Thursday, June 18, 2015

Salat Tarawih dan Sahur Pertama Ramadhan 1436 H

Selamat puasa buat semua temans yang sedang berpuasa ya, kali ini mau cerita sedikit soal tarawih dan sahur pertama kita tahun ini.
Add caption
Sudah lama sekali rasanya, Ibu tidak menginjakkan kaki di Masjid atau Musholla untuk salat tarawih di Bulan Ramadhan, kenapa ya, banyak juga alasannya, waktu anak masih kecil dan menyusui, ibu tentunya berat untuk meninggalkan anak, setelah anak-anak besar, eh masih ada anak bayi lagi, anak-anak yang besar banyak kegiatannya setelah sekolah masih ada kegiatan tambahan sampai sore juga menjadi alasan ibu dan ay tidak memaksakan anak-anak untuk salat tarawih di masjid atau musholla, alasan  rasa lelah yang sangat sehabis pulang kerja juga berlaku untuk ibu dan ay, hmm bukan alasan seharusnya ya, selanjutnya masalah klasik tidak ada asisten yang menginap juga bisa menjadi alasan, biasanya kita lebih memilih salat tarawihnya di rumah saja, biasanya ay yang jadi imamnya, kalau ay buka puasa di luar dan pastinya pulangnya malam, giliran ibu yang jadi imamnya, mulai tahun ini nampaknya mas Dzaky sudah bisa menggantikan posisi ibu jadi imam salat tarawih kalau ay sedang buka puasa diluar.

Wednesday, June 03, 2015

Ke Sekolah Raffa Paud Tunas Bangsa

Selama Raffa sekolah hampir setahun ini,selain hari pertamanya di Paud, baru satu kali di bulan April lalu, Ibu berkesempatan mengantar dia kesekolah,saat itu ibu tidak masuk kerja karena sakit.   Raffa sekolah seminggu 3 kali di hari Senin,Selasa dan Kamis ,mulai jam 08.00 sd jam 9.30 WIB, sekalinya Ibu cuti kerja karena si teteh yang biasa antar Raffa sakit atau ada keperluan, Raffa lebih memilih tidak masuk sekolah dan manja-manjaan sama Ibu. 

Permintaan Raffa untuk diantar sekolah dengan Ibu dan teteh tentu saja sulit ditolak, biar kata lagi kurang enak badan, dibela-belain deh ya, Raffa kesekolah biasanya berjalan kaki,ekspresi senang Raffa tak terkira, bahagia bukan kepalang, tangan kanan pegang tangan teteh, tangan kiri pegang tangannya Ibu.  Jalannya jadi sempit deh tapi gak masalah banget buat Raffa dan ketika jalannya semakin sempit, dia pilih jalannya sama Ibu, gantian ibu yang bahagia banget, bahagia itu sedehana ya.

Sekolah Raffa letaknya di pinggir jalan raya, seberang sekolah langsung TPU Pondok Kelapa, barisnya minggir minggir mepet karena memang cuma berhalaman tidak luas, kantor RW  yang dimanfaatkan untuk membuat PAUD, jadilah orangtua memang harus menunggui anak-anaknya, jika pintu kelas dibuka, dikhawatirkan anak-anak langsung lari kejalanan raya, mayoritas siswanya anak-anak penghuni petakan disekitar sekolah, biasanya memang anak-anak  di seputaran rumah, sekolahnya di sekitar komplek saja, ada TK dan SD baik negeri maupun swasta didekat rumah, tapi memang tidak ada Playgroup yang dekat, solusi playgroup yang dekat buat kita ya PAUD itu, bisa ditempuh jalan kaki, dan untuk sosialisasi Raffa, ibu  dan ay pilih disitu saja, usia Raffa saat masuk Paud 2.5 tahun.  Progressnya begitu baik setahun terakhir ini, dari mulai digendong saat hari pertama tidak mau bergabung dengan teman-teman, sekarang sudah bisa bersosilisasi, dan sudah banyak kepintarannya, dan mulai kaka Fai, ibu dan ay sudah tidak berminat lagi menyekolahkan anak di usia yang dini, karena bulan lahirnya tanggung, jadilah nanti SD usianya akan 6 tahun lebih. 6 atau 7 bulan, dan setahun kedepan, rencananya akan tetap di PAUD Tunas Bangsa.  Bangga sekali lo Raffa dengan sekolahnya, biasanya kalau kita pergi barengan dan  lewat depan sekolah Raffa dan dia tidak pernah lupa selalu kasih tau kita, kalau itu sekolahnya dia.

Tuesday, May 19, 2015

ke Gunung Mas dan Cimory saja

Libur long weekend Rabu  kemarin, dadakan nih kita jalan-jalan ke Puncak, niat awalnya mau ke Ancol, kenapa jadinya ke Puncak , yang penting jalan-jalan deh, tahun ini memang belum pernah  jalan-jalan yang pakai menginap, semua rencana batal terus nih, berhubung punya anak yang satu sudah abege di SMP, yang satu masih kelas 2 SD, ditambah ay yang lagi sibuk banget, susah buat ijin cutinya, susah klopin waktunya, jadilah banyak libur long weekend sampai bulan Mei ini kita lebih banyak dirumah saja, kalau buat ibu sih ok ok  aja karena lagi senang-senangnya mencoba  resep baru.

Perjalanan di tol cukup lancar, sampai gerbang tol ciawi baru agak tersendat, padahal sudah satu arah ke atas, mau mampir ke Cimory Riverside baru jam 11 siang, sudah penuh banget , liat parkirannya jadi enggak jadi mampir, niat awalnya sih cuma mau jalan - jalan sampai ke Puncak aja, sudah lama banget gak lewat Puncak, paling jauh biasanya cuma sampai Taman Safari saja, tiba-tiba liat argo wisata gunung mas dan Melrimba Garden, masih dilewatin terus, akhirnya setelah  sampai di Restoran Rindu Alam Puncak yang penuhnya maksimal juga dan tadinya mau makan siang di situ, jadi gak jadi juga, melihat arah turun yang mulai padat, akhirnya  kita ikut antrian turun dan akhirnya diputuskan untuk mampir ke argowisata Gunung Mas, ibu udah pernah kesana pas ada acara kantor alm papanya Ibu, tapi  sudah lama sekali mungkin di tahun 1990-an, sementara si ay pernah acara kantor disana juga sudah lama sekitar 15 tahun yang lalu, jadi udah lupa ceritanya nih tempatnya kayak apa.

Tiket masuknya sebesar Rp. 15.500,-/orang, untuk anak yang usianya dibawah 5 tahun masih belum bayar, dan untuk mobil dikenakan Rp. 7.500,-..

Tempat makan disana, berupa warung-warung kopi kecil begitu,berhubung sudah  3 jam di kendaraan dan sudah waktunya makan siang, jadilah kita makan di salah satu warung disitu, ibu pesan soto mie plus nasi, makannya berdua sama Raffa, sementara ay, mas Dzaky dan kaka Fahri pesannya Pop Mie dan jagung bakar, minumnya pesan aqua botol dan Milo hangat untuk anak-anak.  Untuk rasanya, rasa soto mienya sih standar banget menurut ibu, kalau makan terlambat takutnya maagnya kambuh jadi memang harus makan tertib dan tepat waktu dan kalau ibu entah mengapa kalau makan siang harus ada nasinya.





Ternyata ada penginapannya juga disana, yang suka suasana tenang dan sepi, bisa pilih menginap disini nih.  Setelah isi perut, ternyata ada Bapak yang menawarkan layangannya, harga untuk 2 layangan dan benangnya Rp. 45 ribu, dan karena jarang main layangan, enggak pernah malahan ya di Pondok Kopi karena lahan yang terbatas, akhirnya diputuskan main layang-layang dulu, anak-anak cukup excited maklum deh, ternyata sulit juga ya membuat layangan manteng diatas, akhirnya dibantu Bapak penjual layangan baru deh layangan sukses mengudara dan si Bapak bilang kalau mau stabil layang-layangnya, benangnya harus dipanjangin lagi, akhirnya beli lagi 2 tambahan benang ke Bapak penjual layangan, stabil diatasnya cuma sebentar aja tapi sudah cukup membuat anak-anak yang gak biasa main layangan senang, ibu ajah jadi penasaran pengen ikutan main layangan, maklum deh ay ma 3 anak pada main layangan, gak seru dong ya kalau ibu cuma menonton saja.




Setelah itu, mesti naik kuda dong, naik kudanya pilih yang tarifnya 30 Ribu/orang saja, kalau mau keliling yang jauhan di kebun tehnya juga bisa sih, pas turun menuju TSI , sempat mandek 1 jam, sebelum akhirnya jalanan lancar karena ternyata satu arahnya baru dimulai jam 4 sore, setelah itu lancar jaya, mampir cimory niatnya mau makan sekalian di restonya, tapi melihat parkiran yang begitu luar biasa, bisa dipastikan kalau cimory riversidenya penuh pake banget deh.


yang lainnya naik kuda, mas dzzaky lagi berusaha menaikkan layangannya...

Akhirnya beli susu cimory, yoghurt  dan snack-snack saja, itupun gak lama - lama karena penuh kayak pasar senggol, kesimpulannya biar macet dan penuh sesak. tapi tetap aja semuanya pada happy biar singkat tapi cukup padat liburan singkatnya.

Wednesday, May 06, 2015

Pepes Praktis three in One

Libur long weekend kemarin gak kemana-mana, jadilah hari Jumatnya coba-coba buat no bake oreo chocolate  cheesacake dan hari minggunya Ibu belajar buat pepes sama si teteh,asisten pulper dirumah kita ini memang masakannya enak-enak, sekalian aja ya diposting disini biar ingat bumbu dan cara buatnya, biasanya kalau lama tidak dibuat pastilah jadi lupa.

 Jadi ini ceritanya pepes untuk 3 versi yaitu buat pepes ikan lele, pepes teri dan pepes tahu,  biasanya dirumah cuma buat  2 macam pepes saja  , pepes tahu sama pepes teri aja, tapi ay pengen lele versi lain selain digoreng, jadi berhubung pas mau buat pepes jadi sekalian aja deh ikan lelenya dipepes, untuk trial dicoba sedikit dulu yaitu 3 ekor ikan lele dan untuk kepraktisan bumbunya diblender aja, kalau mau diulek pastinya lebih sip lagi.


Pertama persiapan bahannya dulu :
bawang merah 8 siung
bawang putih 10 siung
tahu putih besar 3 buah
cabe rawit secukupnya
cabe merah ulek secukupnya
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
daun salam secukupnya
daun kemangi secukupnya
sereh kira2 8 batang
teri basah setengah kg
lada halus (untuk pepes tahu)
garam dan gula secukupnya
minyak goreng secukupnya
kemiri 5 buah
daun pisang dan steples

Bumbu pepes tahu cukup diiris saja, sedangkan bumbu teri dan lelenya direbus lebih dahulu sebelum diblender, yang diiris hanya batang sereh dan cabe rawit atau merah saja.

bawang untuk pepes 3 jenis

ikan teri basah 1/2 kg

ikan lele 3 ekor

bumbu yang disiapkan untuk pepes tahu

yang sudah diiris
bumbu yang siap hendak direbus sebelum diblender

Cara Pembuatan :
Untuk Pepes tahu
Untuk pepes tahu bawang merah 3 siung, bawang putih 2 siung, cabe merah 2 buah, cabe rawit 5 buah semuanya diiris halus. tahu 3 buah dihancurkan, diberi daun kemangi secukupnya, diberikan garam dan gula secukupnya, lada halus dan diberikan sedikit minyak goreng dan diaduk rata. Tinggal dibungkus deh, diisikan satu sendok makan dibawahnya  diberikan daun salam.


Untuk pepes ikan lele dan teri basahnyanya
Lele yang masih segar, dicuci dengan garam halus, dicuci sambil digosok-gosok kulitnya, sehingga lele menjadi tidak licin lagi.  Setelah itu, lele baru dicuci bersih dengan air yang mengalir.

Untuk teri basahnya cukup dicuci bersih  seperti biasa. Untuk bumbunya  teri basah dan lele samaan, bumbunya direbus sebentar, setelah itu tinggal diblender ajah nih bawang merah, bawang putih,kunyit, jahe dan kemirinya, diberikan sedikit air. Batang serehnya diiris tipis2 diambil putihnya saja. Setelah jadi bumbu halusnya, separuh dibagi ke ikan lele, ditambahkan sedikit adonan untuk pepesan tahu,daun kemangi, diberikan sedikit garam dan gula, dicampur daun serehnya dan diberikan sedikit minyak goreng dan sudah siap dibungkus, jangan lupa menambahkan daun salam  setelah itu baru diisikan lele dan sedikit pepesan tahu tadi.

Untuk pepes terinya juga sama, kalau suka bisa ditambahkan sedikit cabe merah ulek supaya rasanya semakin mantab, diberikan garam dan gula, daun kemangi, irisan batang sereh, serta sedikit minyak goreng dan ditambahkan sedikit pepesan tahu dan siap untuk dibungkus. Dan selesai bungkus bungkus semua pepesnya, siap untuk dikukus deh.

Mudah bukan?....kelihatan mudah dan cepat, tapi pas mencoba menyobek daun pisangnya saja, jadinya sobek tercerai berai he he he , perlu sering-sering latihan ya biar mahir nih, dan kelupaan loh buat foto pepesnya setelah jadi...yang jelas rasanya mantab deh.

Friday, April 24, 2015

Dumbreng rapopo dan demam barongsai

Sejak awal Januari lalu, diusianya yang ke-3 tahun, Raffa mulai suka cerita dan meniru gaya barongsai, sebulan jelang imlek, vihara dekat rumah memang rajin latihan barongsai dan Raffa yang biasanya  lewat di depan Vihara sepulang sekolah sangat suka melihat latihannya dan di rumah dia biasanya menirukan musiknya dengan gayanya sendiri , dumbreng dumbreng dumbreng begitu bunyi musik barongsai ala Raffa.

Pas banget waktu kita jalan ke Mall, masih ada pertunjukkan Barongsai dan pengunjung mall antusias banget, walaupun gak bisa nonton dekat-dekat, Raffa cukup senang nonton pertunjukan Barongsainya.



Jadi tambah senang deh sama Barongsai, karena yang kita tonton di mall lebih canggih daripada yang ditonton Raffa di dekat rumah.  Ya iyalah, sampai terpana gitu deh nontonnya, sampai sekarang selain mainan mobilan, hobinya main barongsai, jadi selimut atau kain dijadikan barongsai dan dia mainin musiknya pakai mulut dumbreng dumbreng begitu.

Kemarin-kemarin malahan suka deretin buku yang katanya jalannya barongsai atau kursi dan dibilangnya ini tempat naiknya barongsai..itu kursi ditarik tarik dan disusun sendiri, gak mau dibantuin, dan sekarang katanya kalau udah gede mau jadi barongsai.

Kalau sebelumnya tidak suka difoto, sejak suka barongsai malahan minta untuk direkam sedang bergaya jadi barongsai.


video

Raffa kostumnya spiderman, tapi mengakunya jadi Barongsai
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...