini terjadi pada umumnya setelah usia 70 tahun, lho, saya kan masih muda dok, iya kalau Ibu, mungkin penyebabnya faktor genetik. Diresepkan obat untuk nyerinya dan untuk supplemen sendinya, diminta untuk fisioterafi juga dan juga memakai korset.  Beberapa hari minum obatnya, alhamdulillah nyerinya mulai berkurang.  

 Mas-mas dari Bogor  yang akhirnya jadi teman ngobrol nungguin hasil Rontgen-an

Korset sudah ada, hanya untuk fisioterafi yang masih belum dilakukan, pesan Pak dokter untuk tidak angkat yang berat-berat sudah dilakukan, sejak Minggu Pertama Juni ini, Ibu sudah tidak gendong-gendong bocah kecil yang sudah lumayan berat itu.

Satu lagi, badannya kegemukan katanya, terutama lemak seputaran pinggang ya, hi hi hi sudah menduga juga sih, point itu akan dibahas, dan nampaknya akan perlu kerja keras untuk hal yang satu itu, makan sudah sedikit, ngemil jarang, palingan sekali-kali comot satu buah gorengan disela-sela waktu kerja. (err satu buah jadi setiap hari seminggu jadi 5 buah, banyak juga ya).

Friday, October 12, 2012

9 bulan Raffa

Raffa hari ini  usianya 9 bulan, semakin lucu dan menggemaskan, sudah ngerti sekali bermain dengan abang-abangnya, ikutan ketawa cekikan dan paling senang kalo diajak naik mobil, Raffa biasanya langsung gerak-gerakin kaki dan tangan dan minta digendong sama ay dan kalo dah digendong jerit-jerit kesenangan dan matanya langsung berbinar-binar, malahan kadang suka cium-cium ay..he he he Raffa dah pintar nih ambil hati ayah biar diajak jalan-jalan.  Raffa sekarang senang sekali kejar-kejar dan tepok-tepok semut, kosa kata barunya nain nain alias minta diajak main keluar, tambah bawel ,  gak mau tiduran, maunya diri-diri terus, maunya melangkah, jadi dia senang sekali dipegang keteknya dan diajak jalan-jalan...padahal belum bisa merangkak, untuk gigi masih belum ada, dan jadwal imunisasi raffa berikutnya adalah tanggal 27 Oktober 2012, imunisasi Campak, pas kak Fai kena campak, ibu agak ketar-ketir juga takut Raffa ketularan, alhamdulillah enggak, untuk MPASI Raffa baru coba mam ikan 2 mingguan lalu, mamnya masi diblender kasar, dan suka mam sekali , serta  masih ASI  dan penggemar ASI sekali.


Mulai Senin kemarin, mas dzaky dan Teteh yang bantu dirumah kena campak juga, dan semalam giliran ay yang kena campak, jadwal imunisasi Campak Raffa jadi ibu majukan besok Pagi,walau gak menjamin Raffa tidak kena campak juga, tetap sehat, tambah besar dan tambah pintar, amin.

update: Pagi tadi dah ke RS, ibu ay ma raffa, ibu bilang mau imunisasi campak, harusnya jadwalnya 2 minggu lagi, raffa 9 bulan kemarin gitu kata ibu, jadi ibu kira kalo dah 9 bulan pasti boleh deh imunisasi campak, eh ternyata kata bu dr gak usah ajah dulu,berhubung dah 4 orang yang kena campak jadi raffa dah ada kuman campak ditubuhnya, jadi bu dr gak mau nambahin masukin kuman campak lagi, jadi gak jadi deh raffa disuntik pagi tadi. TU kena campak juga, dia tinggal dibelakang rumah kita, rumah ibu dan nenek nyambung, dia parah sekali badan dan mukanya, demam tinggi pulaks dan ibu sore tadi baru ajah antar TU ke Klinik dekat rumah,penjelasan drnya katanya penyakit campak malahan jatuhnya ke orang dewasa jadi lebih berat, hmmm benar juga sich, si Fai masi nyanteee ajah kok, masi pecicilan dan gak selera mamnya sebelum kluar bintik2nya, mas dzaky juga gitu, patah selera pas sebelum bintik2 keluar agak sumeng dikit 2 harian, sementara yang dewasa ay, teteh, dan yang terakhir TU kliatan lebih menderita sampai pada ke dr smuanya, kalo dzaky dan fai hanya dikasi bedak ajah gatalnya dan mandi teratur pakai air hangat.

Kumpul Keluarga di Lembang sebelum ada Omicron

 Sekarang sudah normal lagi ya kayak biasanya, cerita tersisa tahun 2021 lalu. Bulan November 2021 pecah telor, akhirnya kumpul-kumpul  lagi...