Rabu, Agustus 27, 2014

Taman Safari pertamanya Raffa

Menutup liburan lebaran kemarin, kita juga mau jalan-jalan dunk, tapi kemana ya, Lebaran begini kan tempat wisata di Jakarta semuanya penuh dan padat, padahal yang mudik sudah banyak ya, Jalanan Jakarta sudah mulai lengang tapi herannya tempat wisata kok ga ikutan lengang ya.

Berhubung belum pernah mengajak si Raffa ke Taman Safari, jadilah TSI Cisarua Bogor jadi pilihan kita, Raffa sudah mulai tertarik dan sudah tahu nama-nama hewan nih, pastinya dia senang diajak ke Taman Safari. Terakhir ke Taman Safari sekeluarga khan tahun 2010 lalu , wuis udah lama juga ya ternyata . Perjalanannya  lancar dari rumah, mandek satu jam menunggu satu arah puncak dibuka, sampai pas jam 8 mau masuk ke Ciawi,dan ditahan satu jam menunggunya. Setelah satu arah sih perjalanan lancar, jam 10 sudah sampai tujuan. 

 Kalau Ibu dan Fai baru tahun lalu ke Taman Safari, Tiket masuknya masih sama kayak waktu kita kesana tahun lalu, saat dimobil, Ibu gak jepret-jepret lagi karena sedang memangku Raffa dan ngejelasin hewan-hewannya ke dia. Ada Gajah yang dinaiki Pawang dan 2 orang lainnya jelang liat hewannya selesai, banyak yang kasih Gajah wortel dan uang, hi hi hi ibu baru tau kalau ternyata Gajah dikasih uang, mungkin maksudnya angpao lebaran ya, Okelah, karena gak beli wortel tadi, Uang ajah deh yang dikasi ke Gajah, Gajah pertama yang dikasi uang, belalainya menjulur ke dalam dan itu liurnya ikutan juga he he he he, uangnya langsung dikasihkan ke pawangnya sementara kalau ada yang kasih wortel, wortelnya langsung dimakan.

Ketemu lagi gajah berikutnya, kasih lagi, kali ini tangan ibu kesenggol belalainya dibagian ujungnya, hi hi hi geli banget, kali ini kita dapat suvenir dari Gajahnya bukan cuma air liur aja tapi juga bulu hidungnya yang panjang-panjang itu hi hi hi geli euyyy, mobil-mobil bergerak sangat perlahan, padat karena masih suasana libur lebaran, dan perlu waktu lebih kurang 2 jam untuk liat hewan-hewannya dikendaraan dan banyak mobil yang mogok euyyy. Jadi ketar ketir kalau mencium bau sesuatu takutnya mobil kita ikutan mogok juga. Setelah itu kemana dunk, walah isi perut dululah kan udah jam 12 siang, jadi ke Food Court dulu deh.

Di Food Court, ada 2 orang pawang Monyet yang lagi duduk-duduk, tentulah mereka membawa anak asuhnya.  Jadilah, kita kepengen juga nyobain foto sama monyet, he he he belum pernah sih.  Fai langsung menjauh gak mau, Ay yang gendong Raffa langsung ajakin mas Dzaky buat foto dan Raffa nangis, kayaknya Raffa takut deh sama monyetnya, tapi emang tuh monyetnya jahil, tahu Raffa takut, tangannya malahan nyolek-nyolekin Raffa.


Senin, Agustus 18, 2014

Roti Pertamanya Ibu

Sejak menempati rumah kita lagi setelah renovasi, sudah ada keinginan untuk lebih rajin turun kedapur, entah buat masakan apa  atau buat kueh ya atau bersih-bersih dapur, malu juga pas Ibu mau buat nasi goreng yang tau letak kecapnya dimana si ay he he he he...jadilah setelah 2 bulanan tempati rumah, dan dapurnya jadi, niatnya mulai dipancangkan lagi.  The Power of kepepet disini gak ada nih, lain halnya dengan waktu tinggal di Cibinong dulu, mau masakan yang kayak mamanya Ibu, masak nunggu kita ke sana dulu, kan jauh euyy, sementara di Pondok Kopi sekarang ini Ibu punya asisten rumah tangga yang masaknya pinter, terus kalau masakan ala nenek, nenek 3 boys tinggal dibelakang rumah, dan tinggal bilang saja, Neneknya 3 boys  suka masak, jadilah untuk urusan masak sudah aman dan beres.

Berbulan-bulan berlalu sampai akhirnya diniatin untuk beli timbangan dulu, jadilah saat cari-cari perintilan rumah, timbangan juga sekalian Ibu ambil, setelah itu bulan berikutnya kepengen beli Oven, jadilah diawal Juli 2014 saat Ibu cuti untuk daftar ulang si mas jek yang ternyata cuma sebentaran banget, sehabis itu kita jalan ke C4 dan ternyata ada Oven yang diinginkan, Oven Kirin 190 RA langsung deh dibawa pulang.  Pas banget, kemarin adiknya Ibu si TU katanya mau buat cake, langsung buat Cake deh dia, dan panggangnya pakai oven baru. yang mana cakenya bentuknya ancur-ancuran gak karuan. 
Akhirnya Ibu berkesempatan mencoba ovennya pas buatin makaroni schotel untuk Raffa, jelang lebaran, Raffa mogok makan, diaduk-aduk dan jadi deh, kalau Dzaky dan Fai memang doyan banget ma makanan ini, jajanan favorit waktu waktu dulu di RS Hermina Depok atau kalo pas ada di Holland Bakery.  Raffa mau makan dan bahkan minta tambah, senangnya, biasanya Ibu buatnya kan yang dikukus, kayaknya yang dipanggang lebih mantab deh ya..

Minggu kemarin, siang-siang jelang sore, Ibu iseng deh liat resep ini dari Dapur Kue Oma (linknya bisa dibuka disini) dan langsung kepengen coba buat karena bahannya simple banget dan gak usah pake mixer.

RESEP ROTI MANIS ( Istimewa )nya mba Wida Tania

 RESEP ROTI MANIS

( aslinya Roti bantal kelapa srikaya Tabloid Saji )

Bahan Roti :

300 gr Tepung Cakra
100 gr Tepung segitiga
75 gr Gula pasir
1/2 sdm Ragi Instan
15 gr susu bubuk
1 butir telur
200 ml air es
75 gr margarin
1 sdt garam

Bahan Isi :
100 gr Keju Chedar parut /atau
100 gr Meisis


Cara Membuatnya;
1. Campur terigu,gula pasir ragi instan ,susu bubuk, telur aduk hingga rata. Kemudian masukkan air es aduk hingga kalis.
2.Setelah kalis ( tidak lengket ) masukkan margarin dan garam aduk kembali hingga kalis elastis.
3.Diamkan adonan 30 menit atau mengembang 2x dari ukuran adonan semula
4.Kempiskan adonan , timbang masing-masing 20 gr. Bulatkankan diamkan 10 menit.
5.Pipihkan adonan beri isi, bentuk bulat. Letakkan di Loyang bulat yang telah diolesi margarin susun dan beri jarak. Diamkan 75 menit sampai mengembang.
6.Olesi permukaan Roti dengan kuning telur atau susu evaporated.
7.Oven 15 menit dengan suhu 190 derajat / atau permukaan roti kuning keemasan


Senin, Agustus 11, 2014

Iedul Fitri 1435 - Edisi Temporary Maidless

H+3 setelah lebaran, tanpa disadari ada gunungan pakaian yang menunggu untuk disetrika, ditinggal asisten mudikkah,  engga juga sih, karena kita kan sejak 5 tahun terakhir memang pakai asisten yang pulper aja, tinggalnya juga didekat rumah kita dan biasanya juga libur lebarannya engga lama-lama kok, jadi disaat teteh libur, kita tetap bersih-bersih rumah, biasanya kita bagi-bagi tugas siapa yang nyapu dan yang ngepel dan yang bagian lap lap, biasanya Mas Dzaky dan Fai berebutannya dibagian mengepel lantai, bagian menyapu agak kurang diminati,   mencuci baju, gampang kan, tinggal dicemplungin saja kemesin cuci, beres deh, tinggal nunggu kelar, setelah itu tinggal dijemur.  Cuma urusan menggosoknya itu tuh, laundry kiloan juga pada tutup kan lebaran gitu loh, jadi biasanya supaya pakaian yang dicuci tidak terlalu  menggunung maka tips ini biasanya dilakukan  nih:

- Pakaian sehari-hari dan pakaian dalam tidak perlu digosok, dilipat saja dan bisa langsung dipakai
- Pakaiannya dilipat rapih jadi biar gunungannya tidak terlalu tinggi
- Pakaiannya disetrika dunk,gimana mau tumpukannya berkurang kalau engga disetrika...he he he he  

Dihari Kamis itu, akhirnya Ibu minta si ay buat ajarin anak-anak untuk menyetrika bajunya masing-masing, ini berlaku buat 2 anak yang terbesar,  Ay pengalaman 10 tahun ngekos jadi menyetrika bajunya sudah mumpuni dan tidak usah diragukan lagi, kalau Ibu bagian jagain Raffa saja deh.  Itung-itung kalau mereka dah terampil kan mereka bisa mengurangi tumpukan pakaian yang menggunung, Mas Dzaky kena panas sedikit tangannya saaat menggosok, tapi gak pa pa, mudah-mudahan lain kali lebih hati-hati lagi dan bisa lebih terampil lagi...dan ternyata mereka bersemangat sekali belajar menggosok, walau keringatan tapi mereka senang belajar menyetrika baju.  

Kaka Fai serius banget deh


Fai bahkan saat pelajaran menyetrika sudah selasai masih semangat terus dan bahkan mensetrika baju mas Dzaky dan bajunya Raffa juga, dan Raffa yang tadinya asik mainan didalam, akhirnya ingin ikut-ikutan  juga, kalau Raffa sih dikasih pura-pura ajah, bahaya euyy kalau kabel setrikanya dipasang.

Selasa, Agustus 05, 2014

Giliran Fai periksa matanya

Di Sabtu yang cerah di bulan Puasa kemarin, kita ke RS Mata Aini lagi dengan tujuan memeriksakan mata
Fai, pertama kalinya Fai periksa mata,saat ini Fai baru saja naik kelas 2 SD, sebelumnya Ibu perhatikan dia suka mengucek matanya dan suka menonton TVnya dekat-dekat. Waktu periksa mata mas Dzaky, dr mata anaknya bilang, sebaiknya anak yang sudah sekolah, diperiksa matanya 6 bulan sekali, pengalaman dengan anak pertama si mas Dzaky  yang baru ketahuan berkacamata dibulan Desember 2011 saat dia kelas 4 SD dengan hasil periksa minus 3 dikanan, kiri minus 1 ditambah silender 0,175, untuk Fai, Ibu tentu saja tidak  mau terlambat lagi, apalagi memang sebelumnya dia lapor, kalau kadang ada tulisan yang tidak terbaca oleh Fai.

Setelah mendaftar sebagai pasien baru, tidak terlalu lama kita dipanggil untuk menuju ruangan pemeriksaan mata, menunggu sebentar, matanya Fai diperiksa.




Fai bisa menjawab semua huruf-hurufnya dengan benar, dan diruangan ini mendapatkan hasil yang bagus dan memuaskan, agak lega sedikit Ibu.  Setelah ini masih lanjut lagi untuk ketemu dr Adi,jadi dengan dr Adi, Fai akan diperiksa dalam, maksudnya matanya, beliau adalah  dr Spesialis mata khusus untuk anak- anak disini, masih muda banget euyy, sambil menunggu dipanggil, Ibu dan  Fai dan Raffa selfie dulu dunk..lumayanlah, Raffa yang minta pulang terus, lupa sejenak sama keinginannya itu, diminta mainan gak mau, maunya pulang terus ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...