Friday, April 24, 2015

Dumbreng rapopo dan demam barongsai

Sejak awal Januari lalu, diusianya yang ke-3 tahun, Raffa mulai suka cerita dan meniru gaya barongsai, sebulan jelang imlek, vihara dekat rumah memang rajin latihan barongsai dan Raffa yang biasanya  lewat di depan Vihara sepulang sekolah sangat suka melihat latihannya dan di rumah dia biasanya menirukan musiknya dengan gayanya sendiri , dumbreng dumbreng dumbreng begitu bunyi musik barongsai ala Raffa.

Pas banget waktu kita jalan ke Mall, masih ada pertunjukkan Barongsai dan pengunjung mall antusias banget, walaupun gak bisa nonton dekat-dekat, Raffa cukup senang nonton pertunjukan Barongsainya.



Jadi tambah senang deh sama Barongsai, karena yang kita tonton di mall lebih canggih daripada yang ditonton Raffa di dekat rumah.  Ya iyalah, sampai terpana gitu deh nontonnya, sampai sekarang selain mainan mobilan, hobinya main barongsai, jadi selimut atau kain dijadikan barongsai dan dia mainin musiknya pakai mulut dumbreng dumbreng begitu.

Kemarin-kemarin malahan suka deretin buku yang katanya jalannya barongsai atau kursi dan dibilangnya ini tempat naiknya barongsai..itu kursi ditarik tarik dan disusun sendiri, gak mau dibantuin, dan sekarang katanya kalau udah gede mau jadi barongsai.

Kalau sebelumnya tidak suka difoto, sejak suka barongsai malahan minta untuk direkam sedang bergaya jadi barongsai.


video

Raffa kostumnya spiderman, tapi mengakunya jadi Barongsai

Monday, April 13, 2015

Manisan kolang kaling untuk obat

Beberapa waktu lalu, tanpa sengaja ibu mendapatkan informasi ini dari teman ibu, kolang-kaling bisa untuk obat, kebetulan istri teman ibu juga memiliki masalah yang sama, lututnya juga dibilang sudah aus, minyaknya habis, memang setelah rontgen di rumah sakit dekat kantor dan cek darah di dokter lain di Rumah Sakit dekat rumah, ibu tidak meneruskan periksa ke dokter lagi.  Padahal setelah 2 kali ke dokter internist, ibu diminta ay untuk periksa ke dr syaraf, padahal RS dekat banget dari tempat kerja ibu, tapi aduh kok rasanya gimana gitu, gak sempat-sempat terus dan malas .

Dipikir-pikir tidak ada salahnya mencoba, akhirnya diniatkan untuk mencari kolang kaling ke pasar, dan dijadikan semacam manisan kolang-kaling gitu, supaya menarik dikasi pewarna makanan warna merah dan hijau. Dan inilah camilan yang ibu bawa ke kantor sekitar 2 mingguan ini, biasanya lutut kanan kalau sudah duduk lama, agak sakit untuk diajak jalan dan sekarang sudah lumayanlah.



Setelah dibersihkan, kolang kaling langsung direbus, ditambahkan sedikit garam, baking soda dan seikat daun pandan, ditiriskan sampai benar-benar kering.

Lalu masak air dan gula sampai mendidih, waktu kemarin gulanya hanya pakai segelas saja karena memang gak mau manis-manis untuk 1/2 kg kolang kaling. Kolang-kalingnya dimasukkan sampai gulanya kering, jika suka bisa ditambahkan pewarna makanan.

Setelah dingin disimpan di toples yang berkaca dan disimpan di kulkas, siap deh untuk dinikmati, biasanya tiap hari ibu bawa buat camilan pas kerja, jadinya biasanya jajan gorengan bakwan atau tahu yang disiram kuah kacang  diganti ngemil kolang kaling.   Simple dan praktis jadinya ya, sekalian deh buat obat lutut dan juga jadi sekalian buat diet.

Thursday, March 26, 2015

Maret Spesial

 Spesial di bulan Maret..

Ada ulangtahunnya kaka Fai yang  ke-8 dihari Kamis  tanggal 12 Maret 2015 lalu, ya si bocah imut-imut yang ganteng itu sekarang sudah 8 tahun usianya. Kebetulan banget dihari itu Ibu dan ay bisa cuti barengan, requestnya Fai minta diadain ulangtahun di tempat lesnya sore nanti, requestnya tidak dikabulkan, karena ibu dan ay memang gak mau buat acara ramai-ramai, dirumah aja lah acaranya, jadinya bisa beliin kue ulangtahun buat Fai dan jemput Fai pulang les sore-sore, biasanya kan Fai naik ojek motor, pas ibu dan ay dirumah pas juga bisa nungguin fai les dan jemput pakai mobil.  Kelihatan Fai senang banget pas hari ulangtahun ditungguin dan dijemput ibu, ay dan Raffa.

Seperti biasa Fai dapat mentahan dari nenek dan Tante uninya, 2 lembar uang merah yang dititipkan ke Ibu dan bukan Fai namanya kalau enggak minta kado, kebetulan sehari setelah ultah, Fai diajak tante yang lain untuk cari kado sendiri, enaknya gini nih kalau punya tante banyak, ada yang sukanya kasih uang tunai ada yang sukanya kasih barang, jadilah Fai diajak ke Grand Metropolitan untuk makan dan sekalian cari kado ulangtahunnya, Fai milihnya Mr.Potato, terimakasih ya tante ayang.


Akhirnya Sabtu lalu baru sempat cari mainan dan nyarinya sama tetep Mr Potato, Fai sudah move on dari Lego rupanya, Raffa ikutan beli mainan juga, ikutan ambil mainan Mr Potato juga, setelah disuruh pilih antara 1 mobil hot wheel dan mainan kayak kakaknya, dia pilih mobil hot wheel saja...

Dan seminggu yang lalu tepatnya tanggal 16 Maret 2015 sudah genap 13 tahun ibu dan ay menikah, wah sudah lama juga ya, dari berdua saja  sekarang sudah ramai berlima.  Lucu juga sudah punya anak abege masih ada anak yang balita....rame terus deh rumah, karena mas dzaky sudah mulai malas diajak mainan sama Fai, sementara Raffa masih suka gak ngerti maunya kaka fai kalau diajak main.

 Senin itu tumben ibu keduluan si ay mengucapkan anniversary pernikahan,karena lagi rempong bahkan gak periksa handphone,,,,ucapannya biasa aja sih, cuma sebait doa si ay supaya kita bisa langgeng pernikahannya sampai kakek nenek dan bisa menemani anak2 dan cucu2 kita kelak... Amin, mudah-mudahan bisa terkabulkan. 

Monday, March 23, 2015

Syukuran 5 tahun

Waktu berlalu begitu cepatnya, sekarang Dija sudah berusia 5 tahun, sudah besar dan sudah jadi anak perempuan kecil yang cantik.

Apa yang membuat blog Dija selalu menarik untuk dikunjungi, mungkin karena 5 hal ini nih .

Satu, Kepo mau  mengetahui perkembangan Dija dari waktu ke waktu.
Sejak awal liat wajah bayi Dija yang cantik dan imut-imut, dan mengetahui perjuangan Dija  yang sempat lama di Rumah Sakit sampai hampir sebulan, jadi selalu berharap dan berdoa semoga  Dija seterusnya selalu diberikan sehat, walaupun Dija tidak didampingi ibu Noni, tapi Ibu 3 boys yakin selalu banyak limpahan kasih sayang untuk Dija, terutama dari ibuk yang sukanya sama warna kuning itu, juga dari semua keluarga Dija dan bahkan orang-orang yang belum pernah  bertemu dengan Dija. Momen Dija tumbuh gigi, saat Dija pertama kali dibawa ke studio foto, saat Dija bisa berdiri, berlari, saat Dija sudah bisa berjalan, rasanya serasa ikutan juga menemani momen-momen Dija itu.
Gambar dari Blog Dija Princess

Dua, Kepo mau liat foto-foto Dija dan  Outfit Of The Daynya.
Mulai dari bayi sampai sekarang, Dija kelihatan sangat cantik, warna baju dan penampilan Dija yang cantik membuat Ibu 3 boys suka sekali berlama-lama memandangi foto Dija di blognya Dija sambil mengagumi gaya Dija yang kenes dan sangat alami, sampai gemes dan jadinya pengen cubit Dija, dan apalagi outfit yang dibuat sendiri untuk Dija yang pastinya dibuat dengan penuh cinta  .  Semua warna nampaknya semuanya pas untuk Dija, dan kelihatan Dija suka sekali warna Pink ya, pink buat Dija dan penampilannya jadi semakin ciamik, warna yang manis kesukaan anak-anak perempuan. Ini 5 OOTD Dija yang paling disuka.

Gambar dari Blog Dija Princess

Tuesday, March 10, 2015

[Cerita Hijab Pertamaku]- karena Sinetron Mutiara Hati

gambar dari www.rapifilms.com


Pasti masih banyak yang belum tahu sinetronnya, dimasa itu sinetronnya termasuk yang banyak penontonnya, walaupun bukan penggemar sinetron, suka juga sih liat sinetronnya.

Berikut ulasan Wikepedianya.
Mutiara Hati merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV sejak 29 Agustus 2005 hingga tamat tahun 2006. Pemain utama di sinetron ini ialah Novi Aulia, Inneke Koesherawati, Lucky Hakim, Nadia Vega, Joshua Suherman, Pevita Pearce dan masih banyak lagi.

Cerita memakai jilbab pertama berasal dari situ, awalnya  kesengsem sama penampilan  bunda Arini (Inneke Koesherawati)  dengan jilbabnya, lama dipikirkan sendiri akhirnya di hari Sabtu di tahun 2005 itu sehabis beli sarapan nasi uduk akhirnya diutarakanlah keinginan itu ke ay, suami tercinta, ternyata responsnya sangat tidak diduga - duga, langsung diajakin kepasar saat itu juga, iya 6 buah jilbab pertama belinya di pasar Perumnas Klender tahun 2005 lalu itu, lupa deh sama tanggal dan bulannya cuma ingatnya itu kejadiannya sehabis lebaran tahun itu.

Sehabis beli 6 buah jilbab perdana, langsung dipakai pertama kalinya pada keesokan paginya ke tukang nasi uduk lagi  dan  siangnya ada acara silaturahmi sehabis lebaran  di rumah teman kerja, perjalanan pulang kerumah, senangnya dapat pujian dari anak lanang yang waktu itu usianya baru 3 tahun, kata mas Dzaky, ibu cantik pake jilbab kayak bunda Arini, waw bisa aja nih , jadi senang dan berbunga-bunga dipuji seperti itu.

Dan berlanjut terus,awalnya memakainya masih berantakan, saat sekarang lebih nyaman dengan model yang simpel saja,memakai katun paris polos saat bekerja, memang bukan jilbab yang panjang banget tapi insya allah menutup dada dan sekarang pelan-pelan mulai belajar berhijab Syari.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...