Tuesday, May 19, 2015

ke Gunung Mas dan Cimory saja

Libur long weekend Rabu  kemarin, dadakan nih kita jalan-jalan ke Puncak, niat awalnya mau ke Ancol, kenapa jadinya ke Puncak , yang penting jalan-jalan deh, tahun ini memang belum pernah  jalan-jalan yang pakai menginap, semua rencana batal terus nih, berhubung punya anak yang satu sudah abege di SMP, yang satu masih kelas 2 SD, ditambah ay yang lagi sibuk banget, susah buat ijin cutinya, susah klopin waktunya, jadilah banyak libur long weekend sampai bulan Mei ini kita lebih banyak dirumah saja, kalau buat ibu sih ok ok  aja karena lagi senang-senangnya mencoba  resep baru.

Perjalanan di tol cukup lancar, sampai gerbang tol ciawi baru agak tersendat, padahal sudah satu arah ke atas, mau mampir ke Cimory Riverside baru jam 11 siang, sudah penuh banget , liat parkirannya jadi enggak jadi mampir, niat awalnya sih cuma mau jalan - jalan sampai ke Puncak aja, sudah lama banget gak lewat Puncak, paling jauh biasanya cuma sampai Taman Safari saja, tiba-tiba liat argo wisata gunung mas dan Melrimba Garden, masih dilewatin terus, akhirnya setelah  sampai di Restoran Rindu Alam Puncak yang penuhnya maksimal juga dan tadinya mau makan siang di situ, jadi gak jadi juga, melihat arah turun yang mulai padat, akhirnya  kita ikut antrian turun dan akhirnya diputuskan untuk mampir ke argowisata Gunung Mas, ibu udah pernah kesana pas ada acara kantor alm papanya Ibu, tapi  sudah lama sekali mungkin di tahun 1990-an, sementara si ay pernah acara kantor disana juga sudah lama sekitar 15 tahun yang lalu, jadi udah lupa ceritanya nih tempatnya kayak apa.

Tiket masuknya sebesar Rp. 15.500,-/orang, untuk anak yang usianya dibawah 5 tahun masih belum bayar, dan untuk mobil dikenakan Rp. 7.500,-..

Tempat makan disana, berupa warung-warung kopi kecil begitu,berhubung sudah  3 jam di kendaraan dan sudah waktunya makan siang, jadilah kita makan di salah satu warung disitu, ibu pesan soto mie plus nasi, makannya berdua sama Raffa, sementara ay, mas Dzaky dan kaka Fahri pesannya Pop Mie dan jagung bakar, minumnya pesan aqua botol dan Milo hangat untuk anak-anak.  Untuk rasanya, rasa soto mienya sih standar banget menurut ibu, kalau makan terlambat takutnya maagnya kambuh jadi memang harus makan tertib dan tepat waktu dan kalau ibu entah mengapa kalau makan siang harus ada nasinya.





Ternyata ada penginapannya juga disana, yang suka suasana tenang dan sepi, bisa pilih menginap disini nih.  Setelah isi perut, ternyata ada Bapak yang menawarkan layangannya, harga untuk 2 layangan dan benangnya Rp. 45 ribu, dan karena jarang main layangan, enggak pernah malahan ya di Pondok Kopi karena lahan yang terbatas, akhirnya diputuskan main layang-layang dulu, anak-anak cukup excited maklum deh, ternyata sulit juga ya membuat layangan manteng diatas, akhirnya dibantu Bapak penjual layangan baru deh layangan sukses mengudara dan si Bapak bilang kalau mau stabil layang-layangnya, benangnya harus dipanjangin lagi, akhirnya beli lagi 2 tambahan benang ke Bapak penjual layangan, stabil diatasnya cuma sebentar aja tapi sudah cukup membuat anak-anak yang gak biasa main layangan senang, ibu ajah jadi penasaran pengen ikutan main layangan, maklum deh ay ma 3 anak pada main layangan, gak seru dong ya kalau ibu cuma menonton saja.




Setelah itu, mesti naik kuda dong, naik kudanya pilih yang tarifnya 30 Ribu/orang saja, kalau mau keliling yang jauhan di kebun tehnya juga bisa sih, pas turun menuju TSI , sempat mandek 1 jam, sebelum akhirnya jalanan lancar karena ternyata satu arahnya baru dimulai jam 4 sore, setelah itu lancar jaya, mampir cimory niatnya mau makan sekalian di restonya, tapi melihat parkiran yang begitu luar biasa, bisa dipastikan kalau cimory riversidenya penuh pake banget deh.


yang lainnya naik kuda, mas dzzaky lagi berusaha menaikkan layangannya...

Akhirnya beli susu cimory, yoghurt  dan snack-snack saja, itupun gak lama - lama karena penuh kayak pasar senggol, kesimpulannya biar macet dan penuh sesak. tapi tetap aja semuanya pada happy biar singkat tapi cukup padat liburan singkatnya.

Wednesday, May 06, 2015

Pepes Praktis three in One

Libur long weekend kemarin gak kemana-mana, jadilah hari Jumatnya coba-coba buat no bake oreo chocolate  cheesacake dan hari minggunya Ibu belajar buat pepes sama si teteh,asisten pulper dirumah kita ini memang masakannya enak-enak, sekalian aja ya diposting disini biar ingat bumbu dan cara buatnya, biasanya kalau lama tidak dibuat pastilah jadi lupa.

 Jadi ini ceritanya pepes untuk 3 versi yaitu buat pepes ikan lele, pepes teri dan pepes tahu,  biasanya dirumah cuma buat  2 macam pepes saja  , pepes tahu sama pepes teri aja, tapi ay pengen lele versi lain selain digoreng, jadi berhubung pas mau buat pepes jadi sekalian aja deh ikan lelenya dipepes, untuk trial dicoba sedikit dulu yaitu 3 ekor ikan lele dan untuk kepraktisan bumbunya diblender aja, kalau mau diulek pastinya lebih sip lagi.


Pertama persiapan bahannya dulu :
bawang merah 8 siung
bawang putih 10 siung
tahu putih besar 3 buah
cabe rawit secukupnya
cabe merah ulek secukupnya
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
daun salam secukupnya
daun kemangi secukupnya
sereh kira2 8 batang
teri basah setengah kg
lada halus (untuk pepes tahu)
garam dan gula secukupnya
minyak goreng secukupnya
kemiri 5 buah
daun pisang dan steples

Bumbu pepes tahu cukup diiris saja, sedangkan bumbu teri dan lelenya direbus lebih dahulu sebelum diblender, yang diiris hanya batang sereh dan cabe rawit atau merah saja.

bawang untuk pepes 3 jenis

ikan teri basah 1/2 kg

ikan lele 3 ekor

bumbu yang disiapkan untuk pepes tahu

yang sudah diiris
bumbu yang siap hendak direbus sebelum diblender

Cara Pembuatan :
Untuk Pepes tahu
Untuk pepes tahu bawang merah 3 siung, bawang putih 2 siung, cabe merah 2 buah, cabe rawit 5 buah semuanya diiris halus. tahu 3 buah dihancurkan, diberi daun kemangi secukupnya, diberikan garam dan gula secukupnya, lada halus dan diberikan sedikit minyak goreng dan diaduk rata. Tinggal dibungkus deh, diisikan satu sendok makan dibawahnya  diberikan daun salam.


Untuk pepes ikan lele dan teri basahnyanya
Lele yang masih segar, dicuci dengan garam halus, dicuci sambil digosok-gosok kulitnya, sehingga lele menjadi tidak licin lagi.  Setelah itu, lele baru dicuci bersih dengan air yang mengalir.

Untuk teri basahnya cukup dicuci bersih  seperti biasa. Untuk bumbunya  teri basah dan lele samaan, bumbunya direbus sebentar, setelah itu tinggal diblender ajah nih bawang merah, bawang putih,kunyit, jahe dan kemirinya, diberikan sedikit air. Batang serehnya diiris tipis2 diambil putihnya saja. Setelah jadi bumbu halusnya, separuh dibagi ke ikan lele, ditambahkan sedikit adonan untuk pepesan tahu,daun kemangi, diberikan sedikit garam dan gula, dicampur daun serehnya dan diberikan sedikit minyak goreng dan sudah siap dibungkus, jangan lupa menambahkan daun salam  setelah itu baru diisikan lele dan sedikit pepesan tahu tadi.

Untuk pepes terinya juga sama, kalau suka bisa ditambahkan sedikit cabe merah ulek supaya rasanya semakin mantab, diberikan garam dan gula, daun kemangi, irisan batang sereh, serta sedikit minyak goreng dan ditambahkan sedikit pepesan tahu dan siap untuk dibungkus. Dan selesai bungkus bungkus semua pepesnya, siap untuk dikukus deh.

Mudah bukan?....kelihatan mudah dan cepat, tapi pas mencoba menyobek daun pisangnya saja, jadinya sobek tercerai berai he he he , perlu sering-sering latihan ya biar mahir nih, dan kelupaan loh buat foto pepesnya setelah jadi...yang jelas rasanya mantab deh.

Friday, April 24, 2015

Dumbreng rapopo dan demam barongsai

Sejak awal Januari lalu, diusianya yang ke-3 tahun, Raffa mulai suka cerita dan meniru gaya barongsai, sebulan jelang imlek, vihara dekat rumah memang rajin latihan barongsai dan Raffa yang biasanya  lewat di depan Vihara sepulang sekolah sangat suka melihat latihannya dan di rumah dia biasanya menirukan musiknya dengan gayanya sendiri , dumbreng dumbreng dumbreng begitu bunyi musik barongsai ala Raffa.

Pas banget waktu kita jalan ke Mall, masih ada pertunjukkan Barongsai dan pengunjung mall antusias banget, walaupun gak bisa nonton dekat-dekat, Raffa cukup senang nonton pertunjukan Barongsainya.



Jadi tambah senang deh sama Barongsai, karena yang kita tonton di mall lebih canggih daripada yang ditonton Raffa di dekat rumah.  Ya iyalah, sampai terpana gitu deh nontonnya, sampai sekarang selain mainan mobilan, hobinya main barongsai, jadi selimut atau kain dijadikan barongsai dan dia mainin musiknya pakai mulut dumbreng dumbreng begitu.

Kemarin-kemarin malahan suka deretin buku yang katanya jalannya barongsai atau kursi dan dibilangnya ini tempat naiknya barongsai..itu kursi ditarik tarik dan disusun sendiri, gak mau dibantuin, dan sekarang katanya kalau udah gede mau jadi barongsai.

Kalau sebelumnya tidak suka difoto, sejak suka barongsai malahan minta untuk direkam sedang bergaya jadi barongsai.


video

Raffa kostumnya spiderman, tapi mengakunya jadi Barongsai

Monday, April 13, 2015

Manisan kolang kaling untuk obat

Beberapa waktu lalu, tanpa sengaja ibu mendapatkan informasi ini dari teman ibu, kolang-kaling bisa untuk obat, kebetulan istri teman ibu juga memiliki masalah yang sama, lututnya juga dibilang sudah aus, minyaknya habis, memang setelah rontgen di rumah sakit dekat kantor dan cek darah di dokter lain di Rumah Sakit dekat rumah, ibu tidak meneruskan periksa ke dokter lagi.  Padahal setelah 2 kali ke dokter internist, ibu diminta ay untuk periksa ke dr syaraf, padahal RS dekat banget dari tempat kerja ibu, tapi aduh kok rasanya gimana gitu, gak sempat-sempat terus dan malas .

Dipikir-pikir tidak ada salahnya mencoba, akhirnya diniatkan untuk mencari kolang kaling ke pasar, dan dijadikan semacam manisan kolang-kaling gitu, supaya menarik dikasi pewarna makanan warna merah dan hijau. Dan inilah camilan yang ibu bawa ke kantor sekitar 2 mingguan ini, biasanya lutut kanan kalau sudah duduk lama, agak sakit untuk diajak jalan dan sekarang sudah lumayanlah.



Setelah dibersihkan, kolang kaling langsung direbus, ditambahkan sedikit garam, baking soda dan seikat daun pandan, ditiriskan sampai benar-benar kering.

Lalu masak air dan gula sampai mendidih, waktu kemarin gulanya hanya pakai segelas saja karena memang gak mau manis-manis untuk 1/2 kg kolang kaling. Kolang-kalingnya dimasukkan sampai gulanya kering, jika suka bisa ditambahkan pewarna makanan.

Setelah dingin disimpan di toples yang berkaca dan disimpan di kulkas, siap deh untuk dinikmati, biasanya tiap hari ibu bawa buat camilan pas kerja, jadinya biasanya jajan gorengan bakwan atau tahu yang disiram kuah kacang  diganti ngemil kolang kaling.   Simple dan praktis jadinya ya, sekalian deh buat obat lutut dan juga jadi sekalian buat diet.

Thursday, March 26, 2015

Maret Spesial

 Spesial di bulan Maret..

Ada ulangtahunnya kaka Fai yang  ke-8 dihari Kamis  tanggal 12 Maret 2015 lalu, ya si bocah imut-imut yang ganteng itu sekarang sudah 8 tahun usianya. Kebetulan banget dihari itu Ibu dan ay bisa cuti barengan, requestnya Fai minta diadain ulangtahun di tempat lesnya sore nanti, requestnya tidak dikabulkan, karena ibu dan ay memang gak mau buat acara ramai-ramai, dirumah aja lah acaranya, jadinya bisa beliin kue ulangtahun buat Fai dan jemput Fai pulang les sore-sore, biasanya kan Fai naik ojek motor, pas ibu dan ay dirumah pas juga bisa nungguin fai les dan jemput pakai mobil.  Kelihatan Fai senang banget pas hari ulangtahun ditungguin dan dijemput ibu, ay dan Raffa.

Seperti biasa Fai dapat mentahan dari nenek dan Tante uninya, 2 lembar uang merah yang dititipkan ke Ibu dan bukan Fai namanya kalau enggak minta kado, kebetulan sehari setelah ultah, Fai diajak tante yang lain untuk cari kado sendiri, enaknya gini nih kalau punya tante banyak, ada yang sukanya kasih uang tunai ada yang sukanya kasih barang, jadilah Fai diajak ke Grand Metropolitan untuk makan dan sekalian cari kado ulangtahunnya, Fai milihnya Mr.Potato, terimakasih ya tante ayang.


Akhirnya Sabtu lalu baru sempat cari mainan dan nyarinya sama tetep Mr Potato, Fai sudah move on dari Lego rupanya, Raffa ikutan beli mainan juga, ikutan ambil mainan Mr Potato juga, setelah disuruh pilih antara 1 mobil hot wheel dan mainan kayak kakaknya, dia pilih mobil hot wheel saja...

Dan seminggu yang lalu tepatnya tanggal 16 Maret 2015 sudah genap 13 tahun ibu dan ay menikah, wah sudah lama juga ya, dari berdua saja  sekarang sudah ramai berlima.  Lucu juga sudah punya anak abege masih ada anak yang balita....rame terus deh rumah, karena mas dzaky sudah mulai malas diajak mainan sama Fai, sementara Raffa masih suka gak ngerti maunya kaka fai kalau diajak main.

 Senin itu tumben ibu keduluan si ay mengucapkan anniversary pernikahan,karena lagi rempong bahkan gak periksa handphone,,,,ucapannya biasa aja sih, cuma sebait doa si ay supaya kita bisa langgeng pernikahannya sampai kakek nenek dan bisa menemani anak2 dan cucu2 kita kelak... Amin, mudah-mudahan bisa terkabulkan. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...