Thursday, July 30, 2015

Saat lebaran tidak kemana-mana (di Jakarta saja)

Bagaimana mengisi lebaran kalau tidak berencana bepergian dan hanya di Jakarta saja, hmm yang ini kita lakukan nih :
  • silaturahmi ke tetangga dan keluarga
  • menyambangi keluarga kakak yang ada di Jakarta 
  • jalan-jalan keliling kota Jakarta sampai ke Kota Tua  (jalan-jalan maksudnya liat-liat kota Jakarta yang sepi dan tenang ditinggal warganya mudik dari dalam mobil) .
  • bersih - bersih rumah, menyapu dan mengepel, cuci dan jemur baju, lipat baju dan bersih-bersih dapur 
  • atau berbelanja ke Supermarket rame-rame. 
  • makan bareng sekalian nobar di mall
  • agenda wajib kalau 3 boys ketemuan ma mba dan mas sepupunya ya pastinya berenang  
 Kalau ada kaka sepupu enak nih, ay bebas gak gendong-gendong Raffa

Tuesday, July 28, 2015

Lebaran tahun 2015 ini : 1436 H

Sudah hampir 2 minggu lebaran berlalu, baru sempat untuk posting tentang lebaran kita nih.  Lebaran kemarin kita salat Ied di Masjid didekat rumah saja,
Keluarga dari Semarang yang datang ke rumah kita sehari jelang lebaran, kebetulan omanya Dzaky dan Fai sekarang di rumah kita, dan dibelakang rumah kita ada orangtuanya Ibu yang juga tinggal seorang, jadilah kumpul saja di Pondok Kopi.

Untuk formasi lebaran kali ini kurang komplit karena ada adik Ibu,Tu baru aja berangkat sebulan yang lalu untuk kuliah ke Sydney, adik yang cowok si om aip dan keluarganya yang tinggal di Manado baru bisa cuti sehabis lebaran nanti, tapi biar gak komplit foto-foto tetap dunk ya.
 

Sehabis Salat Ied langsung deh kita nyebrang jalan, kebetulan TPU Pondok Kelapa Tanah Merah cuma nyebrang aja dari Masjid, sejak Papanya Ibu Wafat 12 tahun yang lalu, tiap Iedul Fitri kita selalu kesini, kebetulan aja memang bisa kumpulnya Pas cuma Iedul Fitri karena kalau Lebaran Haji biasanya acaranya masing-masing, 2 adik dan keluarganya yang rumahnya jauh tidak selalu bisa salat Ied disini. Kali ini kemakamnya juga gak komplit nih karena adik yang baru punya baby gak bisa salat Ied disini, salatnya didekat rumahnya saja, Budenya 3 boys kali ini ikutan juga ke makam, dia pengen tau makam di Jakarta kayak apa.

Sehabis itu sebelum silaturahmi ketetangga, makan dulu dunk ya, makan ketupat dan teman-temannya, Tantenya mamanya Ibu dan Abangnya yang biasa kita kunjungi, tahun ini berlebaran di Kampuang nan jauh dimato, di Solok Sumatera Barat sana. Jadilah tahun ini tema lebaran kita hari pertama, kompak pakai baju warna biru dan di Pondok Kopi saja sampai selepas Salat Jumat siang itu. 


Tahun ini alhamdulillah sukses puasanya si mas sama kaka Fai, libur sekolah selama bulan puasa menyenangkan juga buat mereka jadi bisa tidur siang, mudah-mudahan tahun depan Raffa bisa ikutan puasa juga, amin.

Wednesday, July 08, 2015

Ada sakit dan disengat lebah saat Puasa

Hari ini Puasa Ramadhan sudah masuk ke hari ke-21, alhamdulillah, mas Dzaky dan kaka Fai puasanya masih penuh  dan insya allah bisa diberikan kelancaran dan kesehatan terus .

Hari ke-6 Puasa, ibu dikagetkan dengan laporan sakitnya mas Dzaky, demam, anaknya juga mengeluh kakinya sakit serta perut sebelah kanan sakit, pas kaki kanan diangkat perutnya sakit juga, puasanya alhamdulillah masih kuat, akhirnya besok paginya, ibu dan ay bawa ke RSIA Hermina Jatinegara, subuh sempat sms dsa langganan dr Idham Amir untuk tanya jam praktek, ternyata pas diperjalanan dapat telp dari dokternya, bisa ketemuan di IGD sebelum jam 07.30 WIB, tidak lama menunggu, Pak dokter datang dan si mas diperiksa, perutnya di tes ditekan-tekan dan ditanya-tanya, ibu dan ay kan takutnya usus buntu, bahkan si ay udah pesan ibu suruh mintain USG segala, dengan penjelasan beliau yang panjang lebar dan kayaknya dia hapal sama kita, sebelum ngomong minta USG, pak dokternya udah bilang tidak perlu, dan dilihat dulu sampai 3 hari kedepan bagaimana kecendrungan sakitnya, bertambahkah atau berkurang,resepnya cuma obat demam aja yang diracik,alhamdulillah keesokan harinya semakin membaik dan membaik.

Nunggu dr Idham datang
Setelah itu gantian deh Fai yang flu, sehari sembuh, langsung tongkat estafetnya dilanjutkan ke ay, ay sembuh, flunya dikirim ke Ibu, kalau ay dan kaka fai flunya satu hari aja, ibu dapat  flu 3 hari saja, rasanya mantab sekali.

Saat minggu kemarin, pagi pagi, kaka fai tidak sengaja menginjak lebah, tidak berapa lama, kehebohan pun terjadi, dia nangis teriak-teriak kesakitan, sama ay ada bekas hitam ditelapak kaki langsung diambil, sementara fai masih tetap menangis berteriak-teriak dan bekas sengatannya jadi agak bengkak, akhirnya teteh buat obat seperti ini gula merah diiris dan bawang putih digeprek ditempelkan ke bekas sengatan tawon di telapak kaki kaka fai, tidak berapa lama, tangisannya pun berhenti, sudah mulai hilang sakitnya kata kaka Fai.



Sudah tenang, sudah bisa ketawa lagi, eh siang-siangnya, kaka fai nangis lagi, seperti biasanya nangisnya menyayat hati banget, sakit lagi katanya, dan akhirnya ibu buatin obat yang kayak dibuatin teteh tadi paginya, tidak lama dia bisa tenang dan bisa istirahat tidur siang dan sore terbangun sudah tidak sakit-sakit lagi.


Setelah tenang barulah bisa tanya mbah google obat disengat lebah, beda sama yang dibuat untuk Fai, cara mengobati sengatan lebah lainnya bisa diliat di  http://id.wikihow.com/Mengobati-Sengatan-Lebah.

Demikian nih sekelumit cerita Ramadhan kita , mudah-mudahan teman-teman semua diberikan kesehatan dan kelancaran ya puasa Ramadhannya, amin.

Thursday, June 18, 2015

Salat Tarawih dan Sahur Pertama Ramadhan 1436 H

Selamat puasa buat semua temans yang sedang berpuasa ya, kali ini mau cerita sedikit soal tarawih dan sahur pertama kita tahun ini.
Add caption
Sudah lama sekali rasanya, Ibu tidak menginjakkan kaki di Masjid atau Musholla untuk salat tarawih di Bulan Ramadhan, kenapa ya, banyak juga alasannya, waktu anak masih kecil dan menyusui, ibu tentunya berat untuk meninggalkan anak, setelah anak-anak besar, eh masih ada anak bayi lagi, anak-anak yang besar banyak kegiatannya setelah sekolah masih ada kegiatan tambahan sampai sore juga menjadi alasan ibu dan ay tidak memaksakan anak-anak untuk salat tarawih di masjid atau musholla, alasan  rasa lelah yang sangat sehabis pulang kerja juga berlaku untuk ibu dan ay, hmm bukan alasan seharusnya ya, selanjutnya masalah klasik tidak ada asisten yang menginap juga bisa menjadi alasan, biasanya kita lebih memilih salat tarawihnya di rumah saja, biasanya ay yang jadi imamnya, kalau ay buka puasa di luar dan pastinya pulangnya malam, giliran ibu yang jadi imamnya, mulai tahun ini nampaknya mas Dzaky sudah bisa menggantikan posisi ibu jadi imam salat tarawih kalau ay sedang buka puasa diluar.

Wednesday, June 03, 2015

Ke Sekolah Raffa Paud Tunas Bangsa

Selama Raffa sekolah hampir setahun ini,selain hari pertamanya di Paud, baru satu kali di bulan April lalu, Ibu berkesempatan mengantar dia kesekolah,saat itu ibu tidak masuk kerja karena sakit.   Raffa sekolah seminggu 3 kali di hari Senin,Selasa dan Kamis ,mulai jam 08.00 sd jam 9.30 WIB, sekalinya Ibu cuti kerja karena si teteh yang biasa antar Raffa sakit atau ada keperluan, Raffa lebih memilih tidak masuk sekolah dan manja-manjaan sama Ibu. 

Permintaan Raffa untuk diantar sekolah dengan Ibu dan teteh tentu saja sulit ditolak, biar kata lagi kurang enak badan, dibela-belain deh ya, Raffa kesekolah biasanya berjalan kaki,ekspresi senang Raffa tak terkira, bahagia bukan kepalang, tangan kanan pegang tangan teteh, tangan kiri pegang tangannya Ibu.  Jalannya jadi sempit deh tapi gak masalah banget buat Raffa dan ketika jalannya semakin sempit, dia pilih jalannya sama Ibu, gantian ibu yang bahagia banget, bahagia itu sedehana ya.

Sekolah Raffa letaknya di pinggir jalan raya, seberang sekolah langsung TPU Pondok Kelapa, barisnya minggir minggir mepet karena memang cuma berhalaman tidak luas, kantor RW  yang dimanfaatkan untuk membuat PAUD, jadilah orangtua memang harus menunggui anak-anaknya, jika pintu kelas dibuka, dikhawatirkan anak-anak langsung lari kejalanan raya, mayoritas siswanya anak-anak penghuni petakan disekitar sekolah, biasanya memang anak-anak  di seputaran rumah, sekolahnya di sekitar komplek saja, ada TK dan SD baik negeri maupun swasta didekat rumah, tapi memang tidak ada Playgroup yang dekat, solusi playgroup yang dekat buat kita ya PAUD itu, bisa ditempuh jalan kaki, dan untuk sosialisasi Raffa, ibu  dan ay pilih disitu saja, usia Raffa saat masuk Paud 2.5 tahun.  Progressnya begitu baik setahun terakhir ini, dari mulai digendong saat hari pertama tidak mau bergabung dengan teman-teman, sekarang sudah bisa bersosilisasi, dan sudah banyak kepintarannya, dan mulai kaka Fai, ibu dan ay sudah tidak berminat lagi menyekolahkan anak di usia yang dini, karena bulan lahirnya tanggung, jadilah nanti SD usianya akan 6 tahun lebih. 6 atau 7 bulan, dan setahun kedepan, rencananya akan tetap di PAUD Tunas Bangsa.  Bangga sekali lo Raffa dengan sekolahnya, biasanya kalau kita pergi barengan dan  lewat depan sekolah Raffa dan dia tidak pernah lupa selalu kasih tau kita, kalau itu sekolahnya dia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...