Showing posts with label lebaran. Show all posts
Showing posts with label lebaran. Show all posts

Friday, June 05, 2020

Lebaran yang berbeda - PSBB DKI Jakarta Masa Transisi

Hari ini PSBB DKI Jakarta diperpanjang dan ditambahkan kata masa transisi, diatur secara bertahap dijelaskan panjang lebar kemarin itu, dan diitengah jalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diulang lagi PSBBnya, jadi yang semula boleh buka bisa tutup semuanya lagi, semoga enggak deh, secara bertahap hari ini tempat - tempat ibadah boleh dibuka dengan kapasitas jamaah hanya boleh 50%, ibu di akhir Mei udah keluar duluan pengumuman ditempat kerja kalau diperpanjang WFHnya sampai akhir bulan ini.

Sementara sejak awal Maret rajin nonton TV nungguin Pak Yuri, lama-lama senewen juga deh jadi gak tonton lagi, mantau perkembangan di DKI Jakarta lewat sini saja, di situs Corona.jakarta.go.id, lengkap deh disini info-infonya.

Alhamdulillah Lebaran yang berbeda tapi tetap bahagia, selama hampir 3 bulan ini tidak kemana-mana dan dirumah saja, salat ied dan lebaran pun dirumah saja, seumur-umur baru kali ini salat ied dirumah lho, kalau baju baru sih memang gak wajib ya, ibu doang nih yang punya baju baru, tadinya mau dipake di acara doa bersama mas jek sebelum UN , eh acaranya bubar karena pertengahan maret dah disuruh jemput dari asrama, ujian sekolah aja keputus dan UN akhirnya ditiadakan.

Gak kemana-mana setelahnya, makan hidangan lebaran setelah salat ied dan silaturahmi via WA Video Call ma 3 adik yang gak kumpul, rumah sama-sama Jakarta Timur, yang satu kelurahan sebelahan tapi karena di kelurahannya dia banyak yang positif Covid, mereka patuh banget sama sekali gak keluar keluar rumah, silaturahmi ma saudara2 online aja deh dan kembali ke kegiatan rutin, cuci baju dan bersih-bersih rumah setelahnya. 






Tuesday, June 26, 2018

Lebaran 2018

Lebaran kali ini kita ikutan mudik juga di hari H lebaran, selepas salat ied langsung siap-siap untuk berangkat.


Sarapan sudah sebelum salat, selepas salat Ied langsung lah kita berangkat, Roti Holland Bakery sudah dibeli sehari sebelumnya dan logistik sudah disiapkan, kita bawa makanan lengkap pakai rantang Tupperware gitu, isinya Tempe orek, rendang bikinan nenek, ayam goreng, sambal goreng ati, di wadah yang lain  ada Dendeng batokok, kerupuk udang dan emping,nasinya dibungkus kertas dan tidak lupa membawa piring untuk alas makannya. Gak keingatan buat foto-foto makanannya loh,perjalanan di hari itu lumayan lancar, ikutan nyobain jalan tol Fungsional yang masih belum jadi itu, di KM 300 an masih ada warga yang nyebrang pakai sepeda motor....dan sepanjang tol yang baru yang udah jadi banyak banget bangkai anjing dan kucing dipinggir jalan. Di jalan tol alternatif itu yang baru jadi satu ruas, disiang yang panas sekali, akhirnya kita berhenti yang agak lamaan dikit, sebelumnya udah beberapa kali berhenti di Rest Area , isi bensin sama numpang ke Toilet, karena ruas tolnya aja belum jadi, jadi prediksi kita tempat berhenti disitu pasti penuh dan saat lebaran makanan yang ada di Rest Area biasanya semacam mie instant gitu khan, jadi pas liat yang gak penuh langsung deh menepi sejenak, pas banget saat itu udah lewat jam 12 siang, jadi udah mulai berasa lapar, jadilah Lunch yang seru dan heboh dimobil, nasi yang gak habis hanya nasi affa aja, yang lainnya habis. 

Setelahnya turun mobil, dan salat dulu, ada toilet dan bersih dan masuk mobil lagi, lanjut Semarang deh, jelang jembatan yang baru itu (jembatan kalikuto) kita diarahkan keluar tol, jadi dari situ ke Semarang lewat Pantura deh, kendal dan seterusnya sampai Semarang, 6.5 jam sudah sampai Semarang, lumayan banget, rekor kita 6.5 jam Jakarta Pekalongan sudah digantikan 6.5 jam Jakarta -  Semarang. 



Selamat Lebaran buat semuanya ya, sejak minggu lalu kita sudah kembali ke Jakarta lagi dan Jakarta mulai berangsur-angsur normal padatnya, tapi ya itu banyak tempat makan yang liburnya kok lama banget. 

Tuesday, July 18, 2017

Silaturahmi Lebaran 2017 Masehi/1438 H

Biasanya setiap lebaran rumah kita didatangi keluarga kakak ipar dari Semarang, karena ibu mertua sudah tidak ada, lebaran kali ini kami memutuskan untuk berlebaran ke rumah kakak ipar, memang tidak pas di hari pertama karena ada mamanya Ibu dibelakang rumah, orangtua kami yang kini tinggal satu-satunya yang kami miliki.

Jadi hari lebaran pertama di Jakarta saja, seperti biasa selepas salat Ied, menyambangi makam Papanya Ibu yang letaknya diseberang masjid, TPU Pondok Kelapa Tanah Merah dan setelahnya ke makam mama mertua yang awal Juni lalu wafat yang bisa di tempuh berjalan kaki setelah dari TPU Pondok Kelapa Tanah Merah.
Makam Papa di TPU Pondok Kelapa Tanah Merah

Makam Mama/Mertua di TPU Pondok Ke[apa

Rumah Ibu Naimir Muluk Perumnas Klender
Setelahnya menyambangi tetangga-tetangga, tetangga adalah saudara kita yang terdekat, jadi penting sekali bersilaturahmi ke tetangga, apalagi di hari Lebaran.  Setelahnya seperti biasanya kita ke rumah tantenya Mamanya Ibu di Nusa Indah, Klender.  Biasanya satu lagi kakanya mamanya Ibu, cuma tahun ini mereka berlebaran di Solok Sumatera Barat, di kampung halaman sana. Hari ke-2 kami kedatangan tamu dari Pontianak, selepas mendarat di bandara Soetta, Tantenya ay dan anak serta cucunya langsung ke rumah kami, dan setelahnya menziarahi makam kakak kandung beliau, waktu mama mertua kami wafat Sabtu 3 Juni lalu, adik kandung beliau tidak sempat datang karena kaki beliau sedang sakit, alhamdulillah setelah sehat akhirnya bisa ke Jakarta, usia tante sekarang 78 tahun. Dan tinggal 2 bersaudara sekarang setelah wafatnya kaka beliau/mama/mama mertua kami.
Keluarga dari Pontianak
Lebaran day 3 perjalanan kita lancar, singgah 8 jam di Pekalongan, bukan singgah sejenak ya, lama juga karena sempatin untuk silaturahmi ke keluarga Pekalongan 8 jam berhenti di Pekalongan ini, dan ketemuan sama teman-teman ay kecil disini, ke om dan tantenya ay, di Semarang juga sempat singgah ke rumah tantenya ay, selepas perjalanan Pekalongan Semarang dimana hari udah malam dan kita belum makan malam, disuguhi tahu bakso hangat rasanya ruarr biasa banget sampe lupa foto-foto di rumah Tante Mien.
Teman-teman di Pekalongan
Keluarga Pekalongan
Lebaran day 4 kami berangkat keYogya, di Yogya memang gak ada saudara sih,yang ada teman-teman ay kuliah yang sudah kayak saudara, karena ay kuliah di Yogya dia selalu suka kesini, silaturahmi dengan Om Dugoeng dan keluarga dan Lebaran Day 5 di Yogyakarta sebelum balik Semarang sempatin ke rumah Om Teguh dan Lebaran Day 6 dan 7 kita habiskan di Semarang bersama keluarga Semarang, Lebaran Day 8 Silaturahmi ke keluarga Pekalongan lagi, kerumah saudara yang belum sempat disinggahi waktu transit 8 jam kemarin di Pekalongan.
Keluarga Om Dugoeng
Om Teguh dan Ibunya

Lebaran Day 8 bersiap kembali ke Jakarta dari Pekalongan dan tidak lupa berziarah ke makan Daddynya ay/papa mertua di Sapuro Pekalongan dan alhamdulillah perjalanan pulang, lancar,   Tol Cikampek yang dikuatirkan cukup bersahabat hari itu,  memang lebaran ini diniatkan tujuan utama silaturahmi, jalan-jalan dianggap sebagai tujuan tambahannya dan semoga selanjutnya bisa terus menyambung  tali silaturahmi.
Makam Eyang 3 boys di Sapuroo Pekalongan

Tante Sri Pekalongan

Keluarga Almh Mba Jeki Pekalongan
Tante Ning Pekalongan
Keluarga Pekalongan versi lebih komplit

Thursday, July 14, 2016

Lebaran Tahun 2016 ini : 1437 H.

Lebaran tahun ini alhamdulillah kompak ya gak ada beda-beda, begitu juga dengan penetapan awal puasa, puasa tahun ini genap 30 hari dan walau sempat si mas jek beberapa hari sakit, tapi masih tetap puasa, jadi kaka fai dan mas jek puasanya tidak ada yang bolong selama 30 hari kemarin.  

Kalau Raffa yang tahun ini mulai belajar puasa, bisa puasa penuh saat hari puasa ke 27, jadi sehabis menonton dengan tu dan mas jek serta kaka Fai, pulang kerumah, terus ketiduran sampai jam setengah jam jelang magrib, he he he , jadilah puasanya bisa full hari ini, memang cuma satu hari aja, 29 hari lainnya puasanya sampai setengah hari saja, yang menyenangkan anak ini mudah sekali dibangunkan untuk sahur pukul 03.30, dan setelahnya kuat lho dia tidak tidur lagi sampai siang, setelah berbuka puasa biasanya dia baru tidur siang sekitar jam 13.00 WIB, dan di weekend sama sekali gak mau tidur siang.

Seperti biasanya kita shalat Iedul Fitri di Masjid Nuris, dan setelahnya lanjut tinggal menyebrang jalan sampailah di TPU Pondok Kelapa Tanah Merah, tempat alm Papa kami.  Saat di makam, Raffa tanya-tanya terus, angkunya mana, kok enggak ada, tahun ini nampaknya dia baru ngeh mana angkunya, karena tahun lalu dia gak tanya - tanya.  Dia bingung dikasih tahu angkunya ada di dalam, ada di dalam tanah? begitu Raffa bertanya....hmmm, nampaknya Raffa masih belum mengerti.


Setelahnya kita makan ketupat dan teman-temannya dulu dan silaturahmi ke tetangga2 dan kemudian foto bareng-bareng sama keluarga dari pihak ibu, orangtua kami tinggal mamanya ibu aja, nenek yang sekarang sudah punya cucu 9, kurang 2 cucu, 1 anak dan 1 menantu deh jadinya,  adek yang bungsu dan keluarganya  setiap lebaran memang tidak bisa pulang, kalau kemarin dia ditugaskan di Manado,beberapa bulan ini sudah dipindahkan ke Medan. Sessi foto masih berlanjut dirumah kita, kebetulan komplit nih, keluarga dari pihak ay.



Setelahnya, kita mengunjung rumah om dari keluarga si ay di Semper, Priok, spesial banget kita disana dimasakin tempe mendoan dan Soto Pekalongan, biasanya si Om dan keluarganya mudik ke Pekalongan, lebaran kali ini dia gak mudik karena takut macetnya yang luar biasa itu yang mana tahun lalu dia sudah merasakan ikutan kemacetan mudik lebaran,  sementara mamanya ibu, anak, mantu dan cucu yang lainnya berkunjung ke rumah abangnya mamanya Ibu di belakang Cipinang Penjara, tradisi lebaran  seperti biasanya.


Itulah cerita lebaran hari pertama kami temans.

Tuesday, July 12, 2016

Idul Fitri 1437 H dan buat Kuker lebaran pertama kalinya

Taqabbalallahu minna wa minkum, Selamat lebaran 1 Syawal 1437 H buat teman-teman yang merayakannya ya.

Berhubung masih suasana lebaran, jadi kali ini postingannya tentang kuker, kemana saja selama ini ya baru pertama kalinya buat kuker lebaran sendiri,ya gitu deh, keenakan beli, kalau bisa beli kenapa harus repot-repot, prinsip sebelumnya begitu untuk urusan kue kering lebaran, terus punya ovennya juga baru dua tahunan ini, sudah pernah mencoba buat kuker sebelumnya tapi bukan untuk lebaran, untuk ngemil di rumah aja dan jadinya tahu banget kalau buat kuker itu butuh sabar yang banyak, apalagi kalau pakai oven yang cuma muat 2 loyang kayak punya kita dirumah.

Terus apa sekarang kukernya buat semuanya, enggak juga kok, beli kuker tetap sih, tapi mungkin jumlah belinya yang agak berkurang karena tahun ini ibu memutuskan untuk buat kuker untuk lebaran. Dan juga masih keingat aja tuh pas ada teman yang mampir kerumah dan dihidangkan kue, dia bilang kalau gak buatan sendiri dia gak mau nyobain.....he he he, kalau dia baca ini, dia pasti ngeh deh.

Jadi ibu beli 2 buah nanas sebelum bulan Ramadhan, dan buat deh selainya. Browsing-browsing dikit dan juga masih ingat dulu saat bantuin mamanya ibu buat selai nastar, nanasnya diparut, dikasi gula,garam sedikit dan diberikan beberapa lembar daun pandan, gulanya gak ingat berapa, karena pas dicobain rasanya masih kurang, ditambahin lagi deh gulanya.










Saaat Buat kastengels, yang membantu mengolesnya si mas jek, saat buat nastar yang bantuin kaka fai , Raffa sementara dibuat menjauh dahulu, karena masih suka ngacak-ngacak, mudah-mudahan tahun depan sudah lebih mengerti dan bisa bantuin.  Karena masih gak pede, jelang lebaran buat nastar cuma cobain setengah resep saja dan ternyata nyesel, walaupun bentuknya masih belum mulus, tapi rasanya bikin nagih euyy, pantesan banyak yang favoritin kue nastar ini ya.  Dan dengan buat sendiri jadi bisa merasakan bagaimana susahnya membuat kuker sendiri.  

kalau teman-teman favorit kuker dirumahnya kuker apa nih?? 


Friday, September 25, 2015

Berenang dan menginap di Hotel Novotel Yogyakarta

Ini ceritanya postingannya masih belum bisa move on dari lebaran Iedul Fitri lalu, padahal baru aja kemarin kita merayakan Iedul adha ya...Selamat merayakan hari raya Iedul Adha ya buat teman-teman semua ..

Menginap di hotel ini saat libur lebaran kemarin adalah keinginannya ay, nurut ajah deh, waktu itu liat di agoda sama telp langsung hotelnya ratenya sama dan sudah termasuk sarapan .

Anak-anak langsung heboh mau berenang dong, kaka sepupu 3 boys, mas kiki  yang tugasnya ikutan nyebur juga, sementara ibu mengawasi dari tepi kolam renang saja sambil duduk-duduk santai . Padahal baru ajah berenang didekat rumah ya, tetap aja deh kalau ketemu air, anak-anak bahagia banget. Ay yang  menyetir Pekalongan Yogyakarta yang dalam masih suasana lebaran lumayan macet nampaknya  kecapekan,  beliau memilih mencoba layanan  refleksi yang disediakan hotel saja. 

Malamnya dijemput sama Om Iwan, teman kuliahnya ay di UGM, mutar-mutar keliling kota Yogyakarta, akhirnya pilihan makan malam kita yaitu Restoran Sederhana, he he he jauh - jauh ke Yogyakarta makanannya Padang lagi, tempat-tempat makanan yang disaranin om Iwan penuh semua, berhubung udah kelamaan muter-muter kota, jadinya tambah lapar deh, pilih yang cepat dan udah jelas enak aja deh, kembali ke selera asal saja.

Breakfastnya juga enak, variatif dan bermacam-macam, karena niatnya pagi-pagi sebelum check out mau berenang dulu, jadinya sarapannya pagi-pagi saat belum mandi, sarapannya macam-macam banget deh, sampai bingung tapi ya tetap, kita sukanya ya nasi goreng, jadi pasti pilih nya ya itu nasi goreng, sama gak lupa banyak makan buah-buahan biar tetap sehat  dan saluran cerna lancar. 


Baru kolam renang aja nih yang dicobain disana, tapi overall kita betah banget disana, kita ambil 2 kamar standart,nyaman banget dan bednya besar, dan kamar mandinya pake bath tub, senang banget deh si Raffa yang mandinya maunya lama-lama berenang di bathtub, rencana 2 malam terpaksa dibatalkan karena mengkhawatirkan arus balik lebaran ke Jakarta, jadi setelah check out, langsung ke Taman Pintar, mampir ke SGPC Bu Wiryo, ke masjid UGM untuk salat dan langsung deh ke Semarang. Ibu sempatin sendirian  lihat-lihat tas Dowa..dan berhasil menahan godaan untuk tidak belanja tas  karena sebelum lebaran udah banyak belanja online, ups he he he.

Wednesday, August 12, 2015

The Sidji Hotel Pekalongan

Namanya lucu juga ya, Sidji kan artinya satu..,sempat melewati hotel ini setelah kita gagal dapat 2 kamar di Hotel Dafam, iyalah gagal, yang tersisa memang hanya 1 kamar, dan waktu kita pesan itu buat tanggal 24 ternyata kita datangnya tanggal 21, akhirnya telp hotel Horison Pekalongan lagi, masih banyak kamar katanya, tapi ternyata di tengah jalan, kita berubah pikiran dan memutuskan mau tanya- tanya di The Sidji Hotel ini saja, karena kan sama aja ada Swimming poolnya juga, request kaka Fai selalu maunya hotelnya yang ada kolam renangnya.

Pas, masuk, ih lucu dan cantik banget hotelnya, lantainya aja pakai tegel kunci, cantik banget deh.  Untunglah masih ada kamar, kita dapat 2 kamar sesuai yang kita inginkan, dan karena hotelnya masih baru banget, baru diresmikan bulan Maret 2015, masih ada promo diskon 30 %.  Gak nyangka juga ternyata, perjalanan pulang ke Jakartanya, kita nginep lagi disini, kalau saat awal masih check ini jam 3 siang, pas kesini lagi, kita baru check in malam jam 22.00 an, dan pagi-pagi tanpa foto-foto sama sekali sudah berangkat lagi ke Jakarta (untunglah sudah sempat foto-foto banyak he he he )

Untuk kolam renangnya sih, hi hi kecil begitu, pas kita datang lagi dikuras,,,ibu kirain itu kolam ikan tadinya, ternyata itu kolam renangnya, anak-anak asal ketemu air gak masalah sih kolamnya cetek apa engga ya, sayangnya saat itu batal lagi deh Fai berenangnya.



langsung deh nonton film kartun


ay dan teman masa kecilnya








Karena kesan pertama begitu menggoda, jadilah nyobain nginep sini lagi, so far so good, senangnya sekarang di Pekalongan banyak hotel-hotel baru yang bagus-bagus, jadi gak usah khawatir deh kalau mau jalan-jalan,kulineran  dan ngeborong batik  disini, lebaran kemarin di Pekalongan tujuan utama memang hanya ke makam daddynya si ay di Sapuro,jadinya cuma sempat kesana saja, engga sempat ke Pantai dan gak sempat belanja batik juga, mudah-mudahan bisa jadi alasan buat balik lagi ke Kota Pekalongan ini.
Makam Daddynya ay di Sapuro


 THE SIDJI HOTEL PEKALONGAN
Jl. Dr. Cipto No. 66, Pekalongan, Central Java, Indonesia
+62 (285) 446 0077
reservation@thesidjihotel-pekalongan.com

Monday, August 03, 2015

Mendadak ikutan mudik (jalan-jalan dan kulineran)

Awalnya memang kita berencana untuk pergi ke Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta.  Ada yang kangen kepengin makanan khas Pekalongan, Garang Asem,  nasi Megono, Soto Pekalongan,  teh gelas bandulan, teh gelas bandulan tuh rasanya beda banget apalagi diminum pas lagi panas - panas gitu, segarnya dan tauco yang asli pekalongan ,supaya rasanya bisa pas kalau mau buat sendiri di rumah.

Yang dirindukan dari kota Yogya yaitu SGPC Bu Wiryo,  Soto Kadipiro, resto jejamuran yang ngehits banget itu dan lain-lain

Sementara di Semarang pastilah sotonya yang seger-seger itu kayak soto Pak Man, Soto Pak Rebo dll.  

Itu baru kepengen makanannya, kalau tempat yang ingin dikunjungi udah kebayang di daftarnya nih.

Di Pekalongan pengen ke :
Pantai Pasir Kencana
Musium Batik

Terus kalau lewat Ambarawa kepengen ke:
Museum Kereta api

Disemarang pengen ke:
Lawang Sewu, biasanya kan cuma ngelewatin aja, pengen juga masuk sekali-kali
Masjid Agung Semarang
Toko Oen Semarang
Kawasan Kota Tua Semarang
Klenteng Sam Poo Khong


Ke Yogyakarta kepengen ke :
Taman Pintar
Candi Borobudur
Candi Prambanan
De Mata Musium

Banyak banget ya listnya
Awalnya ay berencana ikutan Reuni 25 tahun alumni angkatan beliau di SMPN 2 Pekalongan, di hari Senin setelah lebaran, eh dihari itu yang ada kita malahan pergi ke RS Hermina Jatinegara ngedaftarin si ay yang sakit gigi , sementara drg langganan dekat rumah baru buka di hari Jumatnya.

Untuk akomadasinya, ibu dah sempat tanya-tanya dan pesan buat yang di Pekalongan  kalau sebelumnya  udah nyobain Hotel Horison di Pekalongan, sekarang pengen nyobain hotel lain yaitu di Hotel Dafam, dan anehnya kok gak dimintain DP dulu ya, sementara untuk di Yogyakarta, ay kepengennya di Novotel Yogyakarta, udah ibu bookingin dan bayar sekalian kira-kira seminggu mau puasa.

Dan malamnya, mungkin karena giginya sudah tidak berasa cenat cenut lagi, ay memutuskan untuk jadi berangkat mudik juga besok paginya, whatt ...., pertimbangannya arus mudik yang sudah mereda dan serta alasan satu ini  yang sangat bagus  anak-anak yang udah libur sekolah sebelum puasa, udah  1.5 bulan tidak diajak kemana-mana, cuma dirumah saja, saat Sabtu Minggu pas bulan puasa kemarin, ay yang biasanya ngajakin keluar pun senangnya di rumah aja, kan enak , puasa2 bisa tidur siang, he he he.

Juga penasaran juga dengan tol baru, tol Cipali yang katanya panjang dan jalannya lurus-lurus aja sepanjang 116 km, yang dinobatkan sebagai tol terpanjang di Indonesia.

Kak Fai dengan gaya bonengnya
Jadi malam itu langsung instruksiin mas dzaky dan kaka Fai  untuk siap-siapin baju untuk pergi selama 5 hari, ,mendadak packing dan alhamdulillah nampaknya yang penting-penting tidak ada yang terlewat.

Perjalanan kita termasuk lancar dihari lebaran ke-5 itu, berangkat jam 08.00 WIB dan masuk tol Cikampek jam 08.30 WIB dan 13.30 WIB sudah masuk kota Pekalongan, dan Pekalongan macet sekali, rupanya tol cipali memindahkan macet dari tol cikampek ke Pantura nih.

Pas juga sampenya nih, pas jam makan siang, jadilah ditemanin Sohibnya si ay Om To-Be kita  yang biasanya makan Soto Pekalongan Damudji atau Soto PPIP, sekarang coba di Soto Dul.
Soto Pak Dul ini strategis banget, pasti lewat sini kalau lewat jalur pantura, letaknya didepan Pasar Grosir Sentono, kalau yang biasanya kita singgahi soto Damudji dan Soto PPIP letaknya masuk - masuk ke kotanya, belum pernah nyobain soto Pekalongan?? wah harus nyobain ya, berhubung di Jakarta, gak tau soto Pekalongan yang enak dimana, dan coba sendiri coba masih belum seenak soto  di tempat aslinya, jadilah ini makanan wajib yang harus diabsen saat ke Pekalongan.

Thursday, July 30, 2015

Saat lebaran tidak kemana-mana (di Jakarta saja)

Bagaimana mengisi lebaran kalau tidak berencana bepergian dan hanya di Jakarta saja, hmm yang ini kita lakukan nih :
  • silaturahmi ke tetangga dan keluarga
  • menyambangi keluarga kakak yang ada di Jakarta 
  • jalan-jalan keliling kota Jakarta sampai ke Kota Tua  (jalan-jalan maksudnya liat-liat kota Jakarta yang sepi dan tenang ditinggal warganya mudik dari dalam mobil) .
  • bersih - bersih rumah, menyapu dan mengepel, cuci dan jemur baju, lipat baju dan bersih-bersih dapur 
  • atau berbelanja ke Supermarket rame-rame. 
  • makan bareng sekalian nobar di mall
  • agenda wajib kalau 3 boys ketemuan ma mba dan mas sepupunya ya pastinya berenang  
 Kalau ada kaka sepupu enak nih, ay bebas gak gendong-gendong Raffa

Tuesday, July 28, 2015

Lebaran tahun 2015 ini : 1436 H

Sudah hampir 2 minggu lebaran berlalu, baru sempat untuk posting tentang lebaran kita nih.  Lebaran kemarin kita salat Ied di Masjid didekat rumah saja,
Keluarga dari Semarang yang datang ke rumah kita sehari jelang lebaran, kebetulan omanya Dzaky dan Fai sekarang di rumah kita, dan dibelakang rumah kita ada orangtuanya Ibu yang juga tinggal seorang, jadilah kumpul saja di Pondok Kopi.

Untuk formasi lebaran kali ini kurang komplit karena ada adik Ibu,Tu baru aja berangkat sebulan yang lalu untuk kuliah ke Sydney, adik yang cowok si om aip dan keluarganya yang tinggal di Manado baru bisa cuti sehabis lebaran nanti, tapi biar gak komplit foto-foto tetap dunk ya.
 

Sehabis Salat Ied langsung deh kita nyebrang jalan, kebetulan TPU Pondok Kelapa Tanah Merah cuma nyebrang aja dari Masjid, sejak Papanya Ibu Wafat 12 tahun yang lalu, tiap Iedul Fitri kita selalu kesini, kebetulan aja memang bisa kumpulnya Pas cuma Iedul Fitri karena kalau Lebaran Haji biasanya acaranya masing-masing, 2 adik dan keluarganya yang rumahnya jauh tidak selalu bisa salat Ied disini. Kali ini kemakamnya juga gak komplit nih karena adik yang baru punya baby gak bisa salat Ied disini, salatnya didekat rumahnya saja, Budenya 3 boys kali ini ikutan juga ke makam, dia pengen tau makam di Jakarta kayak apa.

Sehabis itu sebelum silaturahmi ketetangga, makan dulu dunk ya, makan ketupat dan teman-temannya, Tantenya mamanya Ibu dan Abangnya yang biasa kita kunjungi, tahun ini berlebaran di Kampuang nan jauh dimato, di Solok Sumatera Barat sana. Jadilah tahun ini tema lebaran kita hari pertama, kompak pakai baju warna biru dan di Pondok Kopi saja sampai selepas Salat Jumat siang itu. 


Tahun ini alhamdulillah sukses puasanya si mas sama kaka Fai, libur sekolah selama bulan puasa menyenangkan juga buat mereka jadi bisa tidur siang, mudah-mudahan tahun depan Raffa bisa ikutan puasa juga, amin.

Kumpul Keluarga di Lembang sebelum ada Omicron

 Sekarang sudah normal lagi ya kayak biasanya, cerita tersisa tahun 2021 lalu. Bulan November 2021 pecah telor, akhirnya kumpul-kumpul  lagi...