Monday, March 11, 2019

Hotel & Transformer Center Batu

Bagaimana kalau anak SMA yang masak, dan beresin kamar serta jadi reseptionistnya yaa? jujur pas tau kalau yang beresin kamar kita anak-anak SMA seumurannya mas jek, dan alumni mereka yang supervisi hotelnya, jadinya salut dan maklum saat kita datang udah waktunya Check in, tapi masih belum bisa check in karena kamarnya belum siap, pas malam datang lagi dan disambut ucapan selamat pagi, langsung deh ibu jawab, gak salah dek, ini kan udah malam, yang dijawab sama anak abege itu kalau disini ucapannya selamat Pagi terus Bu..hahh....mamak mamak ini kaget sejenak, kok???

Kamar pilihan kita adalahan yang Deluxe Triple Room karena kita berenam jadi ambil 2 kamar, kesan pertama agak bingung kok receptionistnya masih kayak anak-anak begitu, kamarnya juga luas dan kita dapat connecting room jadi enak deh, si bolu excited selalu kalau nginap di hotel, langsung loncat-loncat dikasur, walaupun gak ada ACnya tapi  gak panas, ya iyalah ya, kan di Batu.

Uniknya kalau mau breakfast kita harus keluar hotelnya, turun dulu naik mobil ini, yang mana yang nyopirin anak kelas XIdan didekat tempat makan ada kayak panggung gitu, jadi ada jadwal acara untuk pengunjung hotel, tapi karena agenda kita padat selama di Batu jadi tidak sempat menyaksikannya.


Selesai makan, liat-liat tempat oleh-oleh dan akhirnya ngobrol-ngobrol sama Mba   yang ramah ini yang pas lagi menjaga toko tempat oleh-oleh, akhirnya kita tour sekeliling hotel tempat kita menginap, asrama dan sekolah mereka juga ada di lingkungan ini, bahkan sedang dibangun juga perguruan tinggi didekat tempat toko oleh-oleh dilingkungan yang sama.

Peternakan ayam, lele, kelinci, hidroponik, semuanya disana  itu yang  handle anak-anak abege itu lho.













Baru ini liat pohon terung ungu * norak dikit ya






Saat breakfast kali kedua, breakfastnya memang sangat sederhana sekali, breakfast pertama, chicken katsu dan  kentang goreng, cuma memotongnya agak sulit karena agak keras, menu hari kedua ini juga sederhana, jadi Breakfast with rawon, ada telur asin dan tumis kacang, rasanya enak.  Anak-anak juga menawarkan minuman Green Thea, Thai tea yang mereka buat sendiri, serta kaos-kaos sablon hasil karya mereka sendiri.

Sekolah Selamat Pagi Indonesia merupakan sekolah gratis dan berasrama untuk anak-anak bangsa dari sabang sampai merauke yang membutuhkan (yatim piatu & kurang mampu) yang sulit utuk melanjutkan pendidikan di bangku SMA.  Berikut Profil-Profil mereka.






 Kalau anak-anak lain masih sekolah, mereka praktek kerja langsung  sambil sekolah di bagi tugas siapa yang lagi tugas dan siapa yang sekolah, terbiasa kerja keras diusia muda begitu, sungguh luar biasa.

Saat pagi hari, dari balkon kita menginap, pagi-pagi anak-anak abege itu  ramai-ramai menyapu halaman belakang yang luas banget itu.   Overall, walau awalnya kaget karena tempat receptionistnya kok seperti ini, nampaknya harus dibuat yang lebih representatif lagi, overall menginap di Transformer Hotel menyenangkan. 

4 comments:

  1. Wah tempatnya kayaknya seru ya Mbak. Ada banyak wahana yang menarik buat anak-anak.

    ReplyDelete
  2. wah anak2 dah gede2 ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...udah gede2 banget nih, udah py 2 anak bujang he he he

      Delete

ikutan yuks

Bandung dan Pelatnas

Selepas OSN 2018 di Padang tahun lalu dan mendapatkan medali perunggu,  walaupun masih penasaran sama medali emas dan karena masih kelas ...