Saturday, April 07, 2012

Fototerapi 5 Hari 4 malam

Raffa di blue light 24-28 Januari 2012


 Awalnya pulang ke rumah, Raffa memang belum begitu bisa menyusu ke Ibu, bulan januari pas dia lahir, cuaca memang seringnya mendung, seminggu pertama pulang ke rumah raffa selalu dapat sinar matahari/ dijemur, tapi menyusunya malas sekali, sehingga ASI ibu yang mulai banyak di hari ke 5 dan selanjutnya ibu tampung di gelas kaca, Bilirubin Raffa hari ke 7 11.6, berhubung beratnya sedikit naik, dsa Raffa, dr Elisabeth Yohmi bolehin kita pulang dan diminta kontrol 5 hari kemudian, 5 hari kemudian di test lab lagi, bilirubinnya naik ke angka 16,1 dimana kadar normalnya lebih besar sama dengan 12, dan beratnya menyusut.., Raffa dah kelihatan kuning di hidung, mata dan dahinya dan vonis dsa  Raffa harus menginap karena harus di blue light/fototerapi, kaget dech ibu, maklum Dzaky dulu malah pas lahir gak ada periksa bilirubin, dan pas fai walau diperiksa pas lahir, lagi gak musim bayi kuning...Nah, pas Raffa..berhubung cuaca yang mendukung..dimana sinar matahari pada ngumpet atau mungkin karena lahirnya kecepatan ya jadi fungsi hatinya belum dapat berfungsi dengan baik jadinya dia kuning.

Waktu ditanya mau dikasih ASI atau formula, ibu mantab jawabnya ASI dunk, dan langsung deh kiriman ASI ibu datangkan ke RS, awalnya ibu kasih 6 botol lebih kurang 525 ml...Hasil perahan ASI selama seminggu 9 botol bersisa 3 dikulkas, dan mulailah sejak hari itu, ibu kejar tayang..bukan syuting yach,tapi kejar tayang memerah ASI..dengan tangan, jadilah ibu yang berpisah dengan Raffa mendisiplinkan diri untuk bangun setiap 3 jam sekali dimalam hari.

Hari ke 3, teman - teman seangkatan yang sama-sama nunggu di ruang tunggu yang babynya kuning satu persatu sudah mulai pulang ke rumah...hari ke 3 itu, ibu dah mulai berasa capeknya bolak bolak ke RS yang lumayan jauh antar ASI disiang hari, menunggu di ruang tunggu kalo raffa bangun dan dipanggil buat nyusuin..sampai malam  hari, ay jemput ibu ke RS sekalian nengokin raffa dan kita pulang ke rumah sama-sama.

Harapan diawal Raffa masuk RS, palingan sehari dua hari ajah di RSnya, ponakan ibu cuman sehari dah boleh pulang. Ruang Perina tempat baby - baby disinar dah mulai sepi, tersisa bayi - bayi yang baru masuk yang rata - rata ibunya masih pada dirawat di RS..jadilah Raffa Pak Lurah (yang paling lama nginep) disana.

Saat mulai down itulah, ibu yang biasanya otomatis 3 jam sekali bangun di malam hari untuk perah ASI  ..mulai bablas 5 jam baru bangun untuk merah ASI.., , memang Raffa lama turun bilirubinnya, ibu harus sabar dan harus tetap semangat perah ASInya untuk raffa..., raffa sendiri hebat sekali miminya, jadi disana dia disendokin mimi ASInya...mulai 525 ml...., ibu tingkatkan terus ...sampai terakhir miminya hampir 700 ml , Perawat2 semua lapor kalo raffa pinter mimi asinya..dan ada beberapa  ibu - ibu yang menyapa ibu saat sama-sama nyusuin babynya ..kalo dia amaze ma ASI ibu yang banyak, rata-rata memang usia babynya belum seminggu sehingga ASI ibunya belum lancar keluar...alhamdulillah, yang jadi penyemangat ibu dikala sedih jauh dari raffa karena  raffa semangat miminya, ibu gak boleh kendor merah ASInya biar bisa cepat kumpul lagi di rumah dengan raffa dan akhirnya  penantian ibu berakhir di  hari ke 5, raffa boleh pulang disore harinya...dan sejak itu dia mulai pintar mimi ASInya dan mulai menggemuk, alhamdulillah..moga selallu begitu ya raffa.

Artikel berikut tentang bayi kuning, semoga bermanfaat ya.

Artikel ini diambil dari sini
Kadar Bayi Kuning Normal dan Tidak Normal
Bayi Anda telah lahir dengan selamat! Namun jika dibandingkan dengan bayi lainnya, mengapa tubuhnya berwarna kuning? Normalkah?

Secara fisiologis tubuh seseorang memroduksi sel darah merah, dan akan membuang atau memecah sel darah merah yang sudah tua. Produk buangan dari proses pemecahan itulah yang disebut bilirubin indirek yang tidak larut dalam air. Bilirubin indirek ini kemudian harus diproses di dalam hati hingga menjadi bilirubin direk (larut dalam air).

Bayi yang baru lahir, fungsi organ hatinya masih belum matang, sehingga proses perubahan bilirubin itu menjadi lambat. Akibatnya, bilirubin indirek akan menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh. Inilah yang kemudian menyebabkan kulit, mata, dan selaput lendir bayi tampak kuning.

Normal kok. Hal ini normal terjadi pada bayi jika:
  • Warna kuning muncul setelah 2x24 jam kelahiran.
  • Derajat bilirubin sekitar 10 mg%
  • Jika bayi mendapat susu formula, warna kuning akan mencapai puncaknya yakni sekitar 6-8mg% pada hari ketiga.
  • Jika bayi diberikan ASI, kadar bilirubin puncak dapat mencapai 7-14 mg%.
  • Bayi tetap aktif menangis dan kuat menyusu.
  • Urin bayi tidak berwarna kuning tua atau cokelat.
Untuk bayi dalam keadaan yang normal, warna kuning ini akan hilang bila fungsi organ hati bayi sudah benar-benar matang. Karena pada saat itu hati sudah mampu mengubah bilirubin menjadi larut dalam air dan membuangnya dari tubuh. Normalnya, warna kuning itu akan hilang di hari ke-7.

Tidak normal. Ayah dan Bunda perlu waspada jika warna kuning itu muncul:
  • Sebelum 24 jam pertama setelah bayi lahir.
  • Melalui pemeriksaan laboratorium, peningkatan kadar bilirubin terjadi sangat cepat, melebihi 5 mg% per hari.
  • Warna urin kuning tua atau cokelat.
Warna kuning atau tingkat bilirubin yang tinggi ini bisa disebabkan karena berbagai hal, antara lain:
  • perbedaan golongan darah
  • kekurangan enzim GPO
  • infeksi besar
  • Hb darah tingi
  • sumbatan sistim empedu
  • gangguan metabolic atau endokrin
  • faktor ras
  • kelainan genetic.
 Atau bisa juga dikarenakan usia ibu yang sudah lanjut, ibu dengan diabetes atau tekanan darah tinggi, ibu yang kekurangan zat seng,obat-obatan tertentu, proses persalinan dengan menggunakan alat, bayi prematur, atau pemotongan tali pusat yang terlambat.

Perlu Fototerapi? Jika kadar bilirubin bayi tinggi, maka fototerapi (terapi sinar biru) perlu dilakukan. Karena kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan keracunan pada otak bayi, yang akhirnya dapat menyebabkan retardasi mental atau palsi serebral.

Dan jika kadar bilirubin sudah pada tahap yang membahayakan, bisa dilakukan transfusi tukar, yaitu menukar darah bayi dengan darah golongan O dengan kadar tertentu dan sebelumnya telah dilakukan uji silang.

Namun jika kadar bilirubin masih tidak terlalu tinggi, pemberian ASI bisa sangat membantu. Dengan memberikan ASI sesering mungkin, maka proses transportasi bilirubin ke sel hati bayi menjadi lancar. Selain itu, Anda bisa menjemur bayi sekitar 15-30 menit pada pukul 07.00 – 09.00.

18 comments:

  1. oh Raffaaa....
    semoga semuanya segera normal. Tapi alhamdulillah banget stok ASI masih ada, lancar dan selalu ada ya, jadi kan itu membantu banget buat Raffa

    Dulu Dija juga sempat kuning Mbak...
    tapi alhamdulillah, baik baik aja sekarang, hehehhee

    buat Raffa... ayooo semangat minum ASI yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abis di opname,raffa pinter bgt mimi asinya nih..dija

      Delete
  2. eh mba punya bayi lagi ya ? hikkkss...ketahuan udh lama gak main ke sini ^^

    ayo raffa, yg banyak minum susunya ya...dan lekas kembali pulang ke rumah :)

    ReplyDelete
  3. ASI asupan terbaik untuk bayi kuning , Alvin juga bilurubinnya 11 tapi aku tetap kirim ASI kerumah sakit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pas naik jadi 16 gak bs ngelak lg gaak opname kesian babynya kalo laama2 gak mau nyusu.

      Delete
  4. Mudah2an cepat sehat & pulang ke rumah yah Raffa :)

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah skrg Raffa sehat ya bu...nduut lagi. TOP bener ASInya...

    ReplyDelete
  6. Memang katanya anak kedua punya kemungkinan kuning lebih tinggi ketimbang anak pertama ya mbak, dan anak ketiga lebih tinggi lagi kemungkinannya dibanding anak kedua, dan seterusnya. Yang bilang begitu adalah DSA kakak ipar saya.. Syukurlah Raffa pinter mimi-nya ya mbak, sehat2 terus ya Raffa :)

    ReplyDelete
  7. Ohh Raffa sempat dirawat di RS karena kuning yach Mbak...untunglah minum susunya banyak jd cepat pulang ke rumah.....sehat terus yach dd Raffa.....sun sayang dr duo ina....

    ReplyDelete
  8. makasi ya mom nia , salam juga buat duonya yang cakep2 itu.

    ReplyDelete
  9. bener-bener perjuangan ya mba..
    semoga rafa sehat terus ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya say, dah berapa bulan skrg? smoga sehat terus ya

      Delete
  10. Terimakasih atas Informasinya Sahabat...

    ReplyDelete

ikutan yuks

Kumpul Keluarga di Lembang sebelum ada Omicron

 Sekarang sudah normal lagi ya kayak biasanya, cerita tersisa tahun 2021 lalu. Bulan November 2021 pecah telor, akhirnya kumpul-kumpul  lagi...