Showing posts with label SMAN 44. Show all posts
Showing posts with label SMAN 44. Show all posts

Tuesday, December 10, 2013

Sekolah dimana nantinya

Kadang Ibu sama ay suka ngobrol-ngobrol soal sekolah anak, Mas Dzaky sekarang sudah kelas 6 SD, mas Dzaky kita arahkan untuk bersekolah SMP Negeri saja, SMP Negerinya sudah Spesifik yang ada didepan rumahnya neneknya saja, jadi dari rumah kita nyebrang kerumah nenek langsung sampai sekolahannya deh.  SMPN depan rumah itu saja rata-ratanya sudah cukup tinggi ya, rata-rata Nilai UN yang diterima tahun kemarin adalah 9 koma, rata-ratanya diatas 9 euyy, bisa kita pantau situsnya di jakarta-siap.ppdb.com.   Dan sekarang yang buat bingung katanya UN sudah tidak akan diadakan lagi di tingkat Sekolah Dasar mulai tahun 2014, jadi apa kriterianya untuk masuk SMP Negeri idaman ya.

Mas Dzaky terkini
SMP ajah belum ya, kita sudah membahas nantinya anak kita akan masuk di SMAN mana, kalau dikeluarga ibu dimana kita 5 bersaudara semuanya sekolah SMPN didepan rumah, SMAnya bermacam-macam, Ibu dan adiknya Ibu dibawah langsung pilih SMAN masih di Jakarta Timur, adik Ibu nomor 2 dan 3 bersekolah di SMAN 8 Bukit Duri Jakarta Selatan yang mana memang dari Jaman Ibu SMA dulu sudah tenar sebagai SMAN Favorit di DKI Jakarta, dan adik Ibu yang paling akhir tentunya ingin mengikuti mba dan kakanya yang bersekolah di  SMANDEL, tapi waktu itu akhirnya terlempar dipilihannya yang ke-2 yaitu SMAN 81 Jakarta Timur, hmmm hasilnya sih sama saja ya sama ke-2 kakanya yang SMAN 8, dia tembus juga UI, yang SMAN bukan Favorit pun bisa tembus UI juga. Jadi  rentang tahun 90-an sd 2000-an awal tahun kita semua memasuki kuliah dimana masa itu lulus Universitas Negeri amat sangat bergengsi ya.

Ayah 3 boys sendiri juga sekolah SMAnya di SMAN 8 tapi di Pontianak..he he , trus nanti Dzaky harus masuk SMAN apa dunk? Kalo mengingat macetnya jalan yang kita lalui setiap hari ke arah Bukit Duri via Jalan Casablanca, 6 tahun lagi gimana keadaan jalannya ya, hmm kayaknya kasian anaknya deh, cumanya nantinya kalo dia bersikeras kesana, Ibu dan ay pastinya cuma bisa mendukung, misalnya dikasi solusi kos, atau apalah nantinya.

Kumpul Keluarga di Lembang sebelum ada Omicron

 Sekarang sudah normal lagi ya kayak biasanya, cerita tersisa tahun 2021 lalu. Bulan November 2021 pecah telor, akhirnya kumpul-kumpul  lagi...